Bantuan Korban Kebakaran Sape Mengalir dari Berbagai Penjuru, Kini Terkumpul Rp 746 Juta - Bima News

Rabu, 03 November 2021

Bantuan Korban Kebakaran Sape Mengalir dari Berbagai Penjuru, Kini Terkumpul Rp 746 Juta

Kebakaran Sape
Puluhan rumah warga di Desa Naru Kecamatan Sape  yang terbakar pada 10 Oktober lalu.

BimaNews.id, BIMA-Bantuan untuk korban kebakaran di Desa Naru Kecamatan Sape terus bertambah. Hingga saat ini sudah terkumpul Rp 746.972.000. Dana tersebut diperoleh dari sumbangan langsung ke Posko maupun melalui rekening.

“Terakhir kita terima dari keluarga Bima di Jakarta sebesar Rp 42 juta dan Rp 10 juta dari forum Sekdes Bima,” aku Camat Sape, M. Akbar Musa, SP. MSi ditemui di rumah dinasnya, Senin (1/11).

Dana tersebut kata dia, belum terhitung dengan bantuan yang disalurkan langsung ke korban kebakaran. Seperti  bantuan Rp 2 juta per Kepala Kelurga (KK) dari Bupati Bima. Kemudian dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota  Bima beserta isteri dan beberapa bantuan dari donatur lain.

“Bantuan itu tetap kita catat sebagai bahan laporan. Kalau dikalkulasikan, jumlah bantuan berupa uang tunai sampai saat ini lebih dari Rp 1 Miliar,” sebut Akbar.  

Bantuan yang tercatat di rekening saat ini kata dia, merupakan sumbangan masyarakat Bima dari seluruh pelosok Indonesia. Mulai dari Sabang sampai merauke. Bahkan diperoleh dari perkumpulan masyarakat Bima di pelosok Papua hingga Tarakan Kalimatan Utara. 

Ada juga sumbanga dari Gabim (Gabunagan Anak Bima) dari Singapore, Hongkong dan beberapa negara tetangga lain.

“Dari musibah ini kita tahu kekuatan Sosial Media (Sosmed) sangat luar biasa. Berita dan video kebakaran yang diposting mampu menjangkau hingga pelosok negeri. Sehingga menarik empati masyarakat untuk membantu,” ujar Akbar.

Donasi yang terkumpul ini kata dia, tidak disalurkan secara langsung ke korban kebakaran. Tapi, penggunaannya fleksibel. Bisa untuk menambah bantuan pembangunan rumah sebesar Rp 1,55 Miliar dari  Pemprov NTB dan bantuan dari Pemda Bima. Juga bisa dialokasikan untuk modal usaha dan pengadaan isi rumah.

“Nanti kita lihat dulu tingkat kebutuhan korban,” ujarnya.

Yang jelas sebut Akbar, bantuan dari Pemprov dialokasi untuk pengadaan 60 unit rumah panggung jenis jati 12 tiang dan 5 rehab. Masing-masing Rp 25 juta per unit. Sementara bantuan dari Pemda Bima jumlahnya belum diketahui.

“Anggaran bantuan nanti disesuaikan dengan kebutuhan. Cuman besarannya variatif. Tidak disamaratakan. Sesuai dengan tingkat kerusakan,” tandas mantan Sekcam Sape ini.

Penyaluran bantuan lanjut dia, diupayakan secepatnya. Mengingat sudah memasuki musim hujan. Dinas Perumahan dan Pemukiman juga sudah mulai melakukan pemetaan ulang di lokasi kebekaran. Gang dan jalan diperlebar untuk memudahkan keluar masuknya kendaraan.

Sebelum pemetaan dimusyawarahkan lebih dulu dengan korban terdampak. Untuk menghindari protes dari warga yang memiliki tanah lebih luas.

“Alhamdulillah, semuanya sudah sepakat untuk ditata ulang,” ujar Akbar.

Akbar juga menyampaikan kondisi warga pasca kebakaran hingga saat ini baik-baik saja. Segala kebutuhan terpenuhi. Baik logistik maupun air besih. Meski sebagian warga masih tinggal numpang di rumah tetangga dan tenda darurat.

“Untuk air bersih aman. Kita sudah bangun beberapa tandon. Kemdian sumur dan bebebapa mesin pompa air,” sebutnya.

Sampai sekarang kata mantan Kabag SDA Setda Kabupaten Bima ini, donasi korban kebakaran masih dibuka. Bagi masyarakat yang ingin menyumbang bisa melalui rekening Bank NTB, 019 0222222312, atas nama Muhammad Akbar Camat Sape.

“Kami juga menyampaikan terimakasih tak terhingga pada masyarakat yang sudah menyisihkan sebagian hartanya untuk korban kebakaran Sape,” pintanya. (jw)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda