Bima News: Bima
Tampilkan postingan dengan label Bima. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bima. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2024

Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, Pemkab Bima Gelar Halal Bihalal


Foto
Bupati Bima, Hj Indah Damayanti Putri didampingi Wakil Bupati, H Dahlan HM Noer foto bersama dengan pejabat lingkup Setda Kabupaten Bima, Selasa (16/4)


bimanews.id-Pasca libur dan cuti bersama Idul Fitri 2024,  Pemerintah Kabupaten Bima kembali berkantor, Selasa (16/4). Hari pertama masuk kerja  diawali dengan apel gabungan yang dirangkaikan dengan halal bihalal seluruh ASN di lapangan apel Kantor Bupati Bima. 

Bupati Bima, Hj.Indah Dhamayanti Putri menyampaikan apresiasi atas kehadiran pengawai  lingkup Pemkab Bima pada hari pertama masuk kerja.
 
"Terima kasih atas kesungguhan hati dan semangat untuk hadir pada hari pertama memulai aktivitas sebagai pelayan masyarakat setelah liburan dan cuti bersama lebaran," kata bupati. 

Sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa untuk melatih kesabaran, keikhlasan dan ketekunan dalam beribadah. Sebagai motivas sebelas bulan ke depan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Secara khusus, kepada tenaga PPPK bupati berpesan, agar bekerja dengan baik dan profesional.  Demikian halnya pegawai lama, harus tetap bersemangat memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

"Jadilah ASN yang patut dibanggakan baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan kerja maupun di masyarakat, " ajaknya. 

Menutup arahannya bupati menekankan agar para pejabat  dan  staf tetap menunjukkan prestasi. Menjadi teladan bagi ASN lain. (red)

Rabu, 13 Maret 2024

Puluhan Rumah Warga Di Bima Terendam Banjir Rob

Rob
Banjir Rob yang merendam puluhan rumah warga di Desa Waduruka, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Rabu (13/3)

bimanews.id-Puluhan rumah warga di Desa Waduruka, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima terendam banjir rob, Rabu (13/3). Banjir akibat air laut pasang ini juga merendam satu pustu di desa setempat. 


Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, M. Nurul Huda mengatakan, banjir rob berlangsung sekitar pukul 11.00 Wita. Sebanyak 50 rumah warga terendam banjir setinggi betis orang dewasa.


"Sore banjir sudah surut. Tidak ada warga yang  mengungsi," katanya Rabu sore (13/3).

50 rumah warga terendam banjir berada di dua dusun. 10 rumah di Dusun Soro Afu dan 40 rumah di Dusun Oi Mengi. 

"Kami menghimbau seluruh masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrim yang dapat mengancam kapan saja. Saat ini cuaca sedang tidak bersahabat," harapnya. (red)

Kamis, 07 Maret 2024

Sejumlah Atraksi Ditampilkan Saat HUT Damkarmat NTB Ke-105 Di Bima

 

Bupati
Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri bertindak sebagai inspektur upacara HUT Damkarmat NTB ke-105 di lapangan upacara Kantor Bupati Bima, Kamis (7/3)

bimanews.id-Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-105 Korps Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan(Damkarmat) Tingkat Provinsi NTB  dilaksanakan di Kabupaten Bima. Sejumlah atraksi dan simulasi ditampilkan Damkarmat Kota dan Kabupaten pada acara tersebut.

Atraksi dan simulasi berupa penjinakan ular dan edukasi penanganan ular oleh Tim Damkarmat Kabupaten Sumbawa. Atraksi simulasi alat pemadam api ringan (APAR) oleh tim Damkarmat Kabupaten Bima. 

Selanjutnya, atraksi simulasi fire ground oleh Damkarmat Kota Bima dan konvoi mobil pemadam kebakaran dan penyelamatan gabungan.

Upacara HUT Damkarmat tahun 2024 berlangsung  lapangan upacara Kantor Bupati Bima, Kamis (7/3). Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri bertindak sebagai inspektur upacara.

Membacakan amanat tertulis Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Bupati Bima mengingatkan, agar senantiasa memprioritaskan aspek pencegahan dalam penanggulangan kebakaran.

"Tugas pemadam kebakaran tidak hanya saat kebakaran, tapi juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta melibatkan masyarakat dalam program penanggulangan kebakaran di daerah," katanya, Kamis (7/3).

Tugas pemadam kebakaran yang kompleks masih belum dapat diselenggarakan secara optimal di daerah. Untuk itu perlu  dibentuk kelembagaan mandiri agar dapat mengelola anggaran dan sumber daya manusia secara maksimal sesuai kebutuhan. 

Bertindak sebagai Komandan Upacara, Didi Fahdiansyah (Kadis Damkarmat Kota Bima) dan perwira Upacara  H.Sahabuddin (Kadis Damkar Dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa). (red)

Selasa, 05 Maret 2024

Banjir Pada Dua Desa Di Kecamatan Monta, Hanyutkan Sejumlah Ternak

Banjir
Banjir yang melanda salah satu desa di Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Selasa (5/3)  
 

bimanews.id-Dua Desa di Kecamatan Monta, Kabupaten Bima diterjang banjir bandang pada Selasa sore (5/3). Selain merendam puluhan rumah, juga menghanyutkan sejumlah ternak, pupuk, gabah milik warga.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, M. Nurul Huda mengatakan, banjir disebabkan hujan deras mengguyur sebagian wilayah Kecamatan Monta menyebabkan banjir di Desa Tolo Uwi dan Desa Tolotangga.  Banjir yang terjadi sekitar pukul 15.30 itu merendam lahan pertanian dan rumah warga. Sejumlah hewan peliharaan warga juga ikut terseret arus banjir.

“Di Desa Tolo Uwi ada 12 rumah terendam banjir setinggi paha orang dewasa,” kata Nurul Huda, Selasa malam (5/3).

Banjir terparah terjadi di Dusun Oi Lanco Desa Tolo Uwi. Sejumlah warga mengalami 2kerugian akibat besarnya banjir. Seperti satu ekor sapi milik Ningsih, hanyut terseret arus. Rumah milik Amirudin terdapat springbed, kulkas dan TV terendam air.

Kemudian beberapa ekor ayam dan 3 ekor kambing milik Husni Abas hilang terbawa arus banjir. Selanjutnya, Abdarah mengalami kerugian 4 ekor ayam dan 1 unit kompor gas. Di rumah milik Imo terdapat 4 sak pupuk dan 5 karung gabah dibawa banjir.

Sementara di Dusun Nggaro Desa Tolo Uwi, 2 petak sawah tanaman padi siap panen rusak diterjang banjir,” kata Nurul Huda.

Banjir di Desa Tolotangga kata dia, merendam wilayah permukiman di bantaran sungai dan lahan pertanian. Banjir setinggi paha orang dewasa itu mengakibatkan 5 rumah terendam, lima kepala keluarga terdampak.

“Tidak ada korban jiwa dan pengungsian akibat banjir tersebut. Sekarang warga sudah mulai membersihkan rumah mereka,” pungkasnya. (red)

Senin, 04 Maret 2024

Hujan Disertai Angin, 209 Rumah Di Desa Karumbu Terendam Banjir

Banjir
Banjir yang menggenangi pemukiman warga di Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Minggu sore (3/3)
 

bimanews.id-Banjir bandang melanda Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima  pada Minggu sore (3/3). Tercatat sebanyak 209 rumah warga terendam banjir, lahan pertanian dan merusak bronjong sungai desa setempat. 

 “Ada 209 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir tersebut,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, M. Nurul Huda, Minggu malam. 

Banjir terparah terjadi di Dusun Oi Balu, sebanyak 135 KK terdampak. Kemudian Dusun Kananga sebanyak 31 KK, Dusun Oi Lanco sebanyak 17 KK, Dusun Ntau sejumlah 12 KK  dan Dusun Mangge Maci sebanyak 21 KK terdampak. 

“Tidak korban jiwa pada bencana alam tersebut. Untuk kerugian masih didata pihak Pemdes setempat,” katanya. 

Banjir mulai surut, sekitar pukul 17.00 Wita. Masyarakat yang rumahnya terendam mulai melakukan pembersihan lumpur. (red)

Rabu, 16 Juni 2021

Rekomendasi Kemenpan-RB Sudah Ada, BKD dan Diklat Ngaku Pendaftaran P3K dan CPNS Belum Bisa Diumumkan

H Abdurrahman
H Abdurrahman
 

BimaNews.id, BIMA-Surat rekomendasi penerimaan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) non guru dan CPNS tahun 2021 dari Kemenpan-RB, sudah tiba. Namun, BKD dan Diklat Kabupaten Bima mengaku, belum bisa mempublikasikan Petunjuk Tekhnis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) pendaftaran P3K dan CPNS.

"Kami masih menunggu hasil koordinasi ulang Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kemenpan-Rb, jadi belum bisa dipublis. Itu berlaku pada untuk semua daerah," jelas Kepala BKD dan Diklat Kabupaten Bima, melalui Kabid Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian, H Abdurrahman, Selasa (15/6).

Jika hasil koordinasi tersebut sudah sampai ke daerah, BKD dan Diklat akan langsung disampaikan ke publik. Karena sebaran informasi itu harus berjenjang, mulai dari pusat kemudian provinsi, baru pemerintah daerah.

"Kami tidak bisa melangkahi informasi dari pusat. Yang jelas, ketika sudah terima keputusan bersama BKN dan Kemenpan-Rb, pasti kami akan umumkan," kata Abdurrahman.

Dia juga tidak membantah, sebelumnya beredar informasi pendaftaran dimulai 31 Juli. Namun, belakangan diundur.

"Jadwalnya memang diundur. Karena penerima P3K dan CPNS tahun ini berbeda dari sebelumnya, terutama soal jumlah P3K guru," katanya.

Karena kebutuhan P3K guru tahun ini jelas dia, sebanyak 1 juta se Indonesia. Bisa jadi, pengunduran jadwal pengumuman karena kuota yang dibutuhkan belum terpenuhi. Sehingga dilakukan penyesuaian oleh pemerintah pusat.

"Yang jelas, pendaftaran tetap dibuka," pungkasnya. (jul)

Kamis, 27 Mei 2021

Pemerintah Kecamatan Soromandi Inisiasi Pasar Rabu di Dermaga Bajo, Kamis Aktivitas Perdana

Pasar Rabu
Camat Soromandi, Zulkifli SH, MH dan jajarannya usai memantau lokasi pasar rakyat di Dermaga Bajo
 

BimaNews.id,BIMA-Menggerakkan ekonomi kreatif dan potensi lokal Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Pemerintah Kecamatan Soromandi akan membuka pasar Rakyat Bersatu (Rabu). Pasar akan dimulai Kamis (27/5), di Dermaga Desa Bajo.

"Harusnya pasar kita mulai, Rabu (26/5) hari ini. Karena libur, diundur besok (Kamis)," sebut Camat Soromandi, Zulkiflih SH MH, Rabu (26/5).

Di lokasi Pasar Rabu kata dia, disiapkan 40 unit lapak, mushala dan lain-lain. Para pedagang bukan hanya dari wilayah Donggo dan Soromandi. Tapi, juga dari Pasar Sila Kecamatan Bolo dan Pasar Tente Kecamatan Woha.

"Pasar Rabu, sama seperti pasar rakyat pada umumnya. Menyediakan Sembilan Bahan Pokok (Sembako). Termasuk pakaian, ikan hasil tangkapan nelayan Soromandi dan sejumlah komoditi lain," sebutnya.

Soal harga jelas dia, dipastikan terjangkau. Sebab, pihaknya sudah lebih awal berkoodinasi dengan Dinas Koperasi dan Koperindag (Diskoperindag) maupun Bulog Bima. Supaya mengingatkan para pedagang, tidak menaikkan harga jual di pasar Rabu.

"Masyarakat tidak perlu khawatir soal harga. Yang jelas,  kehadiran pasar ini untuk membantu masyarakat ekonomi lemah," tuturnya.

Sukardin, warga Desa Wadukopa, menyambut baik dibukannya pasar Rabu di Kecamatan Soromandi.  Dinilai sangat bagus untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Donggo dan Soromandi. Terutama membantu keberadaan UMKM dan warga sebagai tempat menjual barang.

"Selama ini masyarakat Donggo-Soromandi membeli barang kebutuhan di Pasar Sila. Praktis perputaran uang hanya ada di Sila,’’ sebutnya.

Jika pasar Rabu ini  berjalan rutin dan lancer, tidak tertutup kemungkinan nanti akan dibangun pasar permanen. (jul)

Selasa, 25 Mei 2021

Penanganan Banjir, Dinsos Habiskan Rp 250 Juta dana APBD Kabupaten Bima

Muhammad Alimin
Muhammad Alimin
 

BimaNews.id, BIMA-Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima telah menghabiskan anggaran Rp 230 juta untuk penanganan korban banjir, beberapa waktu lalu.  Anggaran tersebut bersumber dari APBD II (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Kepala Dinsos Kabupaten Bima, melalui Kasi Bencana Alam (BA), Muhammad Alimin mengungkapkan, anggaran Rp 230 juta itu digunakan untuk pembuatan dapur umum.  Penyediaan makanan siap saji dan lain-lain.

Termasuk bantuan lain, berupa beras sebanyak 33 ton. Beras katanya, sebagian telah digunakan saat kegiatan dapur umum. Sisanya, dibagikan kepada warga melalui pemerintah kecamatan dan desa.

"Dapur umum kita buka enam hari, melayani kebutuhan makan korban banjir dua kali sehari," ungkapnya pada Radar Tambora, Senin (24/5).

Selain dari APBD, pihaknya juga mendapat bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Berupa, makanan siap saji, perlengkapan keluarga, peralatan evakuasi dan peralatan sandang.

‘’Bantuan dari Kemensos ini kita bagikan  ke seluruh wilayah terdampak banjir  di wilayah Kabupaten Bima. Alhamdulillah semuanya sudah kita salurkan," kata Alimin. (ar)

Guru Honorer Bisa Ikuti P3K, Asal Bisa Penuhi Tiga Syarat

H Abdurrahman
H Abdurrahman
 

BimaNes.id, BIMA-Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Kabupaten Bima hingga kini belum juga mengumumkan jatah formasi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan CPNS, tahun 2021. Padahal tahap pendaftaran mulai dibuka awal Juni mendatang.

Kepala BKD dan Diklat Kabupaten Bima melalui Kabid Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian, H Abdurrahman mengaku, jatah formasi P3K dan CPNS masih menunggu informasi dari pemerintah pusat. Sembari menunggu hasil pertemuan Kepala BKD dan Diklat dengan  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

“Kepala BKD dan Diklat saat ini sedang menghadap ke Kemenpan-RB. Membahas soal pelaksanaan seleksi P3K dan CPNS," jelas Abdurrahman, Senin (24/5).

Kuota P3K jelasnya, meliputi formasi guru, tenaga kesehatan, penyuluh dan lain-lain sebanyak 219 orang. Sisa dari jumlah tenaga P3K yang diusulkan sebelumnya yakni, 700 orang.

"Dari 700 orang tersebut, sudah diangkat jadi P3K 481 orang," sebutnya.

Guru honorer yang bisa mendaftar sebagai calon P3K kata dia, harus memenuhi tiga persyaratan. Yakni, tercatat sebagai mantan honorer Kategori Dua (K2), terdaftar di Data Pokok Kependidikan (Dapodik) dan memiliki sertifikat pendidik.

"Syarat itu berdasarkan ketentuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)," katanya.

Berbeda dengan formasi P3K dan CPNS, baik untuk tenaga kesehatan, penyuluh dan sejumlah tenaga teknis lain, itu di bawah kendali daerah. Cuma untuk soal ujian akan dibuat pihak kementerian.

“Mengenai soal, teknis, tempat pelaksanaan seleksi dan lain-lain, masyarakat tinggal menunggu informasi yang akan diumumkan awal Juni mendatang,” harapnya. (jul)

 

 

PDAM Macet, Warga Rompo, Kecamatan Langgudu Krisis Air Bersih

Air

Warga Desa Rompo, Kecamatan Langgudu sedang mengambil air bersih yang didroping BPBD Kabupaten Bima, Minggu (23/5).


BimaNew.id, BIMA- Warga Desa Rompo, Kecamatan Langgudu, akhir-akhir ini mengalami krisis air bersih. Untuk menangani masalah tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat meminta bantuan kepada BPBD Kabupaten Bima untuk mendroping air.

Kepala Desa (Kades) Rompo, Makturu mengaku, krisis air dialami warganya sejak Maret lalu. Selama ini kata dia, warga setempat  mengosumsi air PDAM. Namun, selama beberapa bulan terakhir sudah tidak jalan lagi.

"Kita sudah sampaikan keluhan soal air ke PDAM, namun tidak direspon,’’ akunya pada media ini dihubungi via ponsel, Senin Sore (24/5).

Bahkan kata dia, jika ada kendala dengan perpipaan. Pemerintah desa bersama warga siap membantu, supaya air PDAM bisa jalan.

Karena tidak ada respon dari PDAM, sehingga bersama ketua BPD meminta bantuan pada BPBD Kabupaten Bima untuk mendroping air. "Alhamdulillah, permintaan kita dipenuhi BPBD. Kendati air yang didroping tidak bisa memenuhi semua kebutuhan warga Rompo," katanya bersyukur.

Kepala BPBD Kabupaten Bima, Aris Munandar ST MT mengaku, telah memenuhi permintaan droping air dari Pemerintah Desa Rompo, Kecamatan Langgudu. ‘’Sejak Sabtu  hingga Minggu (23/5) kita sudah suplay air beberapa kali ke Desa Rompo,’’  sebutnya.

Selain itu kata dia, BPBD  akan membangunkan tandon untuk penampungan air.  Supaya setiap droping air langsung ditampung. Warga tinggal mengambil di bak penampung.

"InsyaAllah secepatnya akan kita bangun tandon di Desa Rompo," ujarnya. (ar)

Jumat, 21 Mei 2021

Jumlah Lansia Divaksin di Soromandi Jauh Melampaui Target

Lansia
Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Soromandi saat memberikan vaksin pada Lansia di Desa Wadukopa, beberapa waktu lalu.

BimaNews.id, BIMA-Jumlah warga Lanjut Usia (Lansia) yang sudah divaksin tahap pertama di Kecamatan Soromandi melebihi target Dinas Kesehatan Kabupaten Bima. Bahkan peningkatannya dua kali lipat.

"Sekarang Lansia yang sudah divaksin 188 dari target 90 orang. Cuma untuk vaksin tahap kedua baru 6 orang," jelas Vaksinator Puskesmas Soromandi, Agus Harianto SKep Ners menyebutkan,

Tingginya kesadaran Lansia penerima vaksin ini kata dia, hampir terjadi di semua desa. Bahkan terdapat beberapa desa mencapai 40 orang, dari target 10 sampai 15 Lansia.

"Ini tidak terlepas dari peran pemerintah desa, Babinkantibmas, Babinsa, bidan desa dan kesadaran masyarakat," akunya.

Bagi lansia yang divaksin dia menyarankan, untuk datang ke Puskemas. Karena, pemberian vaksin langsung ke tiap desa sementara dihentikan. Mengingat, proses pemberian vaksin sudah mulai difokuskan pada pegawai instansi. Baik vaksinasi pertama maupun kedua.

"Sekarang kami fokus dulu pada pelayan publik, mengingat stok vaksin terbatas," pungkasnya. (jul)

 

Rabu, 03 Februari 2021

Tugas Luar Daerah, Bupati dan Wabup Tidak Divaksin

Vaksin
Ilustrasi
 


BimaNews.id,BIMA-Bupati Hj Indah Damayanti Putri SE dan Wakil Bupati Bima H Dahlan M Noor, tidak menjadi orang pertama yang divaksin Covid-19. Alasannya, dua pimpinan daerah itu sedang bertugas ke luar kota.

Awalnya, Bupati dan Wabup dijadwalkan sebagai orang pertama untuk disuntikan vaksin Covid-19 pada Senin (2/1). Karena sedang tugas luar, akhirnya vaksinasi perdana dipimpin Sekda Bima di ruang rapat Bupati Bima. Itu pun Sekda tidak divaksin karena tidak memenuhi syarat.

Sekda H Taufik HAK mengaku, tidak bisa disuntik vaksin karena mengalami beberapa masalah kesehatan. Seperti tekanan darah tinggi dan pernah operasi ginjal sebanyak empat kali.

Gangguan kesehatan lainnya yakni, pilek dan mengalami denyut jantung di pembuluh darah.

“Harus menunggu hingga 14 hari kemudian pada tahap vaksinasi ke-2 baru bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19,” katanya.

Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bima tersebut, diawali oleh Wakapolres Bima Kompol Edi Susanto. Kemudian diikuti oleh sejumlah pimpinan organisasi kesehatan. (tin)

 

Selasa, 02 Februari 2021

Tujuh Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Parado Ditutup

Puskesmas Parado
Pelayanan di Puskesmas Parado ditutup sementara karena tujuh orang tenaga kesehatan setempat positif Covid-19
 


BimaNews.id,BIMA-Tujuh tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di Puskesmas Parado dinyatakan positif Covid-19. Sehingga pelayanan di Puskesmas setempat terpaksa ditutup sementara, untuk menghindari meluasnya penyebaran virus yang berasal dari Wuhan Cina tersebut. 

Kepala Puskesmas Parado H Abdul Salam SKep mengatakan, tujuh Nakes tersebut sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka tertular dari warga kecamatan setempat.

Sementara Nakes lain yang pernah kontak erat dengan mereka, akan diswab hari ini, Selasa (2/2)."Semoga hasil Swab mereka negatif semua, agar Covid-19 di wilayah Parado cepat berakhir," harapnya saat dikonfirmasi, Selasa (2/2).

Warga positif Covid-19 di Kecamatan Parado ungkap Salam, berawal dari seorang ibu rumah tangga yang mengidap penyakit gondok.

"Kemudian pasien tersebut ingin merujuk ke RSU Provinsi NTB," ungkapnya.

Sebelum dirujuk, pasien tersebut melakukan Swab di RSUD Bima dan dinyatakan positif Covid-19. Mengetahui hal itu, Nakes meminta agar pasien diisolasi di RSUD Bima.

"Pasien itu gak mau diisolasi, sehingga dijemput sama keluarganya dan menjalani isolasi mandiri di rumah," terangnya.

Karena khawatir kondisi pasien, tujuh Nakes Puskesmas Parado kemudian diminta mengujungi rumah pasien.

"Setelah beberapa hari mengunjungi pasien, tujuh anggota saya diswab di RSUD Bima. Kemudian dinyatakan positif Covid-19," pungkas Salam. (cr-jul)

 

Rabu, 27 Januari 2021

Jalan Provinsi di Tambora Putus, 4 Jembatan Jebol

Jembatan Putus
Jalan provinsi putus akibat hantaman banjir bandang, Selasa sore
 


BimaNews.id,BIMA-Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tambora Kabupaten Bima mengakibatkan banjir bandang, Selasa sore (26/1). Selain jalan lintas provinsi terputus, empat jembatan dilaporkan jebol.

Kondisi terparah terjadi di empat desa yakni, Desa Labuan Kananga, Kawinda Nae, Rasabou dan Desa Oi Panihi. Akses kendaraan di empat desa tersebut lumpuh. Termasuk ratusan rumah warga terendam banjir. 

Menurut Kadus Rasa Nggaro Desa Kawinda Na'e Jufrin, kejadian diawali hujan deras seharian sejak Selasa pagi (26/1). Air bah dari gunung yang dipenuhi tanaman jagung tak terbendung. Air bah melewati sungai sempit sehingga meluber ke pemukiman warga.

Air kecokelatan yang terus mengalir deras, juga tak mampu dibendung gorong-gorong jembatan yang hanya selebar sekitar 4 meter. Akibatnya air meluap ke jalan raya.

"Tiba tiba, terdengar gemuruh bersumber dari jembatan yang jebol.  Kejadiannya antara Magrib dan Isya," kata Jufrin.

Hingga malam, hujan terus mengguyur sehingga membuat desa setempat terendam. Kondisi diperparah karena bersamaan dengan air laut pasang. Sehingga, menambah debit air yang merendam rumah warga.

"Untungnya ndak ada rumah rusak dan korban jiwa. Cuma jembatan rusak," ujarnya.

Pada Rabu (27/1) pagi, jembatan jebol menyisakan lubang menganga sekitar 5 meter. Para pengendara, khususnya mobil harus balik arah. Sementara pengendara  sepeda motor memaksa melalui jalur itu dengan menerabas arus sungai.

Sebagian besar sepeda motor maupun mobil terpaksa balik arah. Baik dari Kecamatan Pekat maupun dari Kecamatan Tambora.

Termasuk rombongan tim  PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) yang hendak melakukan kegiatan sosial tanam tebu di Desa Oi Panihi. Namun, terpaksa kembali karena tidak ada jalur alternatif.

Menurut Jufrin, sampai Rabu siang, belum ada bantuan alat berat atau upaya perbaikan jalan dari Pemda. Warga juga masih menunggu upaya Pemda membangun jalan alternatif.

Warga berharap, perbaikan segera dilakukan Pemda, setidaknya membangun jalur alternatif berupa jembatan darurat.

"Jalan putus ini harus segera diperbaiki. Karena ini jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Bima dan Dompu," pungkasnya. (jw)

 

Senin, 18 Januari 2021

Putri Semata Wayang Kadus Tolotangga Tewas Tenggelam

Tenggelam

 Anwar Hasan, orang tua korban tenggelam saat menandatangani surat pernyataan menolak visum jasad anaknya.



BimaNews.id,BIMA-Kabar duka menyelimuti keluarga Anwar Hasan, Kepala Dusun Desa Tolotangga Kecamatan Monta. Rofina, putri semata wayangnya ditemukan meninggal tenggelam di sungai desa setempat, Senin siang (18/1).

Isak tangis keluarga pecah saat proses pemulangan jenazah korban ke rumah orangtuanya di RT 07 RW 03. Anwar dan sang istri tak pernah menyangka atas meninggalnya bocah 13 tahun itu. Rofina merupakan anak keempat dari lima bersaudara dan putri satu-satunya.

Kapolsek Monta IPTU Takim mengatakan, nyawa bocah  berusia 6 tahun tak bisa diselamatkan setelah ditemukan di dasar sungai sedalam 2 meter. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong.

Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 11.15 Wita. Korban tenggelam diduga karena tidak bisa berenang dan kondisi sungai yang dalam berarus cukup deras. Sebelum ditemukan, jasad siswi kelas 1 SMPN 5 Monta itu sempat menghilang 1 jam di dasar sungai.

"Korban ditemukan oleh warga tidak jauh dari tempat dia berenang," katanya.

Kejadian itu kata Takim, bermula ketika korban dan dua temannya, Nurnaningsih dan Mawardah pergi buang sampah, sekaligus mandi di sungai. Di tengah asik mandi, tiba-tiba Nurnaningsih melihat korban dalam keadaan tenggelam. Hanya terlihat tangan korban di permukaan air sungai.

Nurnaningsih  berupaya menolong korban dengan membentang sebatang bambu. Namun, tidak berhasil.

"Kedua teman korban meminta tolong kepada warga yang berada di sekitar lokasi," jelas Takim.

Dila, salah satu warga yang mendengar kabar tersebut sempat berusaha menolong korban. Tetap tidak berhasil. Kedua teman korban mendatangi rumah korban dan memberitahukan peristiwa itu pada orangtuanya. Sementara, Dila meminta bantuan pada Nurdin dan Efendi warga setempat yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Pihak keluarga dan warga bersama-sama mencari korban. Setelah sekitar 1 jam dicari, akhirnya jasad korban berhasil ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri," ujar Takim.

Jasad korban sempat dilarikan ke Puskesmas menggunakan ambulance milik desa setempat. Namun, pihak medis di Puskesmas setempat menyatakan korban sudah meninggal.

"Sekitar pukul 15.30 Wita jasad korban dipulangkan untuk disemayamkan," imbuhnya.

Meski berat, Anwar dan keluarga sudah mengikhlaskan kepergian putri satu-satunya itu sebagai musibah. Bapak 46 tahun itu juga sudah menandatangani surat pernyataan agar jasad korban tidak divisum atau autopsi.

"Kendati demikian, monitoring situasi tetap dilakukan. Dikhawatirkan adanya oknum-oknum tertentu yang  memprovokasi dengan menyebarkan isu-isu tidak benar terkait peristiwa tersebut," pungkasnya. (jw)

Sabtu, 16 Januari 2021

Warga Enam Desa Korban Banjir di Sanggar Belum Dapat Bantuan

Banjir
Banjir yang kembali merendam enam desa di Kecamatan Sanggar pada Jumat sore laluu dengan ketinggian hingga pinggang orang dewasa
 

BimaNews.id,BIMA-Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima kembali direndam banjir pada Jumat (15/1) sore. Ini merupakan banjir kelima, sejak musim hujan Desember 2020 lalu. 

Banjir menggenangi rumah warga sekitar Pukul 16.30 Wita. Hujan  lebat membuat air terus meninggi, hingga perut orang dewasa. Setidaknya  enam desa terendam banjir, yakni Desa Boro, Kore, Taloko, Piong, Sandue dan Desa Oi Saro.

Taufik, warga Desa Kore dihubungi Sabtu (16/1) pagi mengatakan, kondisi enam desa di Kecamatan Sanggar saat ini rusak berat.  Jalanan dan rumah warga dipenuhi lumpur, dengan ketinggian 1 hingga 1,5 centimeter.

Fasilitas umum seperti jalan lingkungan, pagar perkantoran dan sekolah roboh dihantam derasnya arus banjir.

"Termasuk, ada beberapa rumah warga yang bolong. Nyaris rubuh, " ungkapnya.

Mirisnya ungkap Taufik, sejak Jumat sore hingga Sabtu pagi, belum ada  bantuan apapun untuk masyarakat setempat.

"Dari semalam itu, banyak warga kelaparan karena beras dan alat masak terendam banjir. Beruntung ada warga yang baik hati, mau masak untuk kami, " ungkapnya.

Saat ini kata Taufik, warga sangat membutuhkan bantuan logistic, berupa makanan, pakaian dan tempat tidur.

"Kami dengar katanya baru mau didatangkan pagi ini. Kok lamban sekali. Seppertinya musibah dialami warga tidak dianggap, " sorotnya. (tin)

Jumat, 15 Januari 2021

Diduga Korsleting, Satu Rumah di Desa Rade Hangus Terbakar

Kebakaran

Puing-puing sisa rumah Kasmir Mahdali, warga Dusun Rasabou Desa Rade, Kecamatan Madapangga yang terbakar Jumat dinihari,  sekitar pukul 24.30 Wita.

 


BimaNews.id,BIMA-Kebakaran terjadi di Dusun Rasabou, Desa Rade, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Jumat dinihari  (15/1). Rumah milik Kasmir Mahdali, warga RT 14 RW 04 desa setempat, hangus dilahap si jago merah.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 00.50 Wita. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan arus  pendek (korsleting). Tidak ada korban jiwa pada musibah  tersebut, namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

"Saat kejadian, kami sekeluarga berada dalam rumah. Saya sedang duduk di teras sambil main handphone, sedangkan istri dan kedua anak sedang tidur," ungkap Kasmir pada Radar Tambora, Jumat (15/1) pagi.

Begitu melihat kobaran api dari dapur katanya, dia langsung membangunkan istri dan anak-anak.  Barang berharga yang sempat diselamatkan hanya ijazah anak-anak saja.

"Saya berusaha memadamkan api, namun api terus membesar" akunya disela-sela memindahkan barang  sisa kebakaran dibantu warga sekitar.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu kata Kasmir, datang membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Khawatir api menjalar ke rumah warga lain.

“Syukur api tidak menjalar ke rumah lain,” tandasnya.

Kebakaran itu sebutnya melahap seluruh isi rumah. Dua unit motor juga hangus terbakar. "Atas musibah ini, saya mengalami kerugian sekitar ratusan juta," sebutnya.

Pasca kebakaran Kasmir mengaku menerima bantuan dari Pemerinta Desa Rade dan warga sekitar. Bantuan dari Pemdes berupa beras, mie instan dan telur. Sedangkan dari warga sekitar, berupa pakaian.

"Semoga ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bima,’’ harapnya.

Camat Madapangga Mohamad Saleh mengaku, mengetahui ada kebakaran langsung turun ke lokasi, sekaligus  melaporkan ke OPD terkait.

"Begitu dapat informasi dari masyarakat saya langsung turun bersama mobil pemadam kebakaran," ujar Saleh.

Mobil pemadam kebakaran katanya, kesulitan masuk ke lokasi karena akses jalan sempit. Sehingga mobil pemadam kebakaran hanya bisa menyemprot air dari jauh.

"Saat kita sampai, kobaran api masih besar,’’ akunya.

Atas kejadian ini, dia mengimbau masyarakat waspada. Menjadikan musibah kebakaran itu sebagai pelajaran.

"Sebelum tidur maupun ke luar dari rumah, kita harus mengecek terlebih dahulu. Apakah kompor sudah mati atau tidak. Begitu juga dengan aliran listrik, bermasalah atau tidak," imbuhnya. (ar)

 

Minggu, 10 Januari 2021

Air Campur Lumpur Menyembur Tinggi Depan RSU Sondosia

Semburan Air
Semburan air disertai lumpur depan RSU Sondosia Kabupaten Bima, Minggu (10/1
 


BimaNews.id,BIMA-Semburan air bercampur lumpur muncul di halaman depan RSUD Sondosia, Minggu (10/1). Kejadian itu pertama kali diunggah netizen di akun sosial bernama Sahrir Yusuf, sekitar pukul 12.00 Wita.

Unggahan dalam bentuk video berdurasi sekitar 1 menit itu diteruskan nitizen lain. Di video  itu memperlihatkan semburan air campur lumpur itu cukup tinggi. Hampir menyamai gedung RSU Sondosia.

Dari keterangan pengambil video, ada pengeboran air,  namun yang keluar justeru air bercampur lumpur yang menyembur tinggi tanpa bisa dikendalikan.

Di video tersebut pengambil sempat mengatakan, air lumpur itu bercampur gas.

Kepala RSU Sondosia, dr Yulian Averoos dihubungi via ponsel membenarkan adanya semburan air bercampur lumpur tersebut. Namun tegasnya, tidak ada semburan gas.

"Tidak ada gas. Hanya air lumpur dan itu biasa saja, pengeboran biasa. Semburannya besar karena pengeboran itu dekat sungai besar, " jelas Yulian.

Semburan air dan lumpur itu akan segera ditangani. Tidak perlu diviralkan.  "Soal air saja diviralkan, itu biasa, " katanya. (tin)

 

Kamis, 07 Januari 2021

90 Persen Dispensasi Kawin Diberikan Karena Hamil Duluan

Arifuddin Yanto
Panitera Muda Hukum PA Kabupaten Bima, Arifuddin Yanto SAg
 

BimaNews.id,KOTA BIMA-Sepanjang tahun 2020, Kantor Pengadilan Agama (PA) Bima telah menerima dispensasi kawin sebanyak 254 pasangan. Dari jumlah itu, sekitar 90 persen dengan alas an hamil di luar nikah.

"254 permintaan, kita setujui 245. Atau hanya 10 persen yang ditolak," sebut Panitera Muda Hukum PA Kabupaten Bima, Arifuddin Yanto SAg, Selasa (5/1). 

Penolakan terhadap 10 pasangan itu jelas Arifuddin, karena ada beberapa masalah. Misalnya, tidak menghadiri sidang dan tidak ada orang tua wali saat prosesi nikah.

Sesuai prodedur kata dia, pasangan nikah dispensasi harus dihadiri dua pasangan dan masing-masing orang tua. Untuk mendengarkan keterangan majelis hakim. 

Jika satu diantara persyaratan itu tidak dipenuhi, dipastikan pernikahan batal. Pengaduan dispensasi kawin akan dicabut.

"Hanya karena alasan itu, Majelis Hakim cabut dispensasi Kawin," terangnya.

Sementara untuk alasan lain-lain, seperti suka sama suka atau memiliki hubungan dekat, Majelis Hakim tetap menerima pengaduan dispensasi. Dengan pertimbangan, daripada mereka terus berbuat amoral.

Langkah itu jelasnya, bagian dari cara memutus perbuatan dosa. Karena tidak menutup kemungkinan, pasangan yang ditolak itu kembali berbuat dosa.

Kenapa harus ada dispensasi kawin untuk pasangan di bawah umur? Karena secara emosi, mental mereka belum matang. Belum siap untuk menjalani kehidupan berumahtangga. 

"Saat siding dispensasi kawin itu, kita berikan pembinaan dan bimbingan pada pasangan tersebut. Sebagai bekal saat menjalani kehidupan berumahtangga,’’ terangnya. 

Sementara kasus perceraian tahaun 2020 di PA, diakui didominasi cerai gugat yang diajukan istri dibanding cerai talak dari suami.

"Kondisinya hampir sama setiap tahun. Didominasi ceraih gugatdengan alasan perselisihan dalam rumah tangga," pungkasnya. (cr-jul)

 

Selasa, 05 Januari 2021

Bayi 14 Bulan Meninggal Terseret Banjir

Bayi Meninggal
Ainun Qobila, balita asal Desa Boro Kecamatan Sanggar saat dilarikan ke Puskesmas akibat terseret arus banjir
 

BimaNews.id,BIMA-Ainun Qobila, Balita berusia 1 tahun 2 bulan terseret arus saat banjir melanda Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Selasa sore (5/1). Bayi cantik itu ditemukan meninggal tersangkut di pagar rumahnya di RT 08 RW 04 Dusun Towan, Desa Boro. 

Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 16.40 Wita. Saat kejadian, korban tinggal bersama ibunya, Nurma. Sedangkan bapaknya, Anwar sedang berada di ladang. 

Kapolsek Sanggar, Ipda Erich As'ary mengatakan, peristiwa naas itu terjadi secara tiba-tiba. Saat banjir datang korban sedang berada di dalam rumah. Sementara, sang ibu berada di luar memperbaiki pagar yang rusak akibat banjir. 

Tanpa disadari oleh ibunya, korban keluar menuju samping rumah. Banjir setinggi lutut orang dewasa pun langsung menyeret korban. 

Sang ibu yang sedang memperbaiki pagar sontak kaget melihat korban terseret arus. Ia berusaha menyelamatkan korban, namun tidak berhasil. Korban ditemukan meninggal dengan kondisi tersangkut di pagar belakang rumah.

"Korban sempat dilarikan ke Puskesmas, tapi nyawanya tidak tertolong," ujar Kapolsek. (jw)

 

Ad Placement

Kota Bima

Bima

Dompu