Bima News

Kamis, 20 Agustus 2026

KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Hari Kemerdekaan Bagi Pahlawan Devisa

 

Bank NTB Syariah

bimanews.id– Dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Bank NTB Syariah memberikan kado spesial bagi para pahlawan devisa asal Nusa Tenggara Barat. Bank NTB Syariah secara resmi menjalin kerja sama dengan PT Wira Karitas dalam penjaminan penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Rabu (19/8/2026).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kantor Utama Bank NTB Syariah, Mataram, ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, H. Aidy Furqan, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Hj. Baiq Nelly Yuniarti, serta Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, Kadir. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas sinergi kuat antara pemerintah daerah, instansi pelindungan PMI, dan perbankan syariah daerah.

Direktur Utama PT Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menegaskan bahwa keberadaan PMI memiliki peran yang sangat penting, baik bagi perekonomian keluarga maupun negara. PMI merupakan wujud nyata pahlawan di masa sekarang yang bekerja banting tulang di negeri orang demi menafkahi keluarga sekaligus menyumbang devisa bagi negara.

Oleh karena itu, Bank NTB Syariah berkomitmen penuh (all out) mencari alternatif solusi untuk membantu para sahabat PMI menyiapkan segala kebutuhan dalam rangka keberangkatan bekerja ke luar negeri.

Di samping itu, Nazaruddin menyampaikan bahwa strategi pembiayaan bank daerah harus berakar kuat pada potensi ekonomi lokal, di mana NTB merupakan salah satu daerah pengirim PMI terbesar di Indonesia.

“Kalau kita bicara bank daerah, basisnya harus potensi ekonomi lokal. NTB ini bahkan mengalahkan provinsi besar di Jawa dalam hal jumlah pengiriman PMI ke luar negeri. Karena itu, kami istilahnya jemput bola,” ujar Nazaruddin, Rabu (19/8/2026).

Untuk tahap awal kerja sama ini, Bank NTB Syariah menyiapkan pembiayaan KUR PMI sebesar Rp9 juta per calon PMI dengan jangka waktu pengembalian (tenor) selama tujuh bulan. Ke depan, Bank NTB Syariah juga telah menyiapkan berbagai variasi skema pembiayaan lanjutan untuk mendukung penempatan kerja PMI ke kawasan yang lebih luas, termasuk ke Eropa.

“Untuk skema awal ini nilainya Rp9 juta dengan tenor tujuh bulan. Ke depan, banyak skema pembiayaan lain yang siap disalurkan. Termasuk untuk penempatan ke Eropa dengan skema delapan bulan, itu juga bisa kita biayai,” jelas Nazaruddin.

Melalui kemudahan KUR Syariah ini, Bank NTB Syariah berharap dapat meringankan beban biaya persiapan dan keberangkatan calon PMI, membebaskan masyarakat dari jeratan lembaga keuangan non-formal/rentenir, serta mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga pahlawan devisa di Tanah Air. (*) 

Senin, 03 Agustus 2026

Dukung Program Desa Berdaya NTB, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Budidaya Ayam Petelur untuk Masyarakat Desa Lendang Nangka Utara

Bank NTB Syariah


bimanews.id- Sebagai wujud komitmen nyata dalam mendorong percepatan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan, Bank NTB Syariah turut berpartisipasi aktif mendukung Program Desa Berdaya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi NTB.

Dalam keterlibatannya, Bank NTB Syariah menyerahkan Bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Budidaya Ayam Petelur kepada 20 orang penerima manfaat di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi warga serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat.

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Lombok Timur yang diwakili oleh Sekda masing-masing, pimpinan OJK Pusat dan Provinsi NTB, kepala dinas terkait, mitra lembaga keuangan lokal dan internasional (Astra Financial, PT SMF, WWB, ILO), serta jajaran Pemerintah Desa dan warga setempat.

Program ini menjadi bagian dari sinergi strategis antara OJK, Pemerintah Provinsi NTB, Bank NTB Syariah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal di tingkat desa.

Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menyampaikan bahwa keikutsertaan Bank NTB Syariah dalam program ini merupakan manifestasi dari fungsi sosial dan bisnis bank syariah untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat NTB.

"Bank NTB Syariah berkomitmen penuh untuk senantiasa hadir dan berkontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian daerah, khususnya melalui keterlibatan aktif pada Program Desa Berdaya bersama OJK dan Pemprov NTB. Penyaluran bantuan budidaya ayam petelur bagi 20 penerima manfaat di Desa Lendang Nangka Utara ini diharapkan menjadi stimulus ekonomi produktif yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, membuka lapangan usaha mandiri, serta mewujudkan kemandirian ekonomi desa berbasis prinsip syariah," ujar Adhi Susantio.

Lebih lanjut, Adhi Susantio menambahkan bahwa sektor usaha mikro dan peternakan rakyat memiliki potensi besar jika dikelola secara terstruktur dan berkelanjutan. Melalui bantuan sarana budidaya ayam petelur ini, para penerima manfaat diharapkan dapat mengelola usahanya secara optimal sehingga hasilnya mampu menopang kebutuhan keluarga sekaligus menggerakkan roda perekonomian di Desa Lendang Nangka Utara.

Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus memperluas jangkauan program-program pemberdayaan dan pendampingan keuangan inklusif, guna memastikan akselerasi kesejahteraan masyarakat NTB dapat terwujud secara merata hingga ke pelosok desa. (*) 

Kamis, 30 Juli 2026

Kampus Jangan Terjebak Mengajar Masa Lalu

Saatnya Ilmu Komunikasi Universitas Mataram Melahirkan Arsitek Peradaban Digital, Bukan Sekadar Pencari Kerja. 

Kampus
Oleh: Sukri Aruman, Sekretaris Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB. CEO Raymindo News Network (Jaringan Media Raya Maya Kreasindo)


Revolusi kecerdasan artifisial telah datang tanpa mengetuk pintu.

Ketika ruang redaksi mulai menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk menyusun berita, perusahaan memanfaatkan analisis data untuk membaca perilaku publik, dan algoritma media sosial menentukan arah opini masyarakat, masih banyak ruang kuliah yang mengajarkan komunikasi seolah dunia belum berubah.

Di sinilah tantangan terbesar pendidikan tinggi hari ini: apakah kampus akan menjadi pelopor perubahan atau justru benteng terakhir yang mempertahankan masa lalu?

Pertanyaan ini layak diajukan kepada seluruh program studi Ilmu Komunikasi di Indonesia, termasuk Universitas Mataram. Sebab, dunia kerja yang akan dimasuki mahasiswa lima tahun mendatang hampir pasti berbeda dengan dunia yang sedang diajarkan hari ini.

Banyak profesi akan hilang, tetapi jauh lebih banyak profesi baru yang akan lahir. Ironisnya, sebagian besar profesi tersebut belum masuk ke dalam struktur kurikulum perguruan tinggi.

Selama bertahun-tahun, pendidikan komunikasi berfokus pada jurnalistik, penyiaran, hubungan masyarakat, dan komunikasi pembangunan.

Bidang-bidang tersebut tetap penting sebagai fondasi keilmuan. Namun fondasi saja tidak cukup untuk membangun rumah yang mampu bertahan menghadapi badai disrupsi digital.

Ilmu komunikasi harus berani melampaui fungsi tradisionalnya dan menjadi disiplin yang memadukan teknologi, data, bisnis, kreativitas, serta etika dalam satu ekosistem pembelajaran.

Industri media memberikan pelajaran yang sangat jelas. Perusahaan pers tidak lagi bersaing hanya dalam kualitas berita, tetapi juga dalam kecepatan, kecerdasan analisis data, optimasi mesin pencari, distribusi multiplatform, kecerdasan buatan, hingga kemampuan membangun model bisnis yang berkelanjutan.

Wartawan tidak cukup hanya mampu menulis. Mereka dituntut memahami data, mengoperasikan perangkat digital, memverifikasi informasi berbasis teknologi, bahkan berkolaborasi dengan AI untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan akurasi dan etika.

Jika dunia industri berubah sedemikian cepat, mengapa kurikulum perguruan tinggi tidak ikut berlari? Mengapa mahasiswa masih lebih banyak mempelajari teori komunikasi dibandingkan keterampilan membangun media digital, mengelola data, memanfaatkan AI, atau menciptakan startup komunikasi?

Kesenjangan antara dunia akademik dan dunia industri semakin nyata. Kampus menghasilkan lulusan, sedangkan industri mencari kompetensi yang belum sepenuhnya diajarkan.

Di sinilah pentingnya membangun kemitraan yang sejajar antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nusa Tenggara Barat menawarkan perspektif yang layak dipertimbangkan.

 Sebagai organisasi perusahaan media siber yang menjadi konstituen Dewan Pers, JMSI tidak sekadar mewakili kepentingan perusahaan media, tetapi juga memahami perubahan lanskap komunikasi digital dari dalam. Pengalaman tersebut merupakan modal penting untuk memperkaya proses pembelajaran di kampus.

Kolaborasi yang dibutuhkan bukan sekadar menghadirkan praktisi sebagai dosen tamu. Yang jauh lebih penting adalah membangun teaching industry, yaitu menjadikan perusahaan media sebagai laboratorium pembelajaran tempat mahasiswa mengalami langsung dinamika ruang redaksi, strategi bisnis media, produksi konten lintas platform, pemanfaatan AI, hingga pengambilan keputusan editorial yang bertanggung jawab. Dengan cara ini, kampus tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk naluri profesional.

Universitas Mataram memiliki peluang besar menjadi pelopor di kawasan timur Indonesia dengan merancang kurikulum yang berorientasi pada masa depan.

Mata kuliah seperti Artificial Intelligence untuk Komunikasi, Manajemen Bisnis Media Digital, Data Journalism, Digital Broadcasting, Media Entrepreneurship, Multimedia Storytelling, Komunikasi Krisis Digital, hingga Hukum dan Etika Media Digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Kurikulum harus mempersiapkan mahasiswa menghadapi pekerjaan yang bahkan belum sepenuhnya terbentuk hari ini.

Lebih dari itu, paradigma pendidikan komunikasi juga perlu bergeser. Targetnya bukan sekadar menghasilkan sarjana yang siap melamar pekerjaan, melainkan melahirkan pencipta lapangan kerja, pendiri perusahaan media digital, konsultan komunikasi berbasis data, pengembang platform informasi, dan inovator yang mampu menciptakan solusi komunikasi bagi masyarakat.

Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, lulusan komunikasi seharusnya menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton.

Tentu saja, modernisasi kurikulum tidak boleh mengorbankan nilai-nilai dasar profesi. Teknologi boleh berubah, tetapi integritas tidak boleh bergeser.

AI mampu menyusun kalimat, tetapi tidak memiliki tanggung jawab moral. Algoritma dapat mempercepat distribusi informasi, tetapi tidak memiliki nurani.

Karena itu, etika jurnalistik, tanggung jawab sosial media, penghormatan terhadap hak asasi manusia, perlindungan data pribadi, dan komitmen pada kebenaran harus tetap menjadi jantung pendidikan komunikasi. Justru di era AI, nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting.

Universitas Mataram memiliki kesempatan untuk membangun identitas baru sebagai pusat pengembangan komunikasi digital yang berpijak pada kekuatan lokal dan berwawasan global. Nusa Tenggara Barat dengan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, serta dinamika demokrasi lokal dapat menjadi laboratorium hidup bagi pengembangan inovasi komunikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sudah saatnya kampus berhenti sekadar mengejar akreditasi dan mulai mengejar relevansi. Akreditasi adalah pengakuan administratif, sedangkan relevansi adalah ukuran apakah lulusan benar-benar dibutuhkan oleh zaman.

Sejarah selalu mencatat bahwa institusi pendidikan yang besar bukanlah yang paling lambat berubah, melainkan yang paling cepat membaca arah masa depan.

Pertanyaannya kini sederhana tetapi menentukan: apakah Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram akan menjadi pengikut perubahan, atau justru menjadi pelopor yang merancang masa depan komunikasi Indonesia?

Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan bukan hanya kualitas lulusan, tetapi juga kontribusi perguruan tinggi dalam membangun ekosistem informasi yang cerdas, beretika, dan berdaya saing di era kecerdasan artifisial.***

Selasa, 28 Juli 2026

Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

 

Bank NTB Syariah

bimanews.id-Mengukuhkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), Bank NTB Syariah berpartisipasi aktif dalam aksi penanaman mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Paremas, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank NTB Syariah ke-62.

Aksi hijau ini terwujud melalui kolaborasi dan sinergi bersama organisasi nirlaba Coral Reef Care yang berfokus pada perlindungan serta pelestarian ekosistem laut khususnya terumbu karang serta Indonesia Biru Foundation (IBF), NGO yang bergerak di bidang konservasi laut, edukasi literasi kelautan, dan pelibatan masyarakat secara inklusif.

Acara yang diinisiasi bersama Yayasan Bale Mangrove Lombok dan Pemerintah Desa Paremas tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Teknologi Informasi Bank NTB Syariah, Rully Feranata, serta disaksikan oleh perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB & Lombok Timur, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB & Lombok Timur, BPDAS Dodokan Moyosari, FORDAS NTB, akademisi, tokoh masyarakat, dan komunitas mitra pelestari lingkungan.

Dalam sambutannya, Direktur Teknologi Informasi Bank NTB Syariah, Rully Feranata, menyampaikan bahwa aksi hijau ini merupakan bentuk kontribusi nyata bank dalam menjaga keseimbangan alam sejalan dengan momentum hari ulang tahun.

"Kegiatan penanaman dan pelestarian mangrove pada hari ini terasa sangat istimewa bagi kami di Bank NTB Syariah. Selain sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kepedulian lingkungan dan keberlanjutan (Sustainability/ESG), aksi hijau hari ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Bank NTB Syariah ke-62 yang jatuh pada 5 Juli lalu," ujar Rully.

Rully menekankan bahwa di usia ke-62 tahun, fokus Bank NTB Syariah tidak hanya terbatas pada pengembangan bisnis finansial dan teknologi digital berbasis syariah, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan hidup.

"Di usia yang ke-62 tahun ini, Bank NTB Syariah tidak hanya berkomitmen untuk terus tumbuh dan bertransformasi memberikan pelayanan finansial berbasis syariah serta teknologi digital terbaik bagi masyarakat, tetapi kami juga ingin memastikan bahwa pertumbuhan lembaga ini berjalan selaras dengan kelestarian alam dan lingkungan sekitar," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya peranan kawasan pesisir dan keterlibatan lintas sektor untuk menjaga ekosistem alami. Mangrove dinilai memiliki fungsi vital sebagai benteng pertahanan pesisir, penyerap karbon, hingga penopang perekonomian masyarakat lokal.

"Semangat keberlanjutan ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak, baik pemerintah, komunitas pelestari lingkungan, akademisi, hingga sektor perbankan. Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah nyata dan komitmen berkelanjutan kita dalam menjaga serta merawat bumi untuk generasi masa depan," pungkas Rully.

Melalui penanaman pohon mangrove ini, Bank NTB Syariah bersama para mitra konservasi berharap dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi pelestarian kawasan pesisir dan ekosistem laut di Kabupaten Lombok Timur serta Nusa Tenggara Barat secara berkelanjutan. (*) 

Senin, 27 Juli 2026

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah & IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur.

Bank NTB syariah


bimanews.id– Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan masyarakat, Bank Jatim berkolaborasi dengan Bank NTB Syariah dan lembaga amil zakat Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) menyalurkan bantuan kacamata gratis bagi ratusan pelajar di Jawa Timur. Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut diselenggarakan di Kantor Bank Jatim Cabang Kediri, Kamis (23/7).

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Vice President Corporate Secretary Bank Jatim, Fenty Rischana, sebagai bagian dari rangkaian semarak peringatan HUT ke-65 Bank Jatim yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus.

Melalui program sinergi sosial ini, Bank NTB Syariah bersama Bank Jatim turut berkontribusi memberikan bantuan alat bantu penglihatan kepada 220 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di 16 kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk di wilayah Kediri Raya (Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Nganjuk, Ponorogo, Pacitan, dan sekitarnya).

Branch Manager Bank NTB Syariah KC Surabaya, Asrul Akbar, menyampaikan bahwa keterlibatan Bank NTB Syariah dalam kegiatan kepedulian sosial lintas daerah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan keberlanjutan perbankan syariah dalam menunjang masa depan generasi muda.

"Bank yang baik tidak hanya diukur dari kinerja keuangan saja, tetapi juga dari sejauh mana manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapat dukungan penuh agar mereka dapat belajar secara optimal tanpa terkendala masalah kesehatan fisik, khususnya penglihatan," ujar Asrul Akbar.

Proses pelaksanaan penyaluran bantuan dijalankan secara transparan dan tepat sasaran bersama IZI Jawa Timur melalui beberapa tahapan, mulai dari penyaringan (screening) awal calon penerima di sekolah-sekolah, dilanjutkan pemeriksaan medis mata secara mendalam, hingga penyerahan unit kacamata beserta perlengkapan alat tulis bagi para pelajar.

Langkah sinergis antar-Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah dan pihak sekolah. Banyak ditemukan kasus di mana para siswa mengalami kelainan refraksi mata (seperti minus atau silinder) yang selama ini tidak disadari dan mengganggu proses belajar mengajar di kelas.

Melalui kolaborasi kemitraan dan kepedulian sosial ini, Bank NTB Syariah berharap dapat terus memperluas jangkauan kebaikan serta memperkuat kerja sama strategis antar-BPD di Indonesia, guna mendorong terciptanya generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing tinggi.(*) 

Kamis, 02 Juli 2026

NTB Dapat Tambahan Jatah BSPS Tahun 2026, Menjadi 10 Ribu Unit

Rapat

bimanews.id– Upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperjuangkan tambahan bantuan rumah layak huni dari pemerintah pusat membuahkan hasil. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memastikan NTB memperoleh alokasi 10.000 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2026, meningkat signifikan dibandingkan alokasi tahun sebelumnya.

Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri PKP di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin (30/6) yang dihadiri Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri bersama sejumlah gubernur dan perwakilan pemerintah provinsi dari berbagai daerah.

Tambahan alokasi tersebut menjadi capaian penting bagi NTB. Pada tahun 2025, pemerintah pusat hanya mengalokasikan 1.610 unit BSPS untuk NTB. Memasuki tahun 2026, alokasi awal meningkat menjadi 6.418 unit. Namun, setelah pembahasan bersama Kementerian PKP, jumlah tersebut kembali bertambah menjadi 10.000 unit, atau meningkat lebih dari enam kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan alokasi ini menjadi angin segar bagi percepatan penanganan rumah tidak layak huni di NTB sekaligus memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh hunian yang layak, sehat, dan aman.

Dalam arahannya, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa Program BSPS tidak boleh dipandang hanya sebagai program pembangunan rumah. Menurutnya, bantuan tersebut harus menjadi bagian dari strategi besar pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga sehingga manfaat yang diterima masyarakat tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.

Karena itu, Menteri PKP meminta agar pelaksanaan BSPS di daerah diintegrasikan dengan program sertifikasi tanah gratis dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta dukungan permodalan usaha mikro melalui Permodalan Nasional Madani (PNM).

Melalui pola tersebut, penerima BSPS tidak hanya memperoleh rumah yang lebih layak, tetapi juga mendapatkan kepastian hukum atas kepemilikan aset serta akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Gubernur Sulawesi Barat, Gubernur Papua Barat Daya, Gubernur Gorontalo, Gubernur Riau, serta perwakilan pemerintah provinsi lainnya. Pertemuan itu menjadi forum sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.

Pemerintah Provinsi NTB menyambut positif keputusan pemerintah pusat tersebut dan siap menindaklanjuti arahan Menteri PKP dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota serta kementerian dan lembaga terkait. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan Program BSPS secara tepat sasaran sekaligus mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat di tingkat daerah.

Tambahan alokasi menjadi 10.000 unit merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat dalam mendukung percepatan penyediaan rumah layak huni di Nusa Tenggara Barat. Lebih dari itu, kebijakan tersebut diharapkan menjadi pengungkit lahirnya ekosistem pemberdayaan masyarakat yang memadukan penyediaan hunian, legalitas aset, akses permodalan, dan penguatan ekonomi keluarga sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB.(Kominfotik)

Jumat, 26 Juni 2026

Sembilan Parpol Lakukan Pemutakhiran pada Semester 1

KPU


bimanews.id- Sembilan Partai Politik Tingkat Kota Bima melakukan pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan pada semester I tahun 2026. Sembilan Parpol itu yakni, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Masyumi, Partai Nasdem, Partai Ummat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan). 

Ketua KPU Kota Bima, melalui Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Bima, Yety Safriati menjelaskan, setelah melakukan pemutakhiran data selama enam bulan terakhir, mulai Januari hingga Juni, Parpol  kemudian mengajukan hasil kepada KPU. Batas akhir pengajuan yang dilakukan oleh Partai Politik melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) tersebut pada tanggal 25 Juni 2026. 

Terhadap hasil pemutakhiran tersebut, lebih lanjut Yety menjelaskan, KPU melalui KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota melakukan verifikasi, untuk mengecek kesesuaian antara data Sipol dengan dokumen yang diunggah oleh Parpol pada Sipol. Verifikasi dilakukan  operator Sipol KPU Kota Bima tersebut diawasi langsung oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bima, pada hari Jum’at (26/6).

“Alhamdulillah, ada Sembilan Parpol yang mengajukan hasil pemutakhiran dan sudah kami verifikasi,” ujar Yety. 

Berdasarkan hasil verifikasi, ada beberapa partai politik yang status verifikasinya tidak sesuai. Hal itu disebabkan antara dokumen yang terunggah pada Sipol dengan Data Sipol, tidak sinkron. 

“Contohnya, ada yang mengunggah SK Kepengurusan yang baru, tanpa terlebih dahulu mengganti nomor SK pada Data Sipol. Sehingga, saat dilakukan verifikasi, statusnya menjadi tidak Sesuai. Ada juga nama pada struktur kepengurusan yang tidak sesuai dengan bidangnya,” beber Yety. 

Terhadap hasil verifikasi tersebut, selanjutnya KPU Kota Bima akan umumkan  pada Sipol, Media Sosial dan Papan Pengumuman KPU Kota Bima.

Yety berharap, pada kegiatan pemutakhiran data partai politik semester II tahun 2026, Partai Politik lebih teliti lagi dalam pengisian data maupun pengunggahan dokumen.

Karena menurut  dia, pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan ini merupakan pondasi utama bagi partai politik menghadapi tahapan pendafataran partai politik calon peserta Pemilu nanti. Ini merupakan kesempatan bagi partai politik untuk memperbaharui, memelihara dan merawat data baik itu kepengurusan, keanggotaan, maupun keterwakilan Perempuan. 

“Semoga kedepan, teman-teman Parpol bisa lebih teliti lagi dalam melakukan pemutakhiran data Parpol,” tutupnya. (red).

Senin, 22 Juni 2026

Bank NTB Syariah Kembali Jadi Penyalur KUR, Perluas Akses Pembiayaan UMKM dan Pekerja Migran Indonesia

Bank  NTB Syariah


bimanews.id– Bank NTB Syariah resmi kembali menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) KUR bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia. Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Melalui kerja sama tersebut, Bank NTB Syariah kembali dipercaya menjadi salah satu lembaga penyalur KUR nasional pada tahun 2026 setelah tidak memperoleh alokasi program KUR selama kurang lebih delapan tahun. Pada tahun ini, Bank NTB Syariah memperoleh plafon penyaluran KUR sebesar Rp40 miliar yang terdiri dari Rp30 miliar untuk sektor UMKM dan Rp10 miliar untuk pembiayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah merupakan peluang sekaligus amanah bagi Bank NTB Syariah untuk semakin memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan.

“Kami bersyukur Bank NTB Syariah kembali dipercaya menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat. Ini merupakan momentum penting bagi kami untuk memperluas akses pembiayaan kepada pelaku UMKM dan masyarakat produktif di Nusa Tenggara Barat. Kami ingin pembiayaan KUR yang disalurkan benar-benar mampu mendorong pertumbuhan usaha, meningkatkan daya saing UMKM, serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Nazaruddin.

Menurutnya, keberadaan KUR akan memperkuat ekosistem pembiayaan syariah yang selama ini telah dikembangkan Bank NTB Syariah, terutama bagi sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah seperti perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, industri kreatif, hingga sektor jasa.

Selain untuk pelaku UMKM, alokasi KUR bagi PMI juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri melalui pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan sesuai prinsip syariah. Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia melalui akses pembiayaan yang aman dan legal.

Bank NTB Syariah optimistis penyaluran KUR tahun 2026 dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan inklusi keuangan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Barat. Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan program KUR dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha yang membutuhkan dukungan permodalan.

Sebagai bank daerah berbasis syariah, Bank NTB Syariah berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan dan produk pembiayaan yang mudah diakses, kompetitif, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Amanah untuk Berkah Bermakna.manah untuk Berkah Bermakna. (*) 

Minggu, 21 Juni 2026

Pelestarian Mata Air Adat Menguat, JMSI NTB dan INTI Tanam Pohon di Kawasan Sakral Mualan Benyer

JMSI


bimanews.id–Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB bekerjasama dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Nusa Tenggara Barat, Forum Wartawan Lingkungan (FWL) dan Ikatan Keluarga Banyuwanti (IKAWANGI) Lombok melakukan giat penghijauan dan bakti sosial di Mualan Benyer Desa Telagawaru Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, Sabtu (20/6).

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan atas giat ritual budaya Molang Maliq Mualan Benyer yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa setempat bekerjasama dengan Perkumpulan Menduli Selayar Desa Telagawaru.

Sedikitnya ada 43 pohon terdiri dari Pohon Mahoni, Pohon Kupu Kupu, Palem, Ketapang Kencana dan Pohon Kenari ditanam sekitar Kawasan mata air Mualan Benyer yang sangat dijaga dan disakralkan warga sekitar dan bahkan sedang diusulkan sebagai Warisan Budaya tak Benda kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Dewan Pembina JMSI NTB Haji Rudi Hidayat mengungkapkan giat penghijauan dan bakti sosial merupakan program rutin yang dilaksanakan asosasi pemilik media siber NTB ini bekerjasama dengan Perhimpunan Indonesia  Tionghoa (INTI) Nusa Tenggara Barat. “Kali ini kita adakan penghijauan dan bakti sosial di Mualan Benyer Desa Telagawaru atas permintaan kawan-kawan dari Perkumpulan Menduli Selayar yang dipimpin Kang Akeu Surya Panji,”katanya.

Haji Rudi yang juga Sekretaris Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) menyampaikan terimakasih atas dukungan dari Pemerintah Desa Telagawaru, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda yang hadir dalam giat penghijauan dan bakti sosial.

Aksi penghijauan itu melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi sosial, komunitas budaya, insan pers, pegiat lingkungan hingga pemerintah desa. Kegiatan tersebut juga menjadi simbol kolaborasi dalam menjaga kelestarian alam dan warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

“Kehadiran kami disini merupakan bagian dari komitmen sosial dan lingkungan yang selama ini dijalankan. JMSI NTB dan INTI punya kesamaan misi khususnya pada kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini tidak ada yang berkaitan dengan politik,” ujarnya.

Menurut Rudi, kegiatan penghijauan dan bakti sosial yang dilakukan  JMSI dan INTI NTB bukan program sesaat tetapi rutin dijalankan  di berbagai wilayah Nusa Tenggara Barat.

Ia menyebut sebelumnya kegiatan Literasi media dan bakti sosial juga dilaksanakan  di Pondok Pesantren Azzainiyah Al-Majidiyah NW di Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur. 

Juga menanam sekitar 2.000 pohon cemara di kawasan Pantai Induk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.
Di kawasan Mualan Benyer, sebanyak 43 pohon ditanam sebagai simbol dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber mata air. Pohon yang ditanam dipilih dengan ukuran yang relatif besar untuk meningkatkan peluang tumbuh dan bertahan hidup.

“Perlu diingat, bahwa kami kalau menanam pohon biasanya yang sudah besar, karena tingkat hidupnya lebih besar lagi. Mudah-mudahan Allah SWT memberi izin kita, meridai kegiatan kita hari ini, dan memberkahi kita semua,” kata Rudi.

Hal senada diungkapkan Ketua Harian INTI NTB S Wijanarko yang mengaku cukup terkesan dengan keramahan warga Desa Telagawaru terutama ibu-ibu dan anak-anak yang sedang asyik mandi bareng di Mualan Benyer yang ternyata disakralkan warga setempat. 
"Semoga penanaman pohon yang kita laksanakan  hari ini akan membuat Mualan Benyer semakin lebih hijau dan sejuk. Pohonnya tumbuh kembang dengan baik demi  kelestarian air Mualan Benyer,"katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Telagawaru, Junaidi, menjelaskan Mata Air Mualan Benyer memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sumber air, tetapi juga menjadi pusat berbagai ritual adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Junaidi mengatakan masyarakat Telagawaru memandang Mualan Benyer sebagai ruang spiritual dan budaya yang harus dijaga bersama. Karena itu, upaya pelestarian lingkungan di kawasan tersebut memiliki makna yang sangat penting bagi keberlangsungan tradisi masyarakat.

“Selamat datang Bapak/Ibu yang hadir di tempat ini, Mata Air Mualan Benyer, Desa Telagawaru yang Alhamdulillah masyarakat mensakralkan sebagai pusat ritual adat sekaligus semangat untuk bersama-sama menjaga mata air ini. Karena hidup ini butuh keseimbangan,” ujarnya.

Menurut Junaidi, keseimbangan antara manusia dan alam menjadi prinsip yang terus dijaga masyarakat setempat. Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian mata air menjadi bagian dari tanggung jawab bersama warga desa.

Mualan Benyer selama ini menjadi lokasi berbagai prosesi adat seperti pengobatan tradisional, mandi pengantin, molang maliq bagi anak pertama, khitanan, hingga ritual budaya lainnya.

 Keberadaan mata air tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Telagawaru.

Ketua Perkumpulan Seni Menduli Selayar, Akeu Surya Panji, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap pelestarian lingkungan dan budaya di kawasan tersebut. 

Menurut Akeu, keterlibatan organisasi sosial dan masyarakat menjadi energi positif bagi keberlanjutan tradisi adat.

“Kami dari Lembaga Menduli Selayar mengucapkan rasa terima kasih atas kehadirannya dalam acara Molang Maliq Mualan Benyer, yang visinya antara lain dalam hal penghijauan dan pelestarian alam, sekaligus melestarikan ritual adat yang ada di sini. Semoga apa yang kita hajatkan dan niatkan ini diberkahi Allah SWT,” tuturnya.

Perkumpulan Seni Menduli Selayar selama ini aktif menjaga keberlangsungan kesenian tradisional Kebangru'an yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Komunitas tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami sejarah dan akar budaya lokal.

Kegiatan penghijauan dan bakti sosial di Mualan Benyer turut dihadiri Wakil Ketua INTI NTB S. Widjanarko, Ketua JMSI NTB H. Boy Mashudi, Sekretaris JMSI NTB Sukri Aruman, Anggota Dewan Pakar JMSI NTB Agus K. Saputra, Sekretaris Ikawangi Lombok Mansur, Ketua Forum Wartawan Lingkungan Indonesia (FWLI) NTB Saudi, serta perwakilan Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) PR Mataram.

“Kami dari Lembaga Menduli Selayar mengucapkan rasa terima kasih atas kehadirannya dalam acara Molang Maliq Mualan Benyer, yang visinya antara lain dalam hal penghijauan dan pelestarian alam, sekaligus melestarikan ritual adat yang ada di sini. Semoga apa yang kita hajatkan dan niatkan ini diberkahi Allah SWT,” tuturnya. 

Pada kesempatan tersebut,  dilakukan juga serahterima secara simbolis 50 bingkisan alas kaki dan mainan anak-anak kepada Sekretaris Desa Telagawaru, tokoh masyarakat, karang taruna dan perwakilan anak yang hadir di Mualan Benyer.

Penampilan karaoke Ketua JMSI NTB dan INTI semakin menyemarakkan suasana di penghujung acara seremonial sebelum dilanjutkan dengan penanaman pohon penghijauan di sejumlah titik di kawasan Mualan Benyer Desa Telagawaru. (red) 

Jumat, 12 Juni 2026

Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook

Bank NTB Syariah


bimanews.id– PT Bank NTB Syariah terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital sektor transportasi dan pariwisata daerah melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan PT Easybook Teknologi Indonesia terkait penggunaan rekening Bank NTB Syariah dalam Sistem Pembayaran Digital Easybook. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya percepatan implementasi sistem e-ticketing dan digitalisasi layanan transportasi di Pelabuhan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. 

Melalui kerja sama ini, Bank NTB Syariah akan menyediakan dukungan sistem pembayaran digital yang terintegrasi, meliputi penggunaan rekening Bank NTB Syariah, layanan QRIS, Virtual Account, serta integrasi sistem pembayaran yang mendukung transaksi tiket secara non-tunai pada platform Easybook. Kehadiran sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan, transparansi transaksi, serta kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang menggunakan transportasi laut dari dan menuju kawasan wisata Senggigi. 

Bank NTB Syariah

Direktur Dana dan Transaksi PT Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung ekosistem digital daerah sekaligus memperluas penggunaan layanan transaksi keuangan syariah di sektor pariwisata dan transportasi.

“Bank NTB Syariah menyambut baik kolaborasi dengan Easybook sebagai bagian dari upaya bersama menghadirkan layanan pembayaran yang lebih mudah, aman, dan efisien bagi masyarakat. Digitalisasi e-ticketing di Pelabuhan Senggigi tidak hanya meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi juga memperkuat ekosistem transaksi non-tunai yang transparan dan akuntabel. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi model pengembangan layanan digital pada sektor transportasi dan pariwisata di berbagai daerah lainnya di Nusa Tenggara Barat,” ujar Adhi.

Lebih lanjut, Adhi menjelaskan bahwa Bank NTB Syariah terus mendorong pemanfaatan layanan digital perbankan melalui berbagai kanal pembayaran yang terintegrasi guna mendukung transformasi digital pemerintah daerah, pelaku usaha, serta sektor-sektor strategis yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

PT Easybook Teknologi Indonesia sendiri merupakan perusahaan penyedia platform pemesanan tiket online dan sistem integrasi transportasi yang telah beroperasi di berbagai negara Asia Tenggara. Melalui sinergi ini, kedua belah pihak berkomitmen menghadirkan sistem pembayaran digital yang mendukung pengelolaan layanan transportasi yang modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. 

Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat implementasi digitalisasi layanan transportasi dan pariwisata di Kabupaten Lombok Barat, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah menuju tata kelola layanan publik yang semakin modern dan berbasis teknologi. (*) 

Rabu, 27 Mei 2026

Selasa, 26 Mei 2026

Bank NTB Syariah Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan di Kota Bima

Bank NTB Syariah


bimanews.id- PT Bank NTB Syariah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kota Bima dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi literasi dan inklusi keuangan syariah yang menyasar masyarakat serta calon nasabah baru di Kota Bima.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Manager Consumer Protection and Literacy Bank NTB Syariah, Muh. Nur Rahmat, A. Ir., S.E., perwakilan Kantor OJK Provinsi NTB Yan Anjas Pratama, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Bima, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Dikpora, Kepala Dinas Koperindag, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas PPPA, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Dinas Pariwisata, serta Camat dan Lurah se-Kota Bima.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima H. A. Rahman, S.E., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara TPKAD Kota Bima, PT Bank NTB Syariah, dan OJK Provinsi NTB dalam menghadirkan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Wali Kota Bima juga menekankan bahwa peningkatan literasi keuangan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, sekaligus mendukung penguatan sektor ekonomi masyarakat dan pelaku usaha agar dapat tumbuh lebih produktif serta berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Manager Consumer Protection and Literacy Bank NTB Syariah, Muh. Nur Rahmat, A. Ir., S.E., menyampaikan bahwa literasi keuangan syariah bukan hanya berkaitan dengan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan, namun juga bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Literasi keuangan syariah menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar semakin memahami manfaat dan penggunaan produk serta layanan keuangan syariah secara tepat. Melalui edukasi yang terus dilakukan, kami berharap masyarakat dapat mengelola keuangan dengan lebih baik, meningkatkan produktivitas usaha, serta memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman dan sesuai prinsip syariah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan, khususnya melalui penguatan UMKM dan perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Bank NTB Syariah meyakini bahwa kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan merupakan kunci penting dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif. Melalui sinergi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai layanan keuangan, namun juga semakin percaya dan memanfaatkan layanan keuangan formal untuk mendukung aktivitas ekonomi serta kebutuhan sehari-hari.

Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus memperluas program literasi dan edukasi keuangan syariah sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam menghadirkan layanan yang memberikan Berkah Bermakna bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (*) 

Senin, 25 Mei 2026

Bank NTB Syariah Tegaskan Layanan Pembiayaan Dilaksanakan Sesuai Ketentuan yang Berlaku

Bank NTB Syari'ah

bimanews.id— Bank NTB Syariah menegaskan bahwa proses layanan pembiayaan dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah, kebijakan internal Bank, serta ketentuan dan regulasi yang berlaku di industri perbankan.

Sehubungan dengan informasi yang berkembang di ruang publik terkait layanan pembiayaan Bank NTB Syariah yang disampaikan oleh nasabah atas nama Rudi Purtomo dan Suparman HMT, Bank menyampaikan bahwa terdapat sejumlah informasi yang berkembang mengenai mekanisme pembiayaan, perhitungan kewajiban nasabah, maupun administrasi dokumen akad yang perlu dipahami secara utuh sesuai data dan dokumen yang dimiliki Bank.

Bank menegaskan bahwa fasilitas pembiayaan yang diterima nasabah dilaksanakan melalui akad yang disepakati bersama antara Bank dan nasabah, termasuk terkait hak dan kewajiban para pihak, mekanisme pembayaran, jadwal angsuran, ketentuan pelunasan, serta administrasi dokumen pembiayaan. Proses tersebut dilaksanakan sesuai kebijakan dan prosedur yang berlaku, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta ketentuan dalam industri perbankan syariah.

Terkait informasi mengenai salinan akad pembiayaan dan jadwal angsuran, Bank menyampaikan bahwa dokumen dimaksud pada prinsipnya merupakan bagian dari hak nasabah sesuai mekanisme yang berlaku. Penyampaian dokumen kepada nasabah dilakukan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan sebagai bagian dari komitmen Bank dalam memberikan pelayanan yang profesional, akuntabel, serta berorientasi pada perlindungan nasabah.

Terkait pengajuan permohonan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) oleh Asosiasi Konsumen Anti Riba (AKAR) kepada DPRD Kabupaten Dompu terhadap PT Bank NTB Syariah, Bank menghormati mekanisme penyampaian aspirasi yang dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
 Pada prinsipnya, setiap penyampaian keberatan, pengaduan, maupun permintaan informasi dari nasabah akan ditindaklanjuti melalui mekanisme layanan yang tersedia dengan mengedepankan penyelesaian secara konstruktif dan proporsional.

Sebagai institusi perbankan syariah, Bank NTB Syariah terus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, serta perlindungan nasabah dalam aktivitas operasional dan layanan yang diberikan. Penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) juga menjadi landasan dalam menjalankan kegiatan usaha Bank.

Sehubungan dengan adanya proses hukum maupun penyampaian keberatan oleh pihak tertentu, Bank NTB Syariah menghormati setiap proses yang sedang berjalan. Bank juga akan bersikap kooperatif apabila diperlukan oleh otoritas yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bank mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses yang berlangsung serta mengedepankan informasi yang objektif dan berimbang.

Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dengan mengedepankan sumber informasi yang objektif dan terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Bank NTB Syariah akan terus berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat melalui layanan perbankan syariah yang amanah, profesional, dan berintegritas.(*) 


Kamis, 07 Mei 2026

Bank NTB Syariah Sukses Implementasikan QRIS Cross Border, Dorong Transaksi Global dari Korea hingga Singapore

Bank NTB Syari'ah


bimanews.id– Bank NTB Syariah terus memperkuat transformasi layanan digital dengan mencatatkan keberhasilan implementasi QRIS Cross Border, yang memungkinkan transaksi lintas negara berjalan dengan lancar. 

Melalui inovasi ini, nasabah dan merchant Bank NTB Syariah kini dapat melayani pembayaran dari berbagai negara seperti Korea Selatan, China, Malaysia, Thailand, dan Singapore secara mudah, cepat, dan aman.

Keberhasilan ini menjadi bagian dari komitmen Bank NTB Syariah dalam mendukung ekosistem pembayaran digital nasional yang terintegrasi secara global, sekaligus memperluas akses transaksi bagi sektor pariwisata dan pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat.

Mengusung semangat “Lokal ke Global”, Bank NTB Syariah menunjukkan bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) mampu bersaing secara teknologi dan menghadirkan layanan berstandar internasional.

QRIS Cross Border menjadi bukti nyata bahwa layanan keuangan daerah kini telah mendunia, sejalan dengan penguatan positioning NTB sebagai destinasi wisata global yang modern dan inklusif.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan:

“Keberhasilan implementasi QRIS Cross Border ini merupakan bagian dari inovasi tanpa batas yang terus kami dorong. Hal ini menunjukkan bahwa Bank NTB Syariah kini sejajar dengan bank nasional lainnya dalam hal teknologi pembayaran internasional. Kami melihat ini sebagai peluang besar untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memudahkan wisatawan asing bertransaksi secara cashless dengan aman dan nyaman tanpa perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.”

Beliau juga menambahkan bahwa langkah ini tidak hanya memperkuat layanan digital Bank NTB Syariah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui peningkatan transaksi di sektor pariwisata dan UMKM.

Dengan QRIS Cross Border, wisatawan mancanegara dapat melakukan pembayaran langsung menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya tanpa perlu menukar uang tunai. 

Hal ini memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kenyamanan bertransaksi di berbagai destinasi unggulan di NTB.

Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan asing, inovasi ini diharapkan mampu mendorong akselerasi transaksi non-tunai, memperkuat ekosistem ekonomi digital, serta meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun global.

Bank NTB Syariah akan terus menghadirkan inovasi layanan berbasis digital, termasuk optimalisasi QRIS dan penguatan platform RIMO (Rinjani Mobile Banking) sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan yang aman, mudah, dan sesuai prinsip syariah. (red) 

Selasa, 05 Mei 2026

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Pengangguran Terbuka Turun

 

Statistik

bimanews.id– Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat lonjakan signifikan pada Triwulan I-2026 dengan pertumbuhan mencapai 13,64 persen (year-on-year), sekaligus diikuti penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 2,99 persen. Capaian ini menegaskan posisi NTB sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi yang mulai berdampak langsung pada perbaikan kondisi ketenagakerjaan.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp52,62 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp29,68 triliun.

Pertumbuhan ekonomi yang kuat ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan yang melonjak 60,25 persen, seiring meningkatnya aktivitas smelter yang memberikan nilai tambah signifikan terhadap perekonomian daerah. Selain itu, sektor pertambangan dan penggalian juga tumbuh tinggi sebesar 31,80 persen, didukung peningkatan produksi konsentrat.

Dari sisi pengeluaran, ekspor menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan sangat tinggi sebesar 91,87 persen. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya ekspor komoditas tambang dan hasil industri pengolahan, yang pada periode yang sama tahun sebelumnya belum menunjukkan kinerja optimal.

Secara triwulanan (q-to-q), ekonomi NTB mengalami kontraksi sebesar 1,30 persen dibanding Triwulan IV-2025, yang lebih dipengaruhi faktor musiman pada sektor industri dan ekspor. Namun demikian, secara tahunan, kinerja ekonomi NTB tetap menunjukkan tren ekspansi yang kuat dan berkelanjutan.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, kondisi ketenagakerjaan NTB juga menunjukkan perbaikan yang nyata. Jumlah penduduk bekerja pada Februari 2026 tercatat sebanyak 3,14 juta orang, meningkat 51,20 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 32,86 persen, seiring meningkatnya aktivitas produksi dan luas panen. Di sisi lain, sektor industri pengolahan juga mulai menunjukkan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja baru.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 2,99 persen, turun 0,23 persen poin dibanding Februari 2025. Penurunan ini mencerminkan meningkatnya daya serap ekonomi terhadap tenaga kerja, terutama pada sektor produktif.

Kualitas ketenagakerjaan juga mengalami perbaikan, ditandai dengan meningkatnya proporsi pekerja formal menjadi 29,51 persen. Selain itu, penurunan angka setengah pengangguran menunjukkan semakin optimalnya pemanfaatan tenaga kerja di berbagai sektor ekonomi.

BPS NTB mencatat, penguatan sektor pertanian dan industri, termasuk dampak dari program strategis pemerintah, turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Secara keseluruhan, capaian ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi NTB tidak hanya tinggi secara statistik, tetapi juga mulai memberikan dampak konkret terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penurunan pengangguran dan membaiknya kualitas kerja. (Kominfotik)

Sabtu, 02 Mei 2026

Bank NTB Syariah Tegaskan Komitmen GCG dan Kepatuhan Hukum Terkait Isu di KC Dompu

Bank NTB


bimanews.id– Menanggapi pemberitaan yang beredar di masyarakat terkait adanya laporan nasabah terhadap layanan pembiayaan di Kantor Cabang (KC) Dompu, Bank NTB Syariah menyampaikan bahwa penanganan atas permasalahan tersebut telah dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan mekanisme internal bank serta ketentuan yang berlaku.

Branch Manager Bank NTB Syariah KC Dompu, Wawan Supryadi menyampaikan bahwa komunikasi dengan nasabah telah berlangsung sejak adanya penyampaian somasi yang dilakukan oleh nasabah dalam beberapa tahap.

“Kami telah menerima dan menindaklanjuti somasi yang disampaikan oleh nasabah secara bertahap, serta melakukan koordinasi internal dengan unit kerja terkait guna memastikan penanganan yang sesuai dengan ketentuan dan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

Nasabah telah menyampaikan somasi kepada Bank NTB Syariah KC Dompu, yang pada pokoknya memuat keberatan terkait aspek transparansi informasi pembiayaan, mekanisme perhitungan pembiayaan, serta kesesuaian akad.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bank NTB Syariah KC Dompu telah melakukan langkah-langkah antara lain berkoordinasi untuk memastikan pemenuhan hak nasabah termasuk penyampaian dokumen akad pembiayaan, serta koordinasi dengan unit Legal untuk advice atas informasi tersebut dan mitigasi risiko atas informasi yang berkembang.

Lebih lanjut, Bank NTB Syariah juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sebagai bagian dari upaya penyelesaian yang komprehensif dan konstruktif.

Dalam kesempatan tersebut, Wawan menegaskan bahwa seluruh layanan pembiayaan di Bank NTB Syariah dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah, ketentuan internal bank, serta berada dalam pengawasan regulator.

“Sebagai bagian dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), kami senantiasa mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta perlindungan nasabah dalam setiap layanan. Kami juga berkomitmen menjalankan operasional secara taat hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Sehubungan dengan adanya proses hukum yang sedang berjalan, Bank NTB Syariah menyatakan siap untuk bersikap kooperatif dan menghormati seluruh tahapan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, serta akan memberikan keterangan yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bank NTB Syariah juga tetap membuka ruang komunikasi yang konstruktif kepada nasabah guna mendorong penyelesaian yang baik melalui mekanisme yang tersedia.

Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak mudah terprovokasi dan tidak berspekulasi sebelum adanya kejelasan melalui proses yang sedang berjalan.

Bank NTB Syariah akan terus berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat dengan memberikan layanan perbankan syariah yang aman, profesional, dan berintegritas. (red) 

Jumat, 24 April 2026

Pemprov NTB Gandeng UNY, Perkuat SDM Berbasis Kampus

MoU


bimanews.id– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman MoU sebagai upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia, baik di NTB maupun dalam lingkup yang lebih luas.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam merumuskan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan. Beliau menyoroti pentingnya peran akademisi dalam mendukung pemerintah agar tidak terjebak pada pengambilan keputusan yang minim kajian.

"Pemerintah tidak boleh mengabaikan pandangan ilmiah. Karena itu, sinergi dengan kampus menjadi keharusan agar pembangunan berjalan lebih terarah dan berbasis pengetahuan," ujar gubernur. 

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk mendukung pengembangan Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebagai wilayah strategis masa depan NTB. Menurutnya, KLU memiliki potensi besar karena masih relatif baru dan belum mengalami kompleksitas persoalan tata kelola seperti daerah lain.

"KLU adalah kabupaten yang masih bisa ditata dari awal. Potensinya besar, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun sumber daya manusianya. Kehadiran kampus-kampus di sana akan menjadi magnet baru pembangunan dan ekonomi," pungkasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa keberagaman sosial dan budaya di KLU menjadi kekuatan tersendiri yang perlu didukung dengan pembangunan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Kehadiran UNY diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi sekaligus membuka peluang bagi masyarakat lokal untuk berkembang.

Penandatanganan MoU ini, lanjut Gubernur, menjadi momentum bersejarah karena merupakan kerja sama pertama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan UNY. Beliau berharap kolaborasi ini dapat segera direalisasikan dalam program-program konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

"Ini bukan sekedar penandatanganan, tetapi langkah awal untuk menghadirkan manfaat nyata bagi NTB dan UNY, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM," tegasnya.

Sementara itu, Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen UNY dalam mendukung pengembangan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya kawasan timur.

Beliau mengungkapkan bahwa UNY siap menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi NTB dalam rangka meningkatkan kualitas SDM melalui pengembangan pendidikan, riset, serta program-program kolaboratif lainnya.

"Kami hadir untuk membangun sinergi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ini menjadi komitmen kami untuk turut berkontribusi dalam pembangunan daerah," ungkapnya.

Rektor juga menambahkan bahwa UNY telah menyiapkan berbagai sumber daya, baik dari sisi akademik maupun kelembagaan, untuk mendukung implementasi kerja sama tersebut, termasuk kemungkinan pengembangan program studi dan fasilitas pendidikan di NTB.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah daerah, sekaligus mendorong percepatan pembangunan berbasis pengetahuan di Nusa Tenggara Barat. (cun/donny/kominfotik) 

Gandeng GOW Kota Mataram, Bank NTB Syariah Apresiasi Perempuan melalui Aksi Sosial di Momentum Hari Kartini 2026

 

Bank NTB Syari'ah

bimanews.id– Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PT Bank NTB Syariah bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mataram turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan peringatan yang dilaksanakan di Kota Mataram sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan oleh GOW Kota Mataram. Dalam momentum tersebut, Bank NTB Syariah menyalurkan bantuan sembako kepada para petugas kebersihan perempuan (pasukan kuning) yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan Kota Mataram. Aksi ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata para perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Aksi sosial ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian, namun juga refleksi atas semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini yang terus relevan hingga saat ini. Perempuan masa kini tidak hanya berperan dalam lingkup domestik, tetapi juga aktif dalam berbagai sektor strategis, termasuk ekonomi, sosial, dan pembangunan daerah.

Branch Manager Bank NTB Syariah KC Islamic Center, Ulvi Anowta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bank dalam menghadirkan nilai “Berkah Bermakna” bagi masyarakat.

“Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa peran perempuan sangat penting dalam membangun daerah yang lebih maju dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada para perempuan hebat yang seringkali bekerja di balik layar namun memiliki kontribusi besar bagi kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bank NTB Syariah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan, baik melalui program sosial, literasi keuangan, maupun akses terhadap layanan perbankan syariah yang inklusif. Dukungan ini juga menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan Bank NTB Syariah yang setiap tahunnya turut mendukung kegiatan organisasi perempuan di Kota Mataram, termasuk GOW sebagai wadah sinergi berbagai organisasi perempuan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bersama untuk terus memperkuat peran perempuan sebagai pilar penting dalam pembangunan, sejalan dengan semangat emansipasi yang diwariskan oleh Kartini kepada bangsa Indonesia. (red) 

Sabtu, 18 April 2026

Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

 

Zulmansyah

bimanews.id– Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Almarhum wafat akibat serangan jantung.

Berdasarkan keterangan Wakil Bendahara Umum PWI Pusat, Sumber Rajasa Ginting, almarhum sempat menghadiri acara Deklarasi Peluncuran Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) pada Jumat malam di Kampus LSPR, Jakarta.

Setelah kegiatan tersebut, Zulmansyah bersama sejumlah pengurus PWI lainnya melanjutkan makan malam di kawasan Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.

Sekitar pukul 21.00 WIB, ia tiba-tiba mengalami anfal dengan keluhan sesak dada hebat, lemas, hingga muntah-muntah. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Berdasarkan diagnosis dokter, almarhum mengalami serangan jantung, sejalan dengan riwayat penyakit jantung yang dimilikinya.

Pihak rumah sakit sempat merekomendasikan rujukan ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk penanganan lanjutan. Namun, di tengah upaya medis tersebut, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.10 WIB.

Sosok Aktivis Organisasi yang Tangguh

Kepergian Zulmansyah Sekedang merupakan kehilangan besar bagi PWI dan komunitas pers nasional. Almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah, riang, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia jurnalistik dan organisasi.

Rekam jejak pengabdiannya di PWI terbilang panjang dan signifikan, antara lain:

Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode (2017–2022 dan 2022–2027)

Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat hasil Kongres ke-24 di Bandung tahun 2023

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PWI Pusat dalam masa transisi organisasi

Ketua Umum PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa (KLB)

Sekretaris Jenderal PWI Pusat hasil Kongres Persatuan pada 29–30 Agustus 2025 di Cikarang, Jawa Barat

Dalam perjalanan organisasi, almarhum dikenal sebagai figur pemersatu yang berperan penting dalam mengakhiri dualisme kepengurusan PWI Pusat melalui Kongres Persatuan.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan duka mendalam atas kepergian sahabatnya itu.

"Kami kehilangan salah satu kader terbaik yang selalu total dalam bekerja untuk organisasi. Semangat dan dedikasi beliau akan selalu kami kenang," ujarnya, Sabtu (18/11).

Keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia memohon doa dari seluruh pengurus dan anggota, insan pers, serta masyarakat luas. (red

Ad Placement

Kota Bima

Bima

Dompu