Musrenbang Anak, Gen Z Harap Bus Sekolah dan Pelayanan Kesehatan khusus - Bima News

Minggu, 17 Maret 2024

Musrenbang Anak, Gen Z Harap Bus Sekolah dan Pelayanan Kesehatan khusus

Musrenbang
Asisten 3 Setda Kota Bima Drs M Saleh foto bersama usai Musrenbang Anak tingkat Kota Bima di aula SMKN 3 Kota Bima, Sabtu (16/3)

bimanews.id-Status pemerintah Kota Bima  naik dari tingkat Madya ke Nindya  sebagai Kota Layak Anak (KLA). Kenaikan itu karena  mampu mengimplementasikan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak.

Hal itu disampaikan Asisten 3 Setda Kota Bima, Drs. M. Saleh saat membuka Musrenbang Anak tingkat Kota Bima di aula SMKN 3 Kota Bima, Sabtu (16/3). Musrenbang anak ini salah satu tahapan penting untuk mewadahi aspirasi anak-anak dalam proses perencanaan tahunan dan akan menjadi masukan penting untuk dibahas dalam Musrenbang RKPD 2025.

“Ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bima terus meningkatkan level KLA yang sekarang berada pada kategori Nindya menuju Utama,” jelas M. Saleh. 

Sementara itu, Kepala DP3A Kota Bima, Syahruddin, SH memaparkan hak-hak anak yang perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Peserta musrenbang anak tingkat Kota Bima dihadiri sebanyak 60 orang dari berbagai tingkatan, SMA/SMK, MA, SMP/MTs dan SLB,” ucapnya.

Sekretaris Bappeda Kota Bima, Arif Roesman Effendy  lebih banyak dialog interaktif dengan anak-anak peserta Musrenbang, untuk mengidentifikasi kebutuhan yang menurut anak penting untuk dilaksanakan dan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Bima.

Arif Roesman menyebutkan, dari proses interaktif tersebut muncul beragam usulan dan harapan yang menarik dari anak-anak Gen Z tersebut. Seperti keberadaan bus sekolah, zona aman sekolah, taman layak anak, fasilitas publik yang ramah disabilitas, peralatan medis untuk kesehatan anak dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan khusus untuk anak, pembangunan karakter anak untuk pencegahan kenakalan dan bahaya narkoba, peningkatan rumah aman maupun rumah singgah untuk anak.

“Sehingga tidak ada lagi anak jalanan di perempatan lampu merah dan perlunya penerangan jalan kota karena di beberapa sudut kota masih banyak jalan yang tidak disertai lampu jalan,” jelasnya saat menjadi pemateri pada Musrenbang anak tersebut. (red) 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda