Bima News

Jumat, 02 Oktober 2026

Mendikdasmen Terima Audiensi Bank NTB Syariah, Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan

Bank NTB


bimanews.id- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., menerima langsung audiensi jajaran PT Bank NTB Syariah dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi terkait peningkatan layanan transaksi keuangan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Audiensi tersebut dihadiri Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah Agus Suhendro dan Direktur Keuangan & Operasional Bank NTB Syariah Ajar Susanto Broto. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta, 1 Oktober 2026, itu membahas penguatan layanan perbankan bagi guru dan tenaga kependidikan, khususnya di Provinsi NTB.

Bank NTB Syariah sebelumnya telah diberikan kepercayaan untuk mengelola rekening gaji dan tunjangan sertifikasi sebanyak 54.395 guru di Provinsi NTB. Kepercayaan tersebut menjadi salah satu landasan bagi perseroan untuk terus mengoptimalkan layanan transaksi keuangan bagi guru dan tenaga kependidikan. 

Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, mengatakan audiensi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Kemendikdasmen, khususnya dalam meningkatkan layanan perbankan bagi ASN di sektor pendidikan.

“Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat sehingga layanan perbankan bagi guru dan tenaga kependidikan di Nusa Tenggara Barat semakin optimal dan mampu memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan,” ujar Agus.

Sementara itu, Direktur Keuangan & Operasional Bank NTB Syariah, Ajar Susanto Broto, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas layanan transaksi menjadi bagian penting dari komitmen Bank NTB Syariah dalam memberikan pengalaman layanan yang semakin mudah dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Audiensi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi Bank NTB Syariah dengan Kemendikdasmen sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan layanan perbankan bagi guru dan tenaga kependidikan di Provinsi NTB. (red) 

Rabu, 23 September 2026

Bersama Kementerian PKP, Bank NTB Syariah Optimalkan Peluang Pembiayaan Perumahan

 

Bank NTB Syariah

bimanews.id— Bank NTB Syariah terus memperkuat peran dalam mendukung program pemerintah di sektor perumahan melalui optimalisasi penyaluran pembiayaan perumahan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui koordinasi bersama Staf Ahli Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Industri dan Lingkungan, Riadi Arif Aladin, S.E., M.M., serta jajaran Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Mataram, Senin (21/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas optimalisasi penyaluran pembiayaan perumahan di NTB, termasuk evaluasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta peluang keikutsertaan Bank NTB Syariah dalam KUR Perumahan (KPP).

Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, mengatakan koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk melihat potensi pengembangan pembiayaan perumahan sekaligus memperkuat sinergi Bank NTB Syariah dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan di sektor perumahan.

“Kami melihat sektor pembiayaan perumahan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di NTB. Karena itu, koordinasi bersama Kementerian PKP dan BP Tapera ini menjadi momentum bagi Bank NTB Syariah untuk mengoptimalkan peluang tersebut. Setelah dipercaya menyalurkan KUR UMKM dan KUR PMI yang saat ini sudah berjalan, kami juga sedang mengajukan keikutsertaan sebagai penyalur KUR Perumahan,” ujar Agus.

Menurut Agus, peluang tersebut semakin terbuka dengan adanya alokasi 11.061 unit rumah untuk Provinsi NTB yang menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi ruang bagi Bank NTB Syariah untuk memperluas portofolio pembiayaan perumahan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan para pengembang di daerah.

“Dengan adanya potensi sekitar 11.061 unit rumah di NTB, kami melihat ruang yang besar untuk meningkatkan portofolio pembiayaan perumahan sekaligus memperluas kontribusi Bank NTB Syariah dalam mendukung program pemerintah, khususnya target pembangunan 3 juta rumah. Tentunya, kami akan menindaklanjuti peluang ini bersama Kementerian PKP, BP Tapera, dan para pengembang di NTB,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bank NTB Syariah juga memaparkan perkembangan penyaluran FLPP yang telah dilakukan sejak 2018. Pada 2026, Bank NTB Syariah memperoleh target penyaluran sebanyak 300 unit, dengan realisasi yang masih perlu terus ditingkatkan. Untuk mengejar target tersebut, Bank NTB Syariah akan memperkuat kerja sama dengan para pengembang serta memperluas pipeline pembiayaan perumahan. 

Selain FLPP, Bank NTB Syariah melihat KUR Perumahan sebagai peluang baru dalam memperluas pembiayaan di sektor perumahan. Skema tersebut dapat mendukung pembiayaan pada sisi penyedia maupun permintaan, termasuk pengembang, kontraktor perumahan, pedagang bahan bangunan, serta pelaku usaha yang menjalankan kegiatan usahanya berbasis rumah. 

Agus menambahkan, keikutsertaan Bank NTB Syariah dalam KUR Perumahan saat ini sedang diproses. Bank akan menindaklanjuti pengajuan tersebut sekaligus mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan agar dapat mengambil peran dalam penyaluran program tersebut di NTB.

“KUR Perumahan ini menjadi salah satu peluang yang sedang kami proses. Kami berharap ke depan Bank NTB Syariah dapat ikut mengambil bagian dalam skema ini, sehingga pembiayaan tidak hanya menyasar masyarakat yang membutuhkan rumah, tetapi juga mendukung ekosistem usaha di sektor perumahan,” ungkap Agus.

Dalam koordinasi tersebut, Kementerian PKP dan BP Tapera juga menyampaikan sejumlah kemudahan dalam skema FLPP, termasuk opsi tenor pembiayaan hingga 40 tahun. Bank NTB Syariah didorong untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat NTB terhadap skema pembiayaan dengan tenor tersebut. Selain itu, terdapat alokasi kuota 11.061 unit rumah untuk NTB yang dapat disalurkan melalui bank penyalur. 

Bagi Bank NTB Syariah, penguatan pembiayaan perumahan merupakan bentuk kontribusi dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan pemerintah.

“Kami ingin agar pengembangan pembiayaan perumahan ini memberikan manfaat yang lebih luas. Di satu sisi, ini merupakan peluang untuk memperkuat portofolio bisnis Bank NTB Syariah, dan di sisi lain menjadi bentuk dukungan kami terhadap upaya pemerintah menyediakan hunian bagi masyarakat melalui target pembangunan 3 juta rumah,” tutup Agus.(red) 

Senin, 14 September 2026

Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati

Bank NTB Syariah


bimanews.id– PT Bank NTB Syariah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor-sektor strategis di daerah, termasuk sektor kesehatan. Terbaru, Bank NTB Syariah melakukan penjajakan peluang kerja sama dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Permata Hati dalam rangka mendukung pengembangan layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PT Risa Permata Hati, Prof. Dr. Akram Arsyad Sukma, M.Si., beserta jajaran manajemen, serta Direktur Dana dan Transaksi PT Bank NTB Syariah, Adhi Susantio.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing institusi. Salah satu pembahasan mencakup rencana pengembangan dan ekspansi bisnis RSIA Permata Hati yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas serta kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan anak di Nusa Tenggara Barat.

Direktur Dana dan Transaksi PT Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menyampaikan bahwa penjajakan kerja sama tersebut membuka peluang pemanfaatan berbagai produk dan layanan perbankan syariah untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan bisnis RSIA Permata Hati sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, peluang kolaborasi juga dapat mencakup pemanfaatan layanan transaksi dan perbankan digital yang dapat mendukung pengelolaan keuangan secara lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

“Bank NTB Syariah berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan dan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Dalam pertemuan ini, kami membahas berbagai peluang sinergi yang dapat dikembangkan bersama RSIA Permata Hati, mulai dari layanan transaksi dan perbankan digital hingga solusi pembiayaan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku,” ujar Adhi Susantio.

Sementara itu, Direktur Utama PT Risa Permata Hati, Prof. Dr. Akram Arsyad Sukma, M.Si., menyambut positif pertemuan dan komunikasi yang telah dilakukan. Menurutnya, penjajakan sinergi dengan Bank NTB Syariah membuka peluang untuk mendukung agenda pengembangan fasilitas serta perluasan layanan RSIA Permata Hati ke depan.

“Kami menyambut baik komunikasi dan penjajakan yang dilakukan bersama Bank NTB Syariah. Kami berharap pembahasan ini dapat berkembang menjadi bentuk kerja sama yang saling memberikan manfaat dan mendukung agenda pengembangan layanan kesehatan yang kami rencanakan,” ungkap Prof. Akram.

Melalui pertemuan dan penjajakan ini, Bank NTB Syariah dan RSIA Permata Hati berharap dapat membangun peluang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Ke depan, sinergi yang dapat dikembangkan diharapkan turut memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan sektor kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Nusa Tenggara Barat, khususnya dalam layanan kesehatan ibu dan anak.(red) 

Sabtu, 29 Agustus 2026

Menuju Pelabuhan Perikanan Digital, Bank NTB Syariah dan Dinas Perikanan NTB Perkuat Ekosistem Pembayaran

Pelabuhan


bimanews.id- Upaya mendorong transformasi digital di sektor kelautan dan perikanan terus diperkuat melalui sinergi antara Dinas Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan PT Bank NTB Syariah. Kolaborasi tersebut diarahkan pada digitalisasi layanan pembayaran jasa pelabuhan perikanan, khususnya untuk aktivitas bongkar muat ikan.

Digitalisasi layanan pembayaran ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pelabuhan perikanan yang lebih modern, mudah, cepat, transparan, dan akuntabel. Melalui pemanfaatan layanan perbankan, proses pembayaran jasa kepelabuhanan diharapkan dapat dilakukan secara lebih praktis sekaligus memudahkan proses pencatatan dan monitoring transaksi.

Kepala Dinas Perikanan Provinsi NTB, Muslim, ST., M.Si., menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan di sektor perikanan.

“Digitalisasi layanan pembayaran jasa pelabuhan perikanan merupakan bagian dari upaya kami untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, transparan dan akuntabel kepada masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku usaha perikanan. Kami berharap sinergi dengan Bank NTB Syariah ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem layanan pelabuhan perikanan yang semakin modern dan terintegrasi,” ujar Muslim.

Pelabuhan

Menurutnya, digitalisasi juga diharapkan dapat memberikan kepastian dalam proses pembayaran sekaligus memperkuat sistem administrasi dan pengawasan penerimaan jasa pelabuhan.

“Dengan sistem pembayaran yang terdigitalisasi, setiap transaksi dapat tercatat dengan lebih baik sehingga memudahkan monitoring dan evaluasi. Ke depan, kami ingin agar digitalisasi ini tidak berhenti pada pembayaran saja, tetapi dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan layanan dalam ekosistem perikanan,” tambahnya._

Sementara itu, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Bank NTB Syariah, Ferry Ardiansyah, mengatakan bahwa Bank NTB Syariah siap mendukung transformasi digital yang dilakukan pemerintah daerah, khususnya dalam menghadirkan solusi pembayaran yang aman, mudah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

_“Bank NTB Syariah memiliki komitmen untuk terus mendukung digitalisasi layanan pemerintah daerah. Kami melihat sektor perikanan memiliki potensi ekonomi yang besar, sehingga diperlukan ekosistem transaksi yang efisien dan terintegrasi. Digitalisasi pembayaran jasa pelabuhan perikanan ini menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana layanan perbankan dapat memberikan manfaat langsung kepada pemerintah maupun masyarakat,” ungkap Ferry._

Ferry menambahkan, sinergi tersebut tidak hanya berorientasi pada kemudahan transaksi, tetapi juga pada penguatan tata kelola dan transparansi.

_“Kami ingin memastikan bahwa digitalisasi memberikan nilai tambah, bukan hanya dari sisi kecepatan dan kemudahan pembayaran, tetapi juga dari aspek transparansi, akuntabilitas, monitoring dan pengelolaan risiko. Karena itu, Bank NTB Syariah siap bersinergi dengan Dinas Perikanan NTB untuk membangun sistem yang sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan,”_ jelasnya.

Digitalisasi pembayaran jasa pelabuhan perikanan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak dalam ekosistem perikanan, mulai dari nelayan, pemilik kapal, pedagang ikan, pelaku usaha, pengelola pelabuhan hingga pemerintah daerah.

Dengan transaksi yang terdokumentasi secara digital, proses administrasi dapat dilakukan secara lebih efisien dan data transaksi dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari monitoring serta pengambilan keputusan.

Sinergi Dinas Perikanan Provinsi NTB dan Bank NTB Syariah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat transformasi digital dan inklusi keuangan di sektor kelautan dan perikanan. Kehadiran layanan pembayaran digital diharapkan dapat mendorong masyarakat perikanan untuk semakin familiar dengan transaksi non-tunai serta memanfaatkan layanan keuangan formal.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan menuju ekosistem layanan perikanan yang semakin terintegrasi, sehingga digitalisasi tidak hanya menghadirkan kemudahan pembayaran, tetapi juga mampu mendukung peningkatan efisiensi, transparansi, dan produktivitas sektor kelautan dan perikanan di Provinsi NTB. (red) 

Kamis, 27 Agustus 2026

Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis

Bank NTB Syariah


bimanews.id- Bank NTB Syariah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bertempat di Mataram.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Islam Al-Azhar, Dr. Ir. Muh. Ansyar, M.P., bersama Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Bank NTB Syariah, Ferry Ardiansyah.

Nota Kesepahaman ini menjadi landasan hukum dan payung kolaborasi bagi kedua belah pihak untuk bersinergi dalam pemanfaatan potensi dan sumber daya yang dimiliki. Ruang lingkup kerja sama mencakup penyelenggaraan bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, 

Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko PT Bank NTB Syariah, Ferry Ardiansyah, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen nyata Bank NTB Syariah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi serta penyiapan SDM yang unggul dan berdaya saing.

"Sinergi antara dunia perbankan syariah dan lembaga pendidikan tinggi seperti Universitas Islam Al-Azhar sangat penting. Kami berharap kolaborasi ini dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan industri keuangan syariah, serta kemajuan daerah," ujar Ferry Ardiansyah.

Sementara itu, pihak Universitas Islam Al-Azhar menyambut baik kemitraan ini sebagai langkah penting dalam mengoptimalkan peran perguruan tinggi untuk mencetak lulusan yang siap beradaptasi dengan kebutuhan industri keuangan syariah.

Melalui kesepakatan ini, implementasi dari setiap ruang lingkup kegiatan nantinya akan ditindaklanjuti secara teknis melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersendiri antara unit kerja dan fakultas terkait di lingkungan UNIZAR dengan unit di Bank NTB Syariah. (red) 

Senin, 24 Agustus 2026

Tanggap Bencana Kebakaran Desa Adat Sade, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Sembako.

Bank NTB Syariah


bimanews.id-Bank NTB Syariah bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa pasokan air bersih dan paket sembako bagi masyarakat terdampak musibah kebakaran di kawasan cagar budaya Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

​Aksi tanggap bencana ini direalisasikan melalui koordinasi jaringan kantor operasional Bank NTB Syariah di wilayah kerja terkait, yakni Kantor Cabang (KC) Praya dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pujut, guna memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

​Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Desa Adat Sade sekaligus menegaskan komitmen perbankan dalam mendampingi warga di masa darurat.

​"Kami atas nama manajemen dan seluruh insan Bank NTB Syariah menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Adat Sade. Sebagai bentuk kepedulian sosial dan keprihatinan kami, Bank NTB Syariah langsung bergerak menyalurkan bantuan pasokan air bersih serta paket sembako untuk meringankan beban kebutuhan pokok warga terdampak di pengungsian.

​Penyaluran bantuan ini kami jalankan melalui koordinasi antara Kantor Cabang Praya dan Kantor Cabang Pembantu Pujut sebagai unit kerja terdekat di wilayah operasional kami. Kami terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah, serta tokoh masyarakat setempat agar penanganan darurat dan proses pemulihan kawasan Sade dapat berlangsung dengan baik."

​Bantuan pasokan air bersih dan paket sembako tersebut difokuskan untuk pemenuhan gizi, ketersediaan sanitasi, serta konsumsi harian warga terdampak selama masa darurat. Bank NTB Syariah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memberikan dukungan pemulihan lanjutan bagi masyarakat terdampak. (red) 

Kamis, 20 Agustus 2026

KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Hari Kemerdekaan Bagi Pahlawan Devisa

 

Bank NTB Syariah

bimanews.id– Dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Bank NTB Syariah memberikan kado spesial bagi para pahlawan devisa asal Nusa Tenggara Barat. Bank NTB Syariah secara resmi menjalin kerja sama dengan PT Wira Karitas dalam penjaminan penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Rabu (19/8/2026).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kantor Utama Bank NTB Syariah, Mataram, ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, H. Aidy Furqan, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Hj. Baiq Nelly Yuniarti, serta Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, Kadir. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas sinergi kuat antara pemerintah daerah, instansi pelindungan PMI, dan perbankan syariah daerah.

Direktur Utama PT Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menegaskan bahwa keberadaan PMI memiliki peran yang sangat penting, baik bagi perekonomian keluarga maupun negara. PMI merupakan wujud nyata pahlawan di masa sekarang yang bekerja banting tulang di negeri orang demi menafkahi keluarga sekaligus menyumbang devisa bagi negara.

Oleh karena itu, Bank NTB Syariah berkomitmen penuh (all out) mencari alternatif solusi untuk membantu para sahabat PMI menyiapkan segala kebutuhan dalam rangka keberangkatan bekerja ke luar negeri.

Di samping itu, Nazaruddin menyampaikan bahwa strategi pembiayaan bank daerah harus berakar kuat pada potensi ekonomi lokal, di mana NTB merupakan salah satu daerah pengirim PMI terbesar di Indonesia.

“Kalau kita bicara bank daerah, basisnya harus potensi ekonomi lokal. NTB ini bahkan mengalahkan provinsi besar di Jawa dalam hal jumlah pengiriman PMI ke luar negeri. Karena itu, kami istilahnya jemput bola,” ujar Nazaruddin, Rabu (19/8/2026).

Untuk tahap awal kerja sama ini, Bank NTB Syariah menyiapkan pembiayaan KUR PMI sebesar Rp9 juta per calon PMI dengan jangka waktu pengembalian (tenor) selama tujuh bulan. Ke depan, Bank NTB Syariah juga telah menyiapkan berbagai variasi skema pembiayaan lanjutan untuk mendukung penempatan kerja PMI ke kawasan yang lebih luas, termasuk ke Eropa.

“Untuk skema awal ini nilainya Rp9 juta dengan tenor tujuh bulan. Ke depan, banyak skema pembiayaan lain yang siap disalurkan. Termasuk untuk penempatan ke Eropa dengan skema delapan bulan, itu juga bisa kita biayai,” jelas Nazaruddin.

Melalui kemudahan KUR Syariah ini, Bank NTB Syariah berharap dapat meringankan beban biaya persiapan dan keberangkatan calon PMI, membebaskan masyarakat dari jeratan lembaga keuangan non-formal/rentenir, serta mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga pahlawan devisa di Tanah Air. (*) 

Senin, 03 Agustus 2026

Dukung Program Desa Berdaya NTB, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Budidaya Ayam Petelur untuk Masyarakat Desa Lendang Nangka Utara

Bank NTB Syariah


bimanews.id- Sebagai wujud komitmen nyata dalam mendorong percepatan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan, Bank NTB Syariah turut berpartisipasi aktif mendukung Program Desa Berdaya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi NTB.

Dalam keterlibatannya, Bank NTB Syariah menyerahkan Bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Budidaya Ayam Petelur kepada 20 orang penerima manfaat di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi warga serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat.

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Lombok Timur yang diwakili oleh Sekda masing-masing, pimpinan OJK Pusat dan Provinsi NTB, kepala dinas terkait, mitra lembaga keuangan lokal dan internasional (Astra Financial, PT SMF, WWB, ILO), serta jajaran Pemerintah Desa dan warga setempat.

Program ini menjadi bagian dari sinergi strategis antara OJK, Pemerintah Provinsi NTB, Bank NTB Syariah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal di tingkat desa.

Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menyampaikan bahwa keikutsertaan Bank NTB Syariah dalam program ini merupakan manifestasi dari fungsi sosial dan bisnis bank syariah untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat NTB.

"Bank NTB Syariah berkomitmen penuh untuk senantiasa hadir dan berkontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian daerah, khususnya melalui keterlibatan aktif pada Program Desa Berdaya bersama OJK dan Pemprov NTB. Penyaluran bantuan budidaya ayam petelur bagi 20 penerima manfaat di Desa Lendang Nangka Utara ini diharapkan menjadi stimulus ekonomi produktif yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, membuka lapangan usaha mandiri, serta mewujudkan kemandirian ekonomi desa berbasis prinsip syariah," ujar Adhi Susantio.

Lebih lanjut, Adhi Susantio menambahkan bahwa sektor usaha mikro dan peternakan rakyat memiliki potensi besar jika dikelola secara terstruktur dan berkelanjutan. Melalui bantuan sarana budidaya ayam petelur ini, para penerima manfaat diharapkan dapat mengelola usahanya secara optimal sehingga hasilnya mampu menopang kebutuhan keluarga sekaligus menggerakkan roda perekonomian di Desa Lendang Nangka Utara.

Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus memperluas jangkauan program-program pemberdayaan dan pendampingan keuangan inklusif, guna memastikan akselerasi kesejahteraan masyarakat NTB dapat terwujud secara merata hingga ke pelosok desa. (*) 

Kamis, 30 Juli 2026

Kampus Jangan Terjebak Mengajar Masa Lalu

Saatnya Ilmu Komunikasi Universitas Mataram Melahirkan Arsitek Peradaban Digital, Bukan Sekadar Pencari Kerja. 

Kampus
Oleh: Sukri Aruman, Sekretaris Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB. CEO Raymindo News Network (Jaringan Media Raya Maya Kreasindo)


Revolusi kecerdasan artifisial telah datang tanpa mengetuk pintu.

Ketika ruang redaksi mulai menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk menyusun berita, perusahaan memanfaatkan analisis data untuk membaca perilaku publik, dan algoritma media sosial menentukan arah opini masyarakat, masih banyak ruang kuliah yang mengajarkan komunikasi seolah dunia belum berubah.

Di sinilah tantangan terbesar pendidikan tinggi hari ini: apakah kampus akan menjadi pelopor perubahan atau justru benteng terakhir yang mempertahankan masa lalu?

Pertanyaan ini layak diajukan kepada seluruh program studi Ilmu Komunikasi di Indonesia, termasuk Universitas Mataram. Sebab, dunia kerja yang akan dimasuki mahasiswa lima tahun mendatang hampir pasti berbeda dengan dunia yang sedang diajarkan hari ini.

Banyak profesi akan hilang, tetapi jauh lebih banyak profesi baru yang akan lahir. Ironisnya, sebagian besar profesi tersebut belum masuk ke dalam struktur kurikulum perguruan tinggi.

Selama bertahun-tahun, pendidikan komunikasi berfokus pada jurnalistik, penyiaran, hubungan masyarakat, dan komunikasi pembangunan.

Bidang-bidang tersebut tetap penting sebagai fondasi keilmuan. Namun fondasi saja tidak cukup untuk membangun rumah yang mampu bertahan menghadapi badai disrupsi digital.

Ilmu komunikasi harus berani melampaui fungsi tradisionalnya dan menjadi disiplin yang memadukan teknologi, data, bisnis, kreativitas, serta etika dalam satu ekosistem pembelajaran.

Industri media memberikan pelajaran yang sangat jelas. Perusahaan pers tidak lagi bersaing hanya dalam kualitas berita, tetapi juga dalam kecepatan, kecerdasan analisis data, optimasi mesin pencari, distribusi multiplatform, kecerdasan buatan, hingga kemampuan membangun model bisnis yang berkelanjutan.

Wartawan tidak cukup hanya mampu menulis. Mereka dituntut memahami data, mengoperasikan perangkat digital, memverifikasi informasi berbasis teknologi, bahkan berkolaborasi dengan AI untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan akurasi dan etika.

Jika dunia industri berubah sedemikian cepat, mengapa kurikulum perguruan tinggi tidak ikut berlari? Mengapa mahasiswa masih lebih banyak mempelajari teori komunikasi dibandingkan keterampilan membangun media digital, mengelola data, memanfaatkan AI, atau menciptakan startup komunikasi?

Kesenjangan antara dunia akademik dan dunia industri semakin nyata. Kampus menghasilkan lulusan, sedangkan industri mencari kompetensi yang belum sepenuhnya diajarkan.

Di sinilah pentingnya membangun kemitraan yang sejajar antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nusa Tenggara Barat menawarkan perspektif yang layak dipertimbangkan.

 Sebagai organisasi perusahaan media siber yang menjadi konstituen Dewan Pers, JMSI tidak sekadar mewakili kepentingan perusahaan media, tetapi juga memahami perubahan lanskap komunikasi digital dari dalam. Pengalaman tersebut merupakan modal penting untuk memperkaya proses pembelajaran di kampus.

Kolaborasi yang dibutuhkan bukan sekadar menghadirkan praktisi sebagai dosen tamu. Yang jauh lebih penting adalah membangun teaching industry, yaitu menjadikan perusahaan media sebagai laboratorium pembelajaran tempat mahasiswa mengalami langsung dinamika ruang redaksi, strategi bisnis media, produksi konten lintas platform, pemanfaatan AI, hingga pengambilan keputusan editorial yang bertanggung jawab. Dengan cara ini, kampus tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk naluri profesional.

Universitas Mataram memiliki peluang besar menjadi pelopor di kawasan timur Indonesia dengan merancang kurikulum yang berorientasi pada masa depan.

Mata kuliah seperti Artificial Intelligence untuk Komunikasi, Manajemen Bisnis Media Digital, Data Journalism, Digital Broadcasting, Media Entrepreneurship, Multimedia Storytelling, Komunikasi Krisis Digital, hingga Hukum dan Etika Media Digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Kurikulum harus mempersiapkan mahasiswa menghadapi pekerjaan yang bahkan belum sepenuhnya terbentuk hari ini.

Lebih dari itu, paradigma pendidikan komunikasi juga perlu bergeser. Targetnya bukan sekadar menghasilkan sarjana yang siap melamar pekerjaan, melainkan melahirkan pencipta lapangan kerja, pendiri perusahaan media digital, konsultan komunikasi berbasis data, pengembang platform informasi, dan inovator yang mampu menciptakan solusi komunikasi bagi masyarakat.

Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, lulusan komunikasi seharusnya menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton.

Tentu saja, modernisasi kurikulum tidak boleh mengorbankan nilai-nilai dasar profesi. Teknologi boleh berubah, tetapi integritas tidak boleh bergeser.

AI mampu menyusun kalimat, tetapi tidak memiliki tanggung jawab moral. Algoritma dapat mempercepat distribusi informasi, tetapi tidak memiliki nurani.

Karena itu, etika jurnalistik, tanggung jawab sosial media, penghormatan terhadap hak asasi manusia, perlindungan data pribadi, dan komitmen pada kebenaran harus tetap menjadi jantung pendidikan komunikasi. Justru di era AI, nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting.

Universitas Mataram memiliki kesempatan untuk membangun identitas baru sebagai pusat pengembangan komunikasi digital yang berpijak pada kekuatan lokal dan berwawasan global. Nusa Tenggara Barat dengan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, serta dinamika demokrasi lokal dapat menjadi laboratorium hidup bagi pengembangan inovasi komunikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sudah saatnya kampus berhenti sekadar mengejar akreditasi dan mulai mengejar relevansi. Akreditasi adalah pengakuan administratif, sedangkan relevansi adalah ukuran apakah lulusan benar-benar dibutuhkan oleh zaman.

Sejarah selalu mencatat bahwa institusi pendidikan yang besar bukanlah yang paling lambat berubah, melainkan yang paling cepat membaca arah masa depan.

Pertanyaannya kini sederhana tetapi menentukan: apakah Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram akan menjadi pengikut perubahan, atau justru menjadi pelopor yang merancang masa depan komunikasi Indonesia?

Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan bukan hanya kualitas lulusan, tetapi juga kontribusi perguruan tinggi dalam membangun ekosistem informasi yang cerdas, beretika, dan berdaya saing di era kecerdasan artifisial.***

Selasa, 28 Juli 2026

Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

 

Bank NTB Syariah

bimanews.id-Mengukuhkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), Bank NTB Syariah berpartisipasi aktif dalam aksi penanaman mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Paremas, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank NTB Syariah ke-62.

Aksi hijau ini terwujud melalui kolaborasi dan sinergi bersama organisasi nirlaba Coral Reef Care yang berfokus pada perlindungan serta pelestarian ekosistem laut khususnya terumbu karang serta Indonesia Biru Foundation (IBF), NGO yang bergerak di bidang konservasi laut, edukasi literasi kelautan, dan pelibatan masyarakat secara inklusif.

Acara yang diinisiasi bersama Yayasan Bale Mangrove Lombok dan Pemerintah Desa Paremas tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Teknologi Informasi Bank NTB Syariah, Rully Feranata, serta disaksikan oleh perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB & Lombok Timur, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB & Lombok Timur, BPDAS Dodokan Moyosari, FORDAS NTB, akademisi, tokoh masyarakat, dan komunitas mitra pelestari lingkungan.

Dalam sambutannya, Direktur Teknologi Informasi Bank NTB Syariah, Rully Feranata, menyampaikan bahwa aksi hijau ini merupakan bentuk kontribusi nyata bank dalam menjaga keseimbangan alam sejalan dengan momentum hari ulang tahun.

"Kegiatan penanaman dan pelestarian mangrove pada hari ini terasa sangat istimewa bagi kami di Bank NTB Syariah. Selain sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kepedulian lingkungan dan keberlanjutan (Sustainability/ESG), aksi hijau hari ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Bank NTB Syariah ke-62 yang jatuh pada 5 Juli lalu," ujar Rully.

Rully menekankan bahwa di usia ke-62 tahun, fokus Bank NTB Syariah tidak hanya terbatas pada pengembangan bisnis finansial dan teknologi digital berbasis syariah, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan hidup.

"Di usia yang ke-62 tahun ini, Bank NTB Syariah tidak hanya berkomitmen untuk terus tumbuh dan bertransformasi memberikan pelayanan finansial berbasis syariah serta teknologi digital terbaik bagi masyarakat, tetapi kami juga ingin memastikan bahwa pertumbuhan lembaga ini berjalan selaras dengan kelestarian alam dan lingkungan sekitar," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya peranan kawasan pesisir dan keterlibatan lintas sektor untuk menjaga ekosistem alami. Mangrove dinilai memiliki fungsi vital sebagai benteng pertahanan pesisir, penyerap karbon, hingga penopang perekonomian masyarakat lokal.

"Semangat keberlanjutan ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak, baik pemerintah, komunitas pelestari lingkungan, akademisi, hingga sektor perbankan. Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah nyata dan komitmen berkelanjutan kita dalam menjaga serta merawat bumi untuk generasi masa depan," pungkas Rully.

Melalui penanaman pohon mangrove ini, Bank NTB Syariah bersama para mitra konservasi berharap dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi pelestarian kawasan pesisir dan ekosistem laut di Kabupaten Lombok Timur serta Nusa Tenggara Barat secara berkelanjutan. (*) 

Senin, 27 Juli 2026

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah & IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur.

Bank NTB syariah


bimanews.id– Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan masyarakat, Bank Jatim berkolaborasi dengan Bank NTB Syariah dan lembaga amil zakat Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) menyalurkan bantuan kacamata gratis bagi ratusan pelajar di Jawa Timur. Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut diselenggarakan di Kantor Bank Jatim Cabang Kediri, Kamis (23/7).

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Vice President Corporate Secretary Bank Jatim, Fenty Rischana, sebagai bagian dari rangkaian semarak peringatan HUT ke-65 Bank Jatim yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus.

Melalui program sinergi sosial ini, Bank NTB Syariah bersama Bank Jatim turut berkontribusi memberikan bantuan alat bantu penglihatan kepada 220 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di 16 kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk di wilayah Kediri Raya (Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Nganjuk, Ponorogo, Pacitan, dan sekitarnya).

Branch Manager Bank NTB Syariah KC Surabaya, Asrul Akbar, menyampaikan bahwa keterlibatan Bank NTB Syariah dalam kegiatan kepedulian sosial lintas daerah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan keberlanjutan perbankan syariah dalam menunjang masa depan generasi muda.

"Bank yang baik tidak hanya diukur dari kinerja keuangan saja, tetapi juga dari sejauh mana manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapat dukungan penuh agar mereka dapat belajar secara optimal tanpa terkendala masalah kesehatan fisik, khususnya penglihatan," ujar Asrul Akbar.

Proses pelaksanaan penyaluran bantuan dijalankan secara transparan dan tepat sasaran bersama IZI Jawa Timur melalui beberapa tahapan, mulai dari penyaringan (screening) awal calon penerima di sekolah-sekolah, dilanjutkan pemeriksaan medis mata secara mendalam, hingga penyerahan unit kacamata beserta perlengkapan alat tulis bagi para pelajar.

Langkah sinergis antar-Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah dan pihak sekolah. Banyak ditemukan kasus di mana para siswa mengalami kelainan refraksi mata (seperti minus atau silinder) yang selama ini tidak disadari dan mengganggu proses belajar mengajar di kelas.

Melalui kolaborasi kemitraan dan kepedulian sosial ini, Bank NTB Syariah berharap dapat terus memperluas jangkauan kebaikan serta memperkuat kerja sama strategis antar-BPD di Indonesia, guna mendorong terciptanya generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing tinggi.(*) 

Kamis, 02 Juli 2026

NTB Dapat Tambahan Jatah BSPS Tahun 2026, Menjadi 10 Ribu Unit

Rapat

bimanews.id– Upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperjuangkan tambahan bantuan rumah layak huni dari pemerintah pusat membuahkan hasil. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memastikan NTB memperoleh alokasi 10.000 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun 2026, meningkat signifikan dibandingkan alokasi tahun sebelumnya.

Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri PKP di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin (30/6) yang dihadiri Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri bersama sejumlah gubernur dan perwakilan pemerintah provinsi dari berbagai daerah.

Tambahan alokasi tersebut menjadi capaian penting bagi NTB. Pada tahun 2025, pemerintah pusat hanya mengalokasikan 1.610 unit BSPS untuk NTB. Memasuki tahun 2026, alokasi awal meningkat menjadi 6.418 unit. Namun, setelah pembahasan bersama Kementerian PKP, jumlah tersebut kembali bertambah menjadi 10.000 unit, atau meningkat lebih dari enam kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan alokasi ini menjadi angin segar bagi percepatan penanganan rumah tidak layak huni di NTB sekaligus memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh hunian yang layak, sehat, dan aman.

Dalam arahannya, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa Program BSPS tidak boleh dipandang hanya sebagai program pembangunan rumah. Menurutnya, bantuan tersebut harus menjadi bagian dari strategi besar pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga sehingga manfaat yang diterima masyarakat tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.

Karena itu, Menteri PKP meminta agar pelaksanaan BSPS di daerah diintegrasikan dengan program sertifikasi tanah gratis dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta dukungan permodalan usaha mikro melalui Permodalan Nasional Madani (PNM).

Melalui pola tersebut, penerima BSPS tidak hanya memperoleh rumah yang lebih layak, tetapi juga mendapatkan kepastian hukum atas kepemilikan aset serta akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Gubernur Sulawesi Barat, Gubernur Papua Barat Daya, Gubernur Gorontalo, Gubernur Riau, serta perwakilan pemerintah provinsi lainnya. Pertemuan itu menjadi forum sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.

Pemerintah Provinsi NTB menyambut positif keputusan pemerintah pusat tersebut dan siap menindaklanjuti arahan Menteri PKP dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota serta kementerian dan lembaga terkait. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan Program BSPS secara tepat sasaran sekaligus mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat di tingkat daerah.

Tambahan alokasi menjadi 10.000 unit merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat dalam mendukung percepatan penyediaan rumah layak huni di Nusa Tenggara Barat. Lebih dari itu, kebijakan tersebut diharapkan menjadi pengungkit lahirnya ekosistem pemberdayaan masyarakat yang memadukan penyediaan hunian, legalitas aset, akses permodalan, dan penguatan ekonomi keluarga sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB.(Kominfotik)

Jumat, 26 Juni 2026

Sembilan Parpol Lakukan Pemutakhiran pada Semester 1

KPU


bimanews.id- Sembilan Partai Politik Tingkat Kota Bima melakukan pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan pada semester I tahun 2026. Sembilan Parpol itu yakni, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Masyumi, Partai Nasdem, Partai Ummat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan). 

Ketua KPU Kota Bima, melalui Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Bima, Yety Safriati menjelaskan, setelah melakukan pemutakhiran data selama enam bulan terakhir, mulai Januari hingga Juni, Parpol  kemudian mengajukan hasil kepada KPU. Batas akhir pengajuan yang dilakukan oleh Partai Politik melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) tersebut pada tanggal 25 Juni 2026. 

Terhadap hasil pemutakhiran tersebut, lebih lanjut Yety menjelaskan, KPU melalui KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota melakukan verifikasi, untuk mengecek kesesuaian antara data Sipol dengan dokumen yang diunggah oleh Parpol pada Sipol. Verifikasi dilakukan  operator Sipol KPU Kota Bima tersebut diawasi langsung oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bima, pada hari Jum’at (26/6).

“Alhamdulillah, ada Sembilan Parpol yang mengajukan hasil pemutakhiran dan sudah kami verifikasi,” ujar Yety. 

Berdasarkan hasil verifikasi, ada beberapa partai politik yang status verifikasinya tidak sesuai. Hal itu disebabkan antara dokumen yang terunggah pada Sipol dengan Data Sipol, tidak sinkron. 

“Contohnya, ada yang mengunggah SK Kepengurusan yang baru, tanpa terlebih dahulu mengganti nomor SK pada Data Sipol. Sehingga, saat dilakukan verifikasi, statusnya menjadi tidak Sesuai. Ada juga nama pada struktur kepengurusan yang tidak sesuai dengan bidangnya,” beber Yety. 

Terhadap hasil verifikasi tersebut, selanjutnya KPU Kota Bima akan umumkan  pada Sipol, Media Sosial dan Papan Pengumuman KPU Kota Bima.

Yety berharap, pada kegiatan pemutakhiran data partai politik semester II tahun 2026, Partai Politik lebih teliti lagi dalam pengisian data maupun pengunggahan dokumen.

Karena menurut  dia, pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan ini merupakan pondasi utama bagi partai politik menghadapi tahapan pendafataran partai politik calon peserta Pemilu nanti. Ini merupakan kesempatan bagi partai politik untuk memperbaharui, memelihara dan merawat data baik itu kepengurusan, keanggotaan, maupun keterwakilan Perempuan. 

“Semoga kedepan, teman-teman Parpol bisa lebih teliti lagi dalam melakukan pemutakhiran data Parpol,” tutupnya. (red).

Senin, 22 Juni 2026

Bank NTB Syariah Kembali Jadi Penyalur KUR, Perluas Akses Pembiayaan UMKM dan Pekerja Migran Indonesia

Bank  NTB Syariah


bimanews.id– Bank NTB Syariah resmi kembali menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) KUR bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia. Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Melalui kerja sama tersebut, Bank NTB Syariah kembali dipercaya menjadi salah satu lembaga penyalur KUR nasional pada tahun 2026 setelah tidak memperoleh alokasi program KUR selama kurang lebih delapan tahun. Pada tahun ini, Bank NTB Syariah memperoleh plafon penyaluran KUR sebesar Rp40 miliar yang terdiri dari Rp30 miliar untuk sektor UMKM dan Rp10 miliar untuk pembiayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah merupakan peluang sekaligus amanah bagi Bank NTB Syariah untuk semakin memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan.

“Kami bersyukur Bank NTB Syariah kembali dipercaya menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat. Ini merupakan momentum penting bagi kami untuk memperluas akses pembiayaan kepada pelaku UMKM dan masyarakat produktif di Nusa Tenggara Barat. Kami ingin pembiayaan KUR yang disalurkan benar-benar mampu mendorong pertumbuhan usaha, meningkatkan daya saing UMKM, serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Nazaruddin.

Menurutnya, keberadaan KUR akan memperkuat ekosistem pembiayaan syariah yang selama ini telah dikembangkan Bank NTB Syariah, terutama bagi sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah seperti perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, industri kreatif, hingga sektor jasa.

Selain untuk pelaku UMKM, alokasi KUR bagi PMI juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri melalui pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan sesuai prinsip syariah. Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia melalui akses pembiayaan yang aman dan legal.

Bank NTB Syariah optimistis penyaluran KUR tahun 2026 dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan inklusi keuangan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Barat. Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan program KUR dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha yang membutuhkan dukungan permodalan.

Sebagai bank daerah berbasis syariah, Bank NTB Syariah berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan dan produk pembiayaan yang mudah diakses, kompetitif, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Amanah untuk Berkah Bermakna.manah untuk Berkah Bermakna. (*) 

Minggu, 21 Juni 2026

Pelestarian Mata Air Adat Menguat, JMSI NTB dan INTI Tanam Pohon di Kawasan Sakral Mualan Benyer

JMSI


bimanews.id–Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB bekerjasama dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Nusa Tenggara Barat, Forum Wartawan Lingkungan (FWL) dan Ikatan Keluarga Banyuwanti (IKAWANGI) Lombok melakukan giat penghijauan dan bakti sosial di Mualan Benyer Desa Telagawaru Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, Sabtu (20/6).

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan atas giat ritual budaya Molang Maliq Mualan Benyer yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa setempat bekerjasama dengan Perkumpulan Menduli Selayar Desa Telagawaru.

Sedikitnya ada 43 pohon terdiri dari Pohon Mahoni, Pohon Kupu Kupu, Palem, Ketapang Kencana dan Pohon Kenari ditanam sekitar Kawasan mata air Mualan Benyer yang sangat dijaga dan disakralkan warga sekitar dan bahkan sedang diusulkan sebagai Warisan Budaya tak Benda kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Dewan Pembina JMSI NTB Haji Rudi Hidayat mengungkapkan giat penghijauan dan bakti sosial merupakan program rutin yang dilaksanakan asosasi pemilik media siber NTB ini bekerjasama dengan Perhimpunan Indonesia  Tionghoa (INTI) Nusa Tenggara Barat. “Kali ini kita adakan penghijauan dan bakti sosial di Mualan Benyer Desa Telagawaru atas permintaan kawan-kawan dari Perkumpulan Menduli Selayar yang dipimpin Kang Akeu Surya Panji,”katanya.

Haji Rudi yang juga Sekretaris Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) menyampaikan terimakasih atas dukungan dari Pemerintah Desa Telagawaru, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda yang hadir dalam giat penghijauan dan bakti sosial.

Aksi penghijauan itu melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi sosial, komunitas budaya, insan pers, pegiat lingkungan hingga pemerintah desa. Kegiatan tersebut juga menjadi simbol kolaborasi dalam menjaga kelestarian alam dan warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

“Kehadiran kami disini merupakan bagian dari komitmen sosial dan lingkungan yang selama ini dijalankan. JMSI NTB dan INTI punya kesamaan misi khususnya pada kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini tidak ada yang berkaitan dengan politik,” ujarnya.

Menurut Rudi, kegiatan penghijauan dan bakti sosial yang dilakukan  JMSI dan INTI NTB bukan program sesaat tetapi rutin dijalankan  di berbagai wilayah Nusa Tenggara Barat.

Ia menyebut sebelumnya kegiatan Literasi media dan bakti sosial juga dilaksanakan  di Pondok Pesantren Azzainiyah Al-Majidiyah NW di Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur. 

Juga menanam sekitar 2.000 pohon cemara di kawasan Pantai Induk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.
Di kawasan Mualan Benyer, sebanyak 43 pohon ditanam sebagai simbol dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber mata air. Pohon yang ditanam dipilih dengan ukuran yang relatif besar untuk meningkatkan peluang tumbuh dan bertahan hidup.

“Perlu diingat, bahwa kami kalau menanam pohon biasanya yang sudah besar, karena tingkat hidupnya lebih besar lagi. Mudah-mudahan Allah SWT memberi izin kita, meridai kegiatan kita hari ini, dan memberkahi kita semua,” kata Rudi.

Hal senada diungkapkan Ketua Harian INTI NTB S Wijanarko yang mengaku cukup terkesan dengan keramahan warga Desa Telagawaru terutama ibu-ibu dan anak-anak yang sedang asyik mandi bareng di Mualan Benyer yang ternyata disakralkan warga setempat. 
"Semoga penanaman pohon yang kita laksanakan  hari ini akan membuat Mualan Benyer semakin lebih hijau dan sejuk. Pohonnya tumbuh kembang dengan baik demi  kelestarian air Mualan Benyer,"katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Telagawaru, Junaidi, menjelaskan Mata Air Mualan Benyer memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sumber air, tetapi juga menjadi pusat berbagai ritual adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Junaidi mengatakan masyarakat Telagawaru memandang Mualan Benyer sebagai ruang spiritual dan budaya yang harus dijaga bersama. Karena itu, upaya pelestarian lingkungan di kawasan tersebut memiliki makna yang sangat penting bagi keberlangsungan tradisi masyarakat.

“Selamat datang Bapak/Ibu yang hadir di tempat ini, Mata Air Mualan Benyer, Desa Telagawaru yang Alhamdulillah masyarakat mensakralkan sebagai pusat ritual adat sekaligus semangat untuk bersama-sama menjaga mata air ini. Karena hidup ini butuh keseimbangan,” ujarnya.

Menurut Junaidi, keseimbangan antara manusia dan alam menjadi prinsip yang terus dijaga masyarakat setempat. Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian mata air menjadi bagian dari tanggung jawab bersama warga desa.

Mualan Benyer selama ini menjadi lokasi berbagai prosesi adat seperti pengobatan tradisional, mandi pengantin, molang maliq bagi anak pertama, khitanan, hingga ritual budaya lainnya.

 Keberadaan mata air tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Telagawaru.

Ketua Perkumpulan Seni Menduli Selayar, Akeu Surya Panji, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap pelestarian lingkungan dan budaya di kawasan tersebut. 

Menurut Akeu, keterlibatan organisasi sosial dan masyarakat menjadi energi positif bagi keberlanjutan tradisi adat.

“Kami dari Lembaga Menduli Selayar mengucapkan rasa terima kasih atas kehadirannya dalam acara Molang Maliq Mualan Benyer, yang visinya antara lain dalam hal penghijauan dan pelestarian alam, sekaligus melestarikan ritual adat yang ada di sini. Semoga apa yang kita hajatkan dan niatkan ini diberkahi Allah SWT,” tuturnya.

Perkumpulan Seni Menduli Selayar selama ini aktif menjaga keberlangsungan kesenian tradisional Kebangru'an yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Komunitas tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami sejarah dan akar budaya lokal.

Kegiatan penghijauan dan bakti sosial di Mualan Benyer turut dihadiri Wakil Ketua INTI NTB S. Widjanarko, Ketua JMSI NTB H. Boy Mashudi, Sekretaris JMSI NTB Sukri Aruman, Anggota Dewan Pakar JMSI NTB Agus K. Saputra, Sekretaris Ikawangi Lombok Mansur, Ketua Forum Wartawan Lingkungan Indonesia (FWLI) NTB Saudi, serta perwakilan Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) PR Mataram.

“Kami dari Lembaga Menduli Selayar mengucapkan rasa terima kasih atas kehadirannya dalam acara Molang Maliq Mualan Benyer, yang visinya antara lain dalam hal penghijauan dan pelestarian alam, sekaligus melestarikan ritual adat yang ada di sini. Semoga apa yang kita hajatkan dan niatkan ini diberkahi Allah SWT,” tuturnya. 

Pada kesempatan tersebut,  dilakukan juga serahterima secara simbolis 50 bingkisan alas kaki dan mainan anak-anak kepada Sekretaris Desa Telagawaru, tokoh masyarakat, karang taruna dan perwakilan anak yang hadir di Mualan Benyer.

Penampilan karaoke Ketua JMSI NTB dan INTI semakin menyemarakkan suasana di penghujung acara seremonial sebelum dilanjutkan dengan penanaman pohon penghijauan di sejumlah titik di kawasan Mualan Benyer Desa Telagawaru. (red) 

Jumat, 12 Juni 2026

Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook

Bank NTB Syariah


bimanews.id– PT Bank NTB Syariah terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital sektor transportasi dan pariwisata daerah melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan PT Easybook Teknologi Indonesia terkait penggunaan rekening Bank NTB Syariah dalam Sistem Pembayaran Digital Easybook. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya percepatan implementasi sistem e-ticketing dan digitalisasi layanan transportasi di Pelabuhan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. 

Melalui kerja sama ini, Bank NTB Syariah akan menyediakan dukungan sistem pembayaran digital yang terintegrasi, meliputi penggunaan rekening Bank NTB Syariah, layanan QRIS, Virtual Account, serta integrasi sistem pembayaran yang mendukung transaksi tiket secara non-tunai pada platform Easybook. Kehadiran sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan, transparansi transaksi, serta kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang menggunakan transportasi laut dari dan menuju kawasan wisata Senggigi. 

Bank NTB Syariah

Direktur Dana dan Transaksi PT Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung ekosistem digital daerah sekaligus memperluas penggunaan layanan transaksi keuangan syariah di sektor pariwisata dan transportasi.

“Bank NTB Syariah menyambut baik kolaborasi dengan Easybook sebagai bagian dari upaya bersama menghadirkan layanan pembayaran yang lebih mudah, aman, dan efisien bagi masyarakat. Digitalisasi e-ticketing di Pelabuhan Senggigi tidak hanya meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi juga memperkuat ekosistem transaksi non-tunai yang transparan dan akuntabel. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi model pengembangan layanan digital pada sektor transportasi dan pariwisata di berbagai daerah lainnya di Nusa Tenggara Barat,” ujar Adhi.

Lebih lanjut, Adhi menjelaskan bahwa Bank NTB Syariah terus mendorong pemanfaatan layanan digital perbankan melalui berbagai kanal pembayaran yang terintegrasi guna mendukung transformasi digital pemerintah daerah, pelaku usaha, serta sektor-sektor strategis yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

PT Easybook Teknologi Indonesia sendiri merupakan perusahaan penyedia platform pemesanan tiket online dan sistem integrasi transportasi yang telah beroperasi di berbagai negara Asia Tenggara. Melalui sinergi ini, kedua belah pihak berkomitmen menghadirkan sistem pembayaran digital yang mendukung pengelolaan layanan transportasi yang modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. 

Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat implementasi digitalisasi layanan transportasi dan pariwisata di Kabupaten Lombok Barat, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah menuju tata kelola layanan publik yang semakin modern dan berbasis teknologi. (*) 

Rabu, 27 Mei 2026

Selasa, 26 Mei 2026

Bank NTB Syariah Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan di Kota Bima

Bank NTB Syariah


bimanews.id- PT Bank NTB Syariah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kota Bima dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi literasi dan inklusi keuangan syariah yang menyasar masyarakat serta calon nasabah baru di Kota Bima.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Manager Consumer Protection and Literacy Bank NTB Syariah, Muh. Nur Rahmat, A. Ir., S.E., perwakilan Kantor OJK Provinsi NTB Yan Anjas Pratama, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Bima, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Dikpora, Kepala Dinas Koperindag, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas PPPA, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Dinas Pariwisata, serta Camat dan Lurah se-Kota Bima.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima H. A. Rahman, S.E., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara TPKAD Kota Bima, PT Bank NTB Syariah, dan OJK Provinsi NTB dalam menghadirkan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan keuangan yang inklusif, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Wali Kota Bima juga menekankan bahwa peningkatan literasi keuangan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, sekaligus mendukung penguatan sektor ekonomi masyarakat dan pelaku usaha agar dapat tumbuh lebih produktif serta berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Manager Consumer Protection and Literacy Bank NTB Syariah, Muh. Nur Rahmat, A. Ir., S.E., menyampaikan bahwa literasi keuangan syariah bukan hanya berkaitan dengan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan perbankan, namun juga bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Literasi keuangan syariah menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar semakin memahami manfaat dan penggunaan produk serta layanan keuangan syariah secara tepat. Melalui edukasi yang terus dilakukan, kami berharap masyarakat dapat mengelola keuangan dengan lebih baik, meningkatkan produktivitas usaha, serta memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman dan sesuai prinsip syariah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan, khususnya melalui penguatan UMKM dan perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Bank NTB Syariah meyakini bahwa kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan merupakan kunci penting dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif. Melalui sinergi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai layanan keuangan, namun juga semakin percaya dan memanfaatkan layanan keuangan formal untuk mendukung aktivitas ekonomi serta kebutuhan sehari-hari.

Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus memperluas program literasi dan edukasi keuangan syariah sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam menghadirkan layanan yang memberikan Berkah Bermakna bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (*) 

Senin, 25 Mei 2026

Bank NTB Syariah Tegaskan Layanan Pembiayaan Dilaksanakan Sesuai Ketentuan yang Berlaku

Bank NTB Syari'ah

bimanews.id— Bank NTB Syariah menegaskan bahwa proses layanan pembiayaan dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah, kebijakan internal Bank, serta ketentuan dan regulasi yang berlaku di industri perbankan.

Sehubungan dengan informasi yang berkembang di ruang publik terkait layanan pembiayaan Bank NTB Syariah yang disampaikan oleh nasabah atas nama Rudi Purtomo dan Suparman HMT, Bank menyampaikan bahwa terdapat sejumlah informasi yang berkembang mengenai mekanisme pembiayaan, perhitungan kewajiban nasabah, maupun administrasi dokumen akad yang perlu dipahami secara utuh sesuai data dan dokumen yang dimiliki Bank.

Bank menegaskan bahwa fasilitas pembiayaan yang diterima nasabah dilaksanakan melalui akad yang disepakati bersama antara Bank dan nasabah, termasuk terkait hak dan kewajiban para pihak, mekanisme pembayaran, jadwal angsuran, ketentuan pelunasan, serta administrasi dokumen pembiayaan. Proses tersebut dilaksanakan sesuai kebijakan dan prosedur yang berlaku, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta ketentuan dalam industri perbankan syariah.

Terkait informasi mengenai salinan akad pembiayaan dan jadwal angsuran, Bank menyampaikan bahwa dokumen dimaksud pada prinsipnya merupakan bagian dari hak nasabah sesuai mekanisme yang berlaku. Penyampaian dokumen kepada nasabah dilakukan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan sebagai bagian dari komitmen Bank dalam memberikan pelayanan yang profesional, akuntabel, serta berorientasi pada perlindungan nasabah.

Terkait pengajuan permohonan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) oleh Asosiasi Konsumen Anti Riba (AKAR) kepada DPRD Kabupaten Dompu terhadap PT Bank NTB Syariah, Bank menghormati mekanisme penyampaian aspirasi yang dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
 Pada prinsipnya, setiap penyampaian keberatan, pengaduan, maupun permintaan informasi dari nasabah akan ditindaklanjuti melalui mekanisme layanan yang tersedia dengan mengedepankan penyelesaian secara konstruktif dan proporsional.

Sebagai institusi perbankan syariah, Bank NTB Syariah terus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, serta perlindungan nasabah dalam aktivitas operasional dan layanan yang diberikan. Penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) juga menjadi landasan dalam menjalankan kegiatan usaha Bank.

Sehubungan dengan adanya proses hukum maupun penyampaian keberatan oleh pihak tertentu, Bank NTB Syariah menghormati setiap proses yang sedang berjalan. Bank juga akan bersikap kooperatif apabila diperlukan oleh otoritas yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bank mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses yang berlangsung serta mengedepankan informasi yang objektif dan berimbang.

Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dengan mengedepankan sumber informasi yang objektif dan terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Bank NTB Syariah akan terus berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat melalui layanan perbankan syariah yang amanah, profesional, dan berintegritas.(*) 


Ad Placement

Kota Bima

Bima

Dompu