Kamis, 15 Oktober 2026
Selasa, 13 Oktober 2026
Bank NTB Syariah dan PDAM Lombok Timur Perkuat Kemitraan Strategis, Tingkatkan Layanan kepada Masyarakat
bimanews.id— Bank NTB Syariah memperkuat sinergi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lombok Timur melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Kemitraan dan Kerja Sama Strategis.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya kedua pihak untuk membangun hubungan kemitraan yang tidak hanya bersifat transaksional, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi strategis jangka panjang yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat Kabupaten Lombok Timur.
Branch Manager Bank NTB Syariah KC Masbagik, Edwin Satria, mengatakan Bank NTB Syariah menyambut baik kerja sama tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat peran perbankan syariah dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.
“Kerja sama ini membangun kemitraan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas. Bank NTB Syariah siap mendukung PDAM Lombok Timur dalam mengoptimalkan layanan kepada masyarakat,” ujar Edwin.
Menurutnya, sinergi antara lembaga keuangan dan badan usaha milik daerah memiliki ruang yang luas untuk terus dikembangkan, terutama dalam menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Edwin menambahkan, Bank NTB Syariah akan terus mendorong pengembangan layanan dan solusi perbankan yang dapat mendukung kebutuhan PDAM Lombok Timur, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh layanan.
“Semangat kami adalah sinergi dan kolaborasi. Bagaimana kerja sama ini bisa terus berkembang, dengan menghasilkan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat Lombok Timur,” jelasnya.
Ia berharap kemitraan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membuka berbagai peluang kolaborasi lainnya antara Bank NTB Syariah dan PDAM Lombok Timur, termasuk dalam optimalisasi layanan serta pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Dengan kerja sama yang berkelanjutan, kami berharap dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lombok Timur,” kata Edwin.
Kerja sama ini sekaligus mencerminkan komitmen Bank NTB Syariah untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak di daerah. Melalui kolaborasi tersebut, Bank NTB Syariah berupaya menghadirkan layanan perbankan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah. (*)
Jumat, 02 Oktober 2026
Mendikdasmen Terima Audiensi Bank NTB Syariah, Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan
bimanews.id- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., menerima langsung audiensi jajaran PT Bank NTB Syariah dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi terkait peningkatan layanan transaksi keuangan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Audiensi tersebut dihadiri Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah Agus Suhendro dan Direktur Keuangan & Operasional Bank NTB Syariah Ajar Susanto Broto. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta, 1 Oktober 2026, itu membahas penguatan layanan perbankan bagi guru dan tenaga kependidikan, khususnya di Provinsi NTB.
Bank NTB Syariah sebelumnya telah diberikan kepercayaan untuk mengelola rekening gaji dan tunjangan sertifikasi sebanyak 54.395 guru di Provinsi NTB. Kepercayaan tersebut menjadi salah satu landasan bagi perseroan untuk terus mengoptimalkan layanan transaksi keuangan bagi guru dan tenaga kependidikan.
Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, mengatakan audiensi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Kemendikdasmen, khususnya dalam meningkatkan layanan perbankan bagi ASN di sektor pendidikan.
“Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat sehingga layanan perbankan bagi guru dan tenaga kependidikan di Nusa Tenggara Barat semakin optimal dan mampu memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan,” ujar Agus.
Sementara itu, Direktur Keuangan & Operasional Bank NTB Syariah, Ajar Susanto Broto, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas layanan transaksi menjadi bagian penting dari komitmen Bank NTB Syariah dalam memberikan pengalaman layanan yang semakin mudah dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Audiensi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi Bank NTB Syariah dengan Kemendikdasmen sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan layanan perbankan bagi guru dan tenaga kependidikan di Provinsi NTB. (red)
Rabu, 23 September 2026
Bersama Kementerian PKP, Bank NTB Syariah Optimalkan Peluang Pembiayaan Perumahan
bimanews.id— Bank NTB Syariah terus memperkuat peran dalam mendukung program pemerintah di sektor perumahan melalui optimalisasi penyaluran pembiayaan perumahan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui koordinasi bersama Staf Ahli Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Industri dan Lingkungan, Riadi Arif Aladin, S.E., M.M., serta jajaran Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Mataram, Senin (21/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas optimalisasi penyaluran pembiayaan perumahan di NTB, termasuk evaluasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta peluang keikutsertaan Bank NTB Syariah dalam KUR Perumahan (KPP).
Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, mengatakan koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk melihat potensi pengembangan pembiayaan perumahan sekaligus memperkuat sinergi Bank NTB Syariah dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan di sektor perumahan.
“Kami melihat sektor pembiayaan perumahan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di NTB. Karena itu, koordinasi bersama Kementerian PKP dan BP Tapera ini menjadi momentum bagi Bank NTB Syariah untuk mengoptimalkan peluang tersebut. Setelah dipercaya menyalurkan KUR UMKM dan KUR PMI yang saat ini sudah berjalan, kami juga sedang mengajukan keikutsertaan sebagai penyalur KUR Perumahan,” ujar Agus.
Menurut Agus, peluang tersebut semakin terbuka dengan adanya alokasi 11.061 unit rumah untuk Provinsi NTB yang menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi ruang bagi Bank NTB Syariah untuk memperluas portofolio pembiayaan perumahan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan para pengembang di daerah.
“Dengan adanya potensi sekitar 11.061 unit rumah di NTB, kami melihat ruang yang besar untuk meningkatkan portofolio pembiayaan perumahan sekaligus memperluas kontribusi Bank NTB Syariah dalam mendukung program pemerintah, khususnya target pembangunan 3 juta rumah. Tentunya, kami akan menindaklanjuti peluang ini bersama Kementerian PKP, BP Tapera, dan para pengembang di NTB,” lanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bank NTB Syariah juga memaparkan perkembangan penyaluran FLPP yang telah dilakukan sejak 2018. Pada 2026, Bank NTB Syariah memperoleh target penyaluran sebanyak 300 unit, dengan realisasi yang masih perlu terus ditingkatkan. Untuk mengejar target tersebut, Bank NTB Syariah akan memperkuat kerja sama dengan para pengembang serta memperluas pipeline pembiayaan perumahan.
Selain FLPP, Bank NTB Syariah melihat KUR Perumahan sebagai peluang baru dalam memperluas pembiayaan di sektor perumahan. Skema tersebut dapat mendukung pembiayaan pada sisi penyedia maupun permintaan, termasuk pengembang, kontraktor perumahan, pedagang bahan bangunan, serta pelaku usaha yang menjalankan kegiatan usahanya berbasis rumah.
Agus menambahkan, keikutsertaan Bank NTB Syariah dalam KUR Perumahan saat ini sedang diproses. Bank akan menindaklanjuti pengajuan tersebut sekaligus mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan agar dapat mengambil peran dalam penyaluran program tersebut di NTB.
“KUR Perumahan ini menjadi salah satu peluang yang sedang kami proses. Kami berharap ke depan Bank NTB Syariah dapat ikut mengambil bagian dalam skema ini, sehingga pembiayaan tidak hanya menyasar masyarakat yang membutuhkan rumah, tetapi juga mendukung ekosistem usaha di sektor perumahan,” ungkap Agus.
Dalam koordinasi tersebut, Kementerian PKP dan BP Tapera juga menyampaikan sejumlah kemudahan dalam skema FLPP, termasuk opsi tenor pembiayaan hingga 40 tahun. Bank NTB Syariah didorong untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat NTB terhadap skema pembiayaan dengan tenor tersebut. Selain itu, terdapat alokasi kuota 11.061 unit rumah untuk NTB yang dapat disalurkan melalui bank penyalur.
Bagi Bank NTB Syariah, penguatan pembiayaan perumahan merupakan bentuk kontribusi dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan pemerintah.
“Kami ingin agar pengembangan pembiayaan perumahan ini memberikan manfaat yang lebih luas. Di satu sisi, ini merupakan peluang untuk memperkuat portofolio bisnis Bank NTB Syariah, dan di sisi lain menjadi bentuk dukungan kami terhadap upaya pemerintah menyediakan hunian bagi masyarakat melalui target pembangunan 3 juta rumah,” tutup Agus.(red)
Senin, 14 September 2026
Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati
bimanews.id– PT Bank NTB Syariah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor-sektor strategis di daerah, termasuk sektor kesehatan. Terbaru, Bank NTB Syariah melakukan penjajakan peluang kerja sama dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Permata Hati dalam rangka mendukung pengembangan layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PT Risa Permata Hati, Prof. Dr. Akram Arsyad Sukma, M.Si., beserta jajaran manajemen, serta Direktur Dana dan Transaksi PT Bank NTB Syariah, Adhi Susantio.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing institusi. Salah satu pembahasan mencakup rencana pengembangan dan ekspansi bisnis RSIA Permata Hati yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas serta kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan anak di Nusa Tenggara Barat.
Direktur Dana dan Transaksi PT Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menyampaikan bahwa penjajakan kerja sama tersebut membuka peluang pemanfaatan berbagai produk dan layanan perbankan syariah untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan bisnis RSIA Permata Hati sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, peluang kolaborasi juga dapat mencakup pemanfaatan layanan transaksi dan perbankan digital yang dapat mendukung pengelolaan keuangan secara lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
“Bank NTB Syariah berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan dan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Dalam pertemuan ini, kami membahas berbagai peluang sinergi yang dapat dikembangkan bersama RSIA Permata Hati, mulai dari layanan transaksi dan perbankan digital hingga solusi pembiayaan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku,” ujar Adhi Susantio.
Sementara itu, Direktur Utama PT Risa Permata Hati, Prof. Dr. Akram Arsyad Sukma, M.Si., menyambut positif pertemuan dan komunikasi yang telah dilakukan. Menurutnya, penjajakan sinergi dengan Bank NTB Syariah membuka peluang untuk mendukung agenda pengembangan fasilitas serta perluasan layanan RSIA Permata Hati ke depan.
“Kami menyambut baik komunikasi dan penjajakan yang dilakukan bersama Bank NTB Syariah. Kami berharap pembahasan ini dapat berkembang menjadi bentuk kerja sama yang saling memberikan manfaat dan mendukung agenda pengembangan layanan kesehatan yang kami rencanakan,” ungkap Prof. Akram.
Melalui pertemuan dan penjajakan ini, Bank NTB Syariah dan RSIA Permata Hati berharap dapat membangun peluang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Ke depan, sinergi yang dapat dikembangkan diharapkan turut memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan sektor kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Nusa Tenggara Barat, khususnya dalam layanan kesehatan ibu dan anak.(red)
Sabtu, 29 Agustus 2026
Menuju Pelabuhan Perikanan Digital, Bank NTB Syariah dan Dinas Perikanan NTB Perkuat Ekosistem Pembayaran
bimanews.id- Upaya mendorong transformasi digital di sektor kelautan dan perikanan terus diperkuat melalui sinergi antara Dinas Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan PT Bank NTB Syariah. Kolaborasi tersebut diarahkan pada digitalisasi layanan pembayaran jasa pelabuhan perikanan, khususnya untuk aktivitas bongkar muat ikan.
Digitalisasi layanan pembayaran ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pelabuhan perikanan yang lebih modern, mudah, cepat, transparan, dan akuntabel. Melalui pemanfaatan layanan perbankan, proses pembayaran jasa kepelabuhanan diharapkan dapat dilakukan secara lebih praktis sekaligus memudahkan proses pencatatan dan monitoring transaksi.
Kepala Dinas Perikanan Provinsi NTB, Muslim, ST., M.Si., menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan di sektor perikanan.
“Digitalisasi layanan pembayaran jasa pelabuhan perikanan merupakan bagian dari upaya kami untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, transparan dan akuntabel kepada masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku usaha perikanan. Kami berharap sinergi dengan Bank NTB Syariah ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem layanan pelabuhan perikanan yang semakin modern dan terintegrasi,” ujar Muslim.
Menurutnya, digitalisasi juga diharapkan dapat memberikan kepastian dalam proses pembayaran sekaligus memperkuat sistem administrasi dan pengawasan penerimaan jasa pelabuhan.
“Dengan sistem pembayaran yang terdigitalisasi, setiap transaksi dapat tercatat dengan lebih baik sehingga memudahkan monitoring dan evaluasi. Ke depan, kami ingin agar digitalisasi ini tidak berhenti pada pembayaran saja, tetapi dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan layanan dalam ekosistem perikanan,” tambahnya._
Sementara itu, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Bank NTB Syariah, Ferry Ardiansyah, mengatakan bahwa Bank NTB Syariah siap mendukung transformasi digital yang dilakukan pemerintah daerah, khususnya dalam menghadirkan solusi pembayaran yang aman, mudah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
_“Bank NTB Syariah memiliki komitmen untuk terus mendukung digitalisasi layanan pemerintah daerah. Kami melihat sektor perikanan memiliki potensi ekonomi yang besar, sehingga diperlukan ekosistem transaksi yang efisien dan terintegrasi. Digitalisasi pembayaran jasa pelabuhan perikanan ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana layanan perbankan dapat memberikan manfaat langsung kepada pemerintah maupun masyarakat,” ungkap Ferry._
Ferry menambahkan, sinergi tersebut tidak hanya berorientasi pada kemudahan transaksi, tetapi juga pada penguatan tata kelola dan transparansi.
_“Kami ingin memastikan bahwa digitalisasi memberikan nilai tambah, bukan hanya dari sisi kecepatan dan kemudahan pembayaran, tetapi juga dari aspek transparansi, akuntabilitas, monitoring dan pengelolaan risiko. Karena itu, Bank NTB Syariah siap bersinergi dengan Dinas Perikanan NTB untuk membangun sistem yang sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan,”_ jelasnya.
Digitalisasi pembayaran jasa pelabuhan perikanan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak dalam ekosistem perikanan, mulai dari nelayan, pemilik kapal, pedagang ikan, pelaku usaha, pengelola pelabuhan hingga pemerintah daerah.
Dengan transaksi yang terdokumentasi secara digital, proses administrasi dapat dilakukan secara lebih efisien dan data transaksi dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari monitoring serta pengambilan keputusan.
Sinergi Dinas Perikanan Provinsi NTB dan Bank NTB Syariah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat transformasi digital dan inklusi keuangan di sektor kelautan dan perikanan. Kehadiran layanan pembayaran digital diharapkan dapat mendorong masyarakat perikanan untuk semakin familiar dengan transaksi non-tunai serta memanfaatkan layanan keuangan formal.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan menuju ekosistem layanan perikanan yang semakin terintegrasi, sehingga digitalisasi tidak hanya menghadirkan kemudahan pembayaran, tetapi juga mampu mendukung peningkatan efisiensi, transparansi, dan produktivitas sektor kelautan dan perikanan di Provinsi NTB. (red)
Kamis, 27 Agustus 2026
Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis
bimanews.id- Bank NTB Syariah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bertempat di Mataram.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Islam Al-Azhar, Dr. Ir. Muh. Ansyar, M.P., bersama Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Bank NTB Syariah, Ferry Ardiansyah.
Nota Kesepahaman ini menjadi landasan hukum dan payung kolaborasi bagi kedua belah pihak untuk bersinergi dalam pemanfaatan potensi dan sumber daya yang dimiliki. Ruang lingkup kerja sama mencakup penyelenggaraan bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,
Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko PT Bank NTB Syariah, Ferry Ardiansyah, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen nyata Bank NTB Syariah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi serta penyiapan SDM yang unggul dan berdaya saing.
"Sinergi antara dunia perbankan syariah dan lembaga pendidikan tinggi seperti Universitas Islam Al-Azhar sangat penting. Kami berharap kolaborasi ini dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan industri keuangan syariah, serta kemajuan daerah," ujar Ferry Ardiansyah.
Sementara itu, pihak Universitas Islam Al-Azhar menyambut baik kemitraan ini sebagai langkah penting dalam mengoptimalkan peran perguruan tinggi untuk mencetak lulusan yang siap beradaptasi dengan kebutuhan industri keuangan syariah.
Melalui kesepakatan ini, implementasi dari setiap ruang lingkup kegiatan nantinya akan ditindaklanjuti secara teknis melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersendiri antara unit kerja dan fakultas terkait di lingkungan UNIZAR dengan unit di Bank NTB Syariah. (red)
Senin, 24 Agustus 2026
Tanggap Bencana Kebakaran Desa Adat Sade, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Sembako.
Kamis, 20 Agustus 2026
KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Hari Kemerdekaan Bagi Pahlawan Devisa
Senin, 03 Agustus 2026
Dukung Program Desa Berdaya NTB, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Budidaya Ayam Petelur untuk Masyarakat Desa Lendang Nangka Utara
bimanews.id- Sebagai wujud komitmen nyata dalam mendorong percepatan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan, Bank NTB Syariah turut berpartisipasi aktif mendukung Program Desa Berdaya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi NTB.
Dalam keterlibatannya, Bank NTB Syariah menyerahkan Bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Budidaya Ayam Petelur kepada 20 orang penerima manfaat di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi warga serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat.
Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Lombok Timur yang diwakili oleh Sekda masing-masing, pimpinan OJK Pusat dan Provinsi NTB, kepala dinas terkait, mitra lembaga keuangan lokal dan internasional (Astra Financial, PT SMF, WWB, ILO), serta jajaran Pemerintah Desa dan warga setempat.
Program ini menjadi bagian dari sinergi strategis antara OJK, Pemerintah Provinsi NTB, Bank NTB Syariah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal di tingkat desa.
Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menyampaikan bahwa keikutsertaan Bank NTB Syariah dalam program ini merupakan manifestasi dari fungsi sosial dan bisnis bank syariah untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat NTB.
"Bank NTB Syariah berkomitmen penuh untuk senantiasa hadir dan berkontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian daerah, khususnya melalui keterlibatan aktif pada Program Desa Berdaya bersama OJK dan Pemprov NTB. Penyaluran bantuan budidaya ayam petelur bagi 20 penerima manfaat di Desa Lendang Nangka Utara ini diharapkan menjadi stimulus ekonomi produktif yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, membuka lapangan usaha mandiri, serta mewujudkan kemandirian ekonomi desa berbasis prinsip syariah," ujar Adhi Susantio.
Lebih lanjut, Adhi Susantio menambahkan bahwa sektor usaha mikro dan peternakan rakyat memiliki potensi besar jika dikelola secara terstruktur dan berkelanjutan. Melalui bantuan sarana budidaya ayam petelur ini, para penerima manfaat diharapkan dapat mengelola usahanya secara optimal sehingga hasilnya mampu menopang kebutuhan keluarga sekaligus menggerakkan roda perekonomian di Desa Lendang Nangka Utara.
Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus memperluas jangkauan program-program pemberdayaan dan pendampingan keuangan inklusif, guna memastikan akselerasi kesejahteraan masyarakat NTB dapat terwujud secara merata hingga ke pelosok desa. (*)
Kamis, 30 Juli 2026
Kampus Jangan Terjebak Mengajar Masa Lalu
Saatnya Ilmu Komunikasi Universitas Mataram Melahirkan Arsitek Peradaban Digital, Bukan Sekadar Pencari Kerja.
![]() |
Oleh: Sukri Aruman, Sekretaris Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB. CEO Raymindo News Network (Jaringan Media Raya Maya Kreasindo) |
Selasa, 28 Juli 2026
Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas















