Pelapor Keberatan Alasan Penyidik Hentikan Penyelidikan Kasus Obat Pertanian Palsu di Bima - Bima News

Selasa, 31 Mei 2022

Pelapor Keberatan Alasan Penyidik Hentikan Penyelidikan Kasus Obat Pertanian Palsu di Bima

Ilustrasi

BimaNews.id, BIMA-Penghentian penyelidikan kasus obat pertanian diduga palsu merek Dumil oleh penyidik Polres Bima Kabupaten Bima dipertanyakan pelapor Usman. Karena sebelum dilaporkan secara resmi, dua orang tersebut telah diingatkan, obat yang mereka jual ke petani bawang adalah palsu.

"Saya keberatan jika penyidik Polres Bima Kabupaten beralasan penghentian penyelidikan kasus itu karena pelaku tidak tahu obat Dumil yang  diedarkan itu adalah palsu," sorot Usman, petugas resmi PT Exel Meg Indo, perusahan Dumil.

Kasus obat pertanian diduga palsu ini mencuat cerita Usman, karena tiba-tiba banyak beredar  insektisida merek Dumil. Itu ditemukan di sejumlah kios pengecer obat pertanian di wilayah Kecamatan Woha dan Kecamatan Belo Kabupaten Bima. 

Padahal PT Exel Meng Indo saat itu kata dia,  belum memproduksi obat merk Dumil.

Dengan temuan itu, diapun mencari tahu asal usul obat yang beredar tersebut. Diketahui  obat tersebut didrop oleh terlapor inisial I dan F (Nama disebut jelas).

Dengan dasar itu Usman kemudian mendatangi kediaman I. Saat itu ia  menemukan obat Dumil yang belum diedarkan. 

"Saya juga datang ke rumah F dan menemukan 1 dus lebih obat merek Dumil. Saya juga mengambil 23 dus obat Dumil di kediaman warga di Lingkungan Bante, Desa Tente berdasarkan pengakuan F," kisahnya.

Kendati menemukan sejumlah barang bukti obat Dumil palsu, kasus itu belum dilaporkan ke pihak kepolisian.

Namun, beberapa waktu kemudian.Untuk kedua kalinya Usman menemukan ada obat Dumil pada sejumlah kios pengecer. 

"Saat itu saya menemukan 5 dus Dumil di kios Desa Keli dan 40 dus Dumil pada kios di Desa Kalampa. Obat tersebut diedarkan oleh I. Kemudian saya melaporkan resmi ke Polres Bima," ungkapnya.

Beberapa hari kemudian, lanjut Usman, dia mendengar informasi  salah satu mobil ekspedisi mengangkut obat Dumil dari pulau Jawa menuju kediaman F.

"Di tengah jalan saya cegat mobil tersebut. Ditemukan  sekitar 90 dus obat merk Dumil palsu. Kejadian itu saya laporkan lagi ke Polisi," terangnya.

Dari rangkaian kronologis tersebut, menurut Usman, tidak ada celah bagi kedua terlapor untuk tidak tahu menahu soal obat yang mereka edarkan adalah palsu.

"Kalau keduanya mengaku tidak tahu obat tersebut adalah palsu, itu bohong. Karena sebelumnya pernah saya tangkap dan ingatkan agar tidak diedarkan. Namun, tetap saja dijual," tandasnya.

Karena itu Usman meminta pihak kepolisian mempertemukan  kedua terlapor dengan dirinya. "Saya minta keterangan kedua terlapor dikonfrontir dengan saya di hadapan penyidik,  supaya diketahui mana yang benar dan mana yang salah," pintanya. (fir)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda