Vaksinasi Anak, Sejumlah Orang Tua Masih Ragu Berikan Persetujuan - Bima News

Thursday, 13 January 2022

Vaksinasi Anak, Sejumlah Orang Tua Masih Ragu Berikan Persetujuan

Vaksin Anak
Wakil Bupati Dompu H Syahrul Parsan memantau kegiatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SDN 13 Dompu

BimaNews.id, DOMPU-Vaksinasi anak usia 6-11 tahun terus digalakkan Pemda Dompu. Sebagian besar anak-anak sekolah dasar antusias mengikuti vaksinasi kelompok umur tersebut. Namun, ada beberapa orang tua yang masih khawatir anak mereka divaksin.

Seperti Ramli misalnya. Wali murid siswi SDN 13 Dompu ini mengaku masih ragu anaknya divaksin. “Saya belum memberikan persetujuan. Karena saya khawatir akan berdampak buruk pada anak setelah divaksin,” katanya di hadapan Wakil Bupati Dompu H Syahrul Parsan ST MT dan sejumlah pejabat saat kegiatan monitoring vaksinasi anak di SDN 13 Dompu, Rabu (12/1).

Senada juga disampaikan Sriwahyuni. Ia merasa khawatir apabila anaknya divaksin. Selain dapat menimbulkan dampak buruk bagi pertumbuhan dan kesehatan anak, vaksin juga dianggap tidak halal. “Vaksin pada anak juga belum teruji,” ujarnya.

Keraguan para wali murid ditanggapi Kepala Puskesmas Dompu Kota Muzakir, SKM. Dia menyebutkan, pemberian vaksin bagi anak usia 6-11 tahun bertujuan untuk melindungi anak dari paparan Covid-19. Serta  memberikan keamanan saat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

“Vaksin ini penting bagi siswa. Selain bermanfaat bagi diri sendiri juga orang lain. Secara tidak langsung menerima vaksin, sudah turut menjaga lingkungan terdekat dari virus Covid-19,” sebutnya.

Vaksin ini menurut dia, aman dan dapat merangsang kekebalan anak terhadap virus Covid-19. Itu berdasarkan hasil uji klinik dan kajian penelitian BPOM serta halal sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

 “Yang jelas vaksin aman dan halal,” tegasnya.

Sedangkan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sangat jarang terjadi dan tidak berbahaya. Seperti nyeri di bekas suntikan, bengkak, demam, pusing hingga lesu akan hilang dalam satu hingga dua hari.

“Ada beberapa manfaat dari Vaksin ini. Salah satunya dapat mengurangi resiko penularan virus Covid-19 ke tubuh orang lain. Karena seseorang yang telah divaksin akan merangsang antibodi untuk belajar dan mengenali virus yang telah dilemahkan tersebut,” jelasnya.

Setelah mendengarkan penjelasan tentang tujuan maupun manfaat dari Vaksin, seluruh wali murid yang hadir pada kesempatan tersebut sudah tidak memiliki keraguan. Mereka siap memberikan persetujuan agar anaknya divaksin.

Sementara Wakil Bupati Dompu H Syahrul Parsan, ST, MT mengajak agar program vaksinasi tingkat pelajar dan Lansia dapat dilaksanakan dengan baik. Sehingga tercipta kekebalan komunal dan terhindar dari pandemi Covid-19.

“Saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada wali murid yang telah menyetujui agar anak-anaknya divaksin,” kata Wabup.

Wabup juga mengingatkan, tidak hanya siswa yang divaksin. Namun para guru dan pegawai sekolah juga harus mengikuti kegiatan vaksinasi agar terhindar dari Covid-19. Sehingga kekebalan komunal yang diharapkan pemerintah dapat segera tercapai.

“Tolong dicek siswa maupun guru, petugas sekolah juga jangan sampai ada yang terlewatkan. Begitu juga dengan orang tua kita (Lansia),” saran Wabup. (red)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda