Bima News: Penumpang
Tampilkan postingan dengan label Penumpang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penumpang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2020

Satu Penumpang Wings Air dari Makassar, Dijemput Tim Covid-19 RSUD Bima

BIMA-Seorangpenumpang pesawat Wings Air dari Bandara Internasional Sultan Hassanuddin Makassardengan tujuan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima dijemput tim medis RSUDBima, Kamis (2/4).

Penumpang laki-laki 26 tahun yang diidentifikasi warga Banjarmasin, saat ini sedang diperiksa kesehatannya oleh petugas kesehatan RSUD setempat.

Informasi yang diperoleh wartawan, bersama penumpang pesawat lainnya, warga tersebut tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Kamis (2/4) sekitar pukul 14.30 Wita.

Sesuaiprosedur, setiap penumpang dilakukan pemeriksaan suhu tubuh oleh Tm KarantinaKesehatan Bandara Sultan Muhammad Salahudin Bima, sebagai antisipasi pencegahanpenyebaran virus corona.

Dari hasilpemeriksaan suhu badan seluruh penumpang, petugas menemukan warga tersebut dalamkondisi lemah dengan suhu badan tinggi sekitar 38,3 derajat celcius. Diakemudian diamankan petugas karantina kesehatan Bandara di ruang isolasi Bandarasetempat, untuk menunggu jemputan petugas kesehatan RSUD Bima.

Masih menurut informasi, warga tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Banjarmasin ke Makassar pada tanggal 27 Maret 2020. Selanjutnya, pada tanggal 2 April 2020, dia berangkat dari Makassar menuju Bima NTB menggunakan pesawat Wings Air. Tujuan akhir warga tersebut adalah Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu.

Tim GugusTugas Penanganan Covid-19 RSUD Bima Dokter Adi Winarko yang dihubungi wartawan mengaku,warga tersebut sedang diperiksa kesehatannya. Sayangnya, Dokter Adi tidak menggambarsecara detail soal itu. “Masih diperiksa, saya belum dapat kabar dari dokteryang periksa” katanya singkat.

Sementara,Kabid P3PL Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Rifa’i, membenarkan soal penjemputan terhadappenumpang tersebut. Hanya saja, dia belum mengetahui status dan kondisi wargaBanjarmasin itu. “Sabar, sedang diperiksa Tim RSUD,” ujarnya singkat. (ydh/tin)

Satu Penumpang Wings Air dari Makassar, Dijemput Tim Covid-19 RSUD Bima


BIMA-Seorang
penumpang pesawat Wings Air dari Bandara Internasional Sultan Hassanuddin Makassar
dengan tujuan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima dijemput tim medis RSUD
Bima, Kamis (2/4).





Penumpang laki-laki 26 tahun yang diidentifikasi warga Banjarmasin, saat ini sedang diperiksa kesehatannya oleh petugas kesehatan RSUD setempat.





Informasi yang diperoleh wartawan, bersama penumpang pesawat lainnya, warga tersebut tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Kamis (2/4) sekitar pukul 14.30 Wita.





Sesuai
prosedur, setiap penumpang dilakukan pemeriksaan suhu tubuh oleh Tm Karantina
Kesehatan Bandara Sultan Muhammad Salahudin Bima, sebagai antisipasi pencegahan
penyebaran virus corona.





Dari hasil
pemeriksaan suhu badan seluruh penumpang, petugas menemukan warga tersebut dalam
kondisi lemah dengan suhu badan tinggi sekitar 38,3 derajat celcius. Dia
kemudian diamankan petugas karantina kesehatan Bandara di ruang isolasi Bandara
setempat, untuk menunggu jemputan petugas kesehatan RSUD Bima.





Masih menurut informasi, warga tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Banjarmasin ke Makassar pada tanggal 27 Maret 2020. Selanjutnya, pada tanggal 2 April 2020, dia berangkat dari Makassar menuju Bima NTB menggunakan pesawat Wings Air. Tujuan akhir warga tersebut adalah Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu.





Tim Gugus
Tugas Penanganan Covid-19 RSUD Bima Dokter Adi Winarko yang dihubungi wartawan mengaku,
warga tersebut sedang diperiksa kesehatannya. Sayangnya, Dokter Adi tidak menggambar
secara detail soal itu. “Masih diperiksa, saya belum dapat kabar dari dokter
yang periksa” katanya singkat.





Sementara,
Kabid P3PL Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Rifa’i, membenarkan soal penjemputan terhadap
penumpang tersebut. Hanya saja, dia belum mengetahui status dan kondisi warga
Banjarmasin itu. “Sabar, sedang diperiksa Tim RSUD,” ujarnya singkat. (ydh/tin)






Tiba Dari Makassar, 700 Lebih Penumpang Kapal Tilongkabila Diukur Suhu Tubuh

KOTABIMA-Gerak cepat dilakukan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bima,menyambut 700 lebih penumpang KM Tilongkabila yang tiba di Pelabuhan Bima,Kamis (2/4).

KMTilongkabila berangkat dari Pelabuhan Makassar, mengangkut 700 lebih penumpangyang turun di Pelabuhan Bima Ratusan penumpang tersebut merupakan warga KotaBima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Data yang diperoleh dari Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima, 700 lebih penumpang ini langsung diperiksa kesehatannya dengan thermogun (pengukur suhu tubuh) setelah turun dari kapal. Pemeriksaan dilakukan bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bima.

KasubagPemberitaan Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima Dian Fitriany mengungkapkan,semua penumpang yang turun di Pelabuhan Bima diperiksa satu per satu. “Kitaprioritaskan untuk warga yang asli Kota Bima karena akan menetap di Kota Bima,”ujarnya.

Sesuaiprotokol kesehatan yang ditetapkan jelas dia, penumpang yang memiliki suhubadan di atas 38 derajat celcius akan diobservasi selama beberapa jam dipelabuhan. Jika tidak ada perubahan kondisi, maka penumpang tersebut akanlangsung diarahkan ke tempat karantina yang telah disiapkan oleh pemerintah di Lawata.

“Kenapaharus kita observasi di tempat beberapa jam dulu? Karena kita belajar darikejadian di terminal Lombok, mungkin penumpang kelelahan atau lainnya sehinggapanas, ” jelas Dian.

Sedangkanuntuk penumpang yang berasal dari Kabupaten lain, KKP akan berkoordinasi denganTim Gugus Pemda masing-masing untuk penanganan lebih lanjut.

Dian menambahkan,Dikes juga mengedukasi penumpang untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,meskipun tidak memiliki gejala apapun. Sebab kata dia, Covid-19 memiliki masainkubasi selama 14 hari. Warga yang tiba di pelabuhan  bisa saja terlihat sehat. Namun, dalam 14 harikemudian bisa saja mereka sakit.

“Makanyakami sangat berharap warga kota yang baru tiba, taat untuk melakukan isolasimandiri selama 14 hari. Ini demi kebaikan kita bersama, ” pungkas Dian.(tin)

Tiba Dari Makassar, 700 Lebih Penumpang Kapal Tilongkabila Diukur Suhu Tubuh


KOTA
BIMA-Gerak cepat dilakukan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bima,
menyambut 700 lebih penumpang KM Tilongkabila yang tiba di Pelabuhan Bima,
Kamis (2/4).





KM
Tilongkabila berangkat dari Pelabuhan Makassar, mengangkut 700 lebih penumpang
yang turun di Pelabuhan Bima Ratusan penumpang tersebut merupakan warga Kota
Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.





Data yang diperoleh dari Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima, 700 lebih penumpang ini langsung diperiksa kesehatannya dengan thermogun (pengukur suhu tubuh) setelah turun dari kapal. Pemeriksaan dilakukan bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bima.





Kasubag
Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima Dian Fitriany mengungkapkan,
semua penumpang yang turun di Pelabuhan Bima diperiksa satu per satu. "Kita
prioritaskan untuk warga yang asli Kota Bima karena akan menetap di Kota Bima,"
ujarnya.





Sesuai
protokol kesehatan yang ditetapkan jelas dia, penumpang yang memiliki suhu
badan di atas 38 derajat celcius akan diobservasi selama beberapa jam di
pelabuhan. Jika tidak ada perubahan kondisi, maka penumpang tersebut akan
langsung diarahkan ke tempat karantina yang telah disiapkan oleh pemerintah di Lawata.





"Kenapa
harus kita observasi di tempat beberapa jam dulu? Karena kita belajar dari
kejadian di terminal Lombok, mungkin penumpang kelelahan atau lainnya sehingga
panas, " jelas Dian.





Sedangkan
untuk penumpang yang berasal dari Kabupaten lain, KKP akan berkoordinasi dengan
Tim Gugus Pemda masing-masing untuk penanganan lebih lanjut.





Dian menambahkan,
Dikes juga mengedukasi penumpang untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,
meskipun tidak memiliki gejala apapun. Sebab kata dia, Covid-19 memiliki masa
inkubasi selama 14 hari. Warga yang tiba di pelabuhan  bisa saja terlihat sehat. Namun, dalam 14 hari
kemudian bisa saja mereka sakit.





"Makanya
kami sangat berharap warga kota yang baru tiba, taat untuk melakukan isolasi
mandiri selama 14 hari. Ini demi kebaikan kita bersama, " pungkas Dian.
(tin)


Ad Placement

Kota Bima

Bima

Dompu