Area Penanaman Jagung Terus Meluas, Lahan Jambu Mete dan Kemiri Makin Menyempit - Bima News

Monday, 18 October 2021

Area Penanaman Jagung Terus Meluas, Lahan Jambu Mete dan Kemiri Makin Menyempit

Jambu Mete
Kebun Jambu Mete
 

BimaNews.id, BIMA-Lahan jambu mete dan kemiri di Kabupaten Bima makin menyempit selama beberapa tahun terakhir. Karena dialihfungsikan menjadi lahan untuk tanaman jagung.

Kasi Perlindungan Perkebunan, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertanbun) Kabupaten Bima, Amirullah SP, lahan perkebunan komoditi unggulan di Kabupaten Bima seluas 9.145 hektare. Meliputi kebun mete, kemiri, kelapa dan kopi.

Untuk lahan kebun mete seluas 3.800 hektare. Tersebar di Kecamatan Tambora, Sanggar, Donggo dan Kecamatan Soromandi, Ambalawi dan Sape.

"Jambu mete saat ini sudah banyak dibabat untuk perluasan lahan jagung," jelas Amirullah beberapa waktu lalu.

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mempertahankan lahan jambu mete. Termasuk sosialisasi langsung di masyarakat agar tidak membabat pohon jambu mete.

"Namanya masyarakat susah untuk diatur. Padahal harga jual mete itu tinggi, bisa mencapai Rp 20 hingga Rp 25 ribu per kilogram," terangnya.

Belum lagi kata dia, jika dijual setelah kulitnya di kupas. Untuk biji yang masih utuh dibanderol Rp 150 ribu per kilogram. Kemudian, bentuk biji terbelah dua dihargai Rp 120 ribu. Sementara terbelah tiga dijual Rp 90 hingga Rp 100 ribu per kilogram.

"Alat kupas kulit mete itu sudah kita bantu. Tapi petani tidak mau repot. Mereka lebih memilih jual dengan kulit," terangnya.

Sementara lahan kebun kemiri kata dia, dari seluas 2.145 hektare kini sudah menyusut karena tanaman jagung. Terdapat di Kecamatan Wawo, Donggo dan Parado.

"Lahan kemiri susah dipertahankan, semasih jagung jadi komoditas unggulan," sesalnya.

Berbeda dengan lahan kebun kopi, justeru bertambah luas. Data terakhir seluas 1.016 hektare. Tersebar di Desa Oi Bura, Kecamatan Tambora dan Desa Bumi Pajo, Kecamatan Donggo.

"Begitu juga dengan kebun kelapa, tidak berkurang. Masih berada pada angka 2.184 hektare. Itu tersebar di Sape, Lambu dan Langgudu," pungkasnya. (red)

 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda