Pasar Lebaran Ama Hami Dibongkar, PKL Meradang - Bima News

Friday, 7 May 2021

Pasar Lebaran Ama Hami Dibongkar, PKL Meradang

PKL

Samsidar, PKL yang sebelumnya jualan di pasar lebaran Ama Hami, kini menjajakan barang dagangannya  di Lapangan Serasuba, Jumat sore(7/5).


BimaNews.id, KOTA BIMA-Baru berjalan empat hari, pasar lebaran di kawasan Ama Hami dibongkar dengan melibatkan aparat gabungan. Pembongkaran itu membuat sejumlah Pedagang Kaki Lima yang memanfaatkan akhir bulan puasa untuk mengais rezeki meradang. 

Bagaimana tidak, selain telah menghabiskan uang puluhan juta untuk membeli barang. PKL juga telah keluarkan biaya untuk menyewa tempat jualan Rp 600 ribu per lokal.

Samsidar, seorang PKL di pasar lebaran mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah membongkar pasar tersebut. Pembongkaran itu kata dia, tanpa ada pemberitahuan awal.

"Kalau alasannya  melanggar Prokes Covid-19, kenapa pasar lebaran dibuka?. Karena jika pasar lebaran tidak dibuka, praktis kita tidak akan beli banyak barang,’’ keluhnya pada media ini, Jumat (7/5).

Kalaupun dibubarkan kata dia, harusnya ada alternative lain diberikan pemerintah daerah. Sehingga barang yang terlanjur mereka beli bisa dijual lagi di tempat lain.

‘’Paling tidak kita dikasih kesempatan untuk jualan hingga akhir pekan. Supaya kita tidak terlalu rugi,’’ harap ibu tiga anak ini.

Setelah pasar lebaran dibongkar, saat ini Syamsidar pindah jualan ke Lapangan Serasuba bersama sejumlah PKL lain. Tempat mangkal mereka  sebelum pasar lebaran dibuka.

"Semoga saja jualan kita di Lapangan Serasuba laris manis seperti di pasar lebaran," harapnya.

Soal biaya sewa yang telah mereka bayar pada panitia pasar lebaran sebelumnya, berharap panitia mengembalikan sisanya. Karena Rp 600 ribu itu hitungan sewa selama 10 hari.

PKL lain, Dewi Rosmini selain khawatir rugi karena barang dagangannya masih banyak belum laku. Dia juga mengaku bingung dengan pembubaran pasar lebaran. Padahal sebelumya telah ada rekomendasi dari Sekda dan Polres Kota Bima.

Wanita asal Tambora ini  juga berharap, siswa sewa yang telah mereka bayar ke panitia pasar lembaran dikembalikan.

"Karena baru empat hari kita jualan di pasar lebaran. Paling tidak setengah dari uang sewa itu panitia kembalikan,’’ harapnya.

Ketua Panitia Pasar Lebaran, Herman saat dikonfirmasi tidak berkomentar banyak terkait sisa uang sewa yang telah dibayar PKL di Ama hami. Saat ini kata dia, pihaknya sedang koordinasi dengan pemerintah Kota Bima.

"Kalau soal rugi, bukan hanya PKL. Kita juga rugi,’’ katanya singkat. (jul)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda