Artikel Mahasiswa STKIP Yapis Masuk Prosiding Seminar Nasional - Bima News

Minggu, 22 Maret 2020

Artikel Mahasiswa STKIP Yapis Masuk Prosiding Seminar Nasional


DOMPU-Abdul Fakar dan Fina Elviana, mahasiswa STKIP Yapis Dompu kembali mencatatkan prestasi. Selain tampil sebagai penyaji, artikel ilmiah hasil karya dua mahasiswa semester dua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini juga dimuat dalam prosiding seminar nasional.





Ketua Prodi
Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Yapis Dompu Arif Bulan MPd mengatakan, untuk
dapat mempublikasikan karya ilmiah di prosiding seminar nasional, tentu ada
langkah-langkah yang perlu ditempuh. Tidak semua karya ilmiah layak untuk
diterima dalam sebuah seminar nasional.





"Alhamdulillah
mahasiswa STKIP Yapis Dompu mampu membuktikanya. Ini suatu kebanggaan buat kampus
dan nama baik daerah," terang Bulan, sapaan akrab Arif Bulan MPd.





Sebelum karya
ilmiahnya diterbitkan dalam prosiding jelas dia, dua mahasiswa tersebut tampil
sebagai penyaji pada seminar nasional digelar Universitas Samawa, 23 Januari
2020 lalu. Kegiatan dengan tema ‘Inovasi hasil penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat dalam menunjang era industri 4.0’ itu sebut Bulan, diikuti sekitar
300 peserta dari berbagai kalangan seluruh Indonesia.  Mulai dari dosen bergelar profesor, doktor,
megister, guru hingga mahasiswa dari sejumlah kampus ternama. Seperti UTS,
Unram, Undikma, UNY, ITB, IPB, UGM, STKIP Yapis Dompu, STKIP paracendikia dan
Stisip Mbojo.





Selain Gubernur NTB
Dr Zulkieflimansyah lanjut dia, kegiatan itu juga dihadiri beberapa pembicara
hebat. Diantaranya, Dr Gunawan MPd, Reviewer Nasional Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat, Dr Ir Evron Asrial, MSi, Peneliti dari Universitas 45
Mataram. Pembicara lain, Dr Ieke Wulan Ayu STP MSi, Katua LPPM UNSA dan  H Wirawan SSi MT, birokrat Kabupaten Sumbawa.





"Kegiatan
seminarnya Januari lalu. Tapi prosiding atau jurnal hasil karya tulis ilmiah
itu baru dipublikasikan tanggal 19 Maret," jelas Bulan.





Tidak semua artikel
ilmiah peserta kata Bulan, dipublikasikan dalam prosiding seminar nasional. Dari
ratusan peserta, dipilih 94 artikel terbaik. Termasuk diantaranya, artikel dua
mahasiswa STKIP Yapis Dompu. "Ada banyak artikel yang ditolak pada seminar
tersebut," tandasnya.





Bulan tidak
menyangka hasil karya mahasiswa binaannya bisa masuk nominasi terbaik. Apalagi,
awalnya dua mahasiswa tidak memiliki niat sedikitpun. Selain tidak
berpengalaman, mereka juga belum terlalu mahir menulis artikel ilmiah.
"Akhirnya saya bimbing dan memotivasi mereka," ujarnya.





Selama proses
pembimbingan itu menurut dia, anak didiknya diarahkan untuk memilih tema yang
menarik ditulis. Setelah tema ditentukan, mereka tampak bersemangat hingga
akhirnya artikel tersebut dikirim ke panitia seminar nasional.





"Mereka
mengangkat tema tentang ‘Pendidikan Karakter dan Pengajaran dengan Metode
Demonstrasi untuk Kemajuan Belajar Generasi Millenial’. Alhamdulillah, lolos
dan diterima sebagai penyaji artikel ilmiah. Kemudian 19 Maret kemarin, artikel
mereka dimuat dalam prosiding seminar nasional," akunya bangga.





Prestasi ini jelas
Bulan, bukan pertama kali ditorehkan mahasiswa STKIP Yapis Dompu. Tahun 2019
lalu, sedikitnya empat mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris juga berhasil
tampil sebagai penyaji dan artikelnya diterbitkan pada seminar nasional. Mereka
adalah, Nia Kurniati, Reni, Abdul Khalik dan Nurabania. "Saat itu mereka
masih semester 6," sebutnya.





Sementara, Fina
Elviana mengaku terkejut bisa lolos sebagai pemakalah di seminar nasiona waktu
itu. Dia kaget ketika menerima email dari panitia penyelenggara seminar.





“Gak nyangka
abstrak kita diterima. Awalnya saya sudah pesimis, apalagi saya kan baru
penulis pemula," kata putri sulung dari dua bersaudara hasil penikahan
Agusalim dan Siti Nurmalasari asal Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja ini.





Hal senada juga
disampaikan Abdul Fakar. Putra tunggal dari buah cinta A Hamid Usman dan Asia
asal Desa Lune Kecamatan Pajo ini mengaku senang dan bahagia. Dia tidak
menyangka hasil karyanya diperhitungkan pada event bergengsi itu.





"Semoga ini
menjadi awal yang baik. Tentunya saya ingin terus berkarya demi membanggakan
kedua orang tua dan nama baik kampus," harapnya.





Prestasi ini kata
Fakar, tidak lepas dari dukungan dan pembinaan dosen pembimbing. Rela
meluangkan waktu demi memotivasi dan mengajarkan tentang tata cara menulis yang
baik dan benar.





"Kita ingin
mencoba mencari pengalaman baru. Karena bagi kami, seminar adalah barang
langka," pungkasnya. (jw)


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda