Kejar Target Vaksinasi Anak, Kabupaten Bima Tambah Tim Vaksinator Tiap Puskesmas - Bima News

Rabu, 02 Februari 2022

Kejar Target Vaksinasi Anak, Kabupaten Bima Tambah Tim Vaksinator Tiap Puskesmas

Vaksinasi
Tim vaksinator Covid-19 Kecamatan Soromandi saat vaksinasi anak di SDN  Bajo, Kecamatan Soromandi beberapa hari lalu.
 

BimaNews.id, BIMA-Vaksinasi anak di Kabupaten Bima masih jauh dari target pemerintah pusat.  Hingga saat ini baru teralisasi 1.300 dari target 53 ribu sasaran.

Kabid P2PL Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima, Alamsyah mengatakan, dari 1.300 sasaran itu paling banyak di wilayah dengan populasi penduduk terbanyak. Seperti Kecamatan Woha, Bolo dan Sape, baru disusul kecamatan lain lain.

Target yang belum terpenuhi masih 51.700 sasaran, akan dikejar sebelum masuk bulan ramadhan April mendatang. Untuk menggenjot capaian sasaran, Dikes membentuk regulasi baru disetiap puskesmas.

Jika saat vaksinasi masyarakat umum sebelumnya, setiap puskesmas hanya ada satu tim vaksinator. Kini ditambah menjadi 2 hingga 4 tim.

"Untuk puskesmas di kecamatan banyak penduduknya dibentuk hingga 4 tim vaksinator. sementara di wilayah yang penduduknya sedikit hanya 2 tim," jelasnya, Senin (31/1).

Termasuk katanya, Dikes akan membuka pelayanan baik di RSUD Sondosia maupun di RSUD Bima. Di dua pusat pelayanan kesehatan itu, masing-masing akan dibentuk empat tim vaksinator.

Satu tim yang melayani di rumah sakit. Tiga tim lain akan memberikan pelayanan dengan menyisir setiap sekolah.

"Untuk konsepnya, nanti akan kami buat jadwal vaksinasi per wilayah," jelas mantan Kepala Puskesmas Soromandi ini.

Selain di sekolah, vaksinasi anak juga akan dilakukan di kantor desa atau posyandu. Menyasar anak-anak yang putus sekolah.

"Semua akan kita sisir, tanpa terkecuali. Termasuk masyarakat umum yang belum vaksin,’’ bebernya.

Sementara Wakil Tim Vaksinator Covid-19 Soromandi Agus Harianto mengatakan,  cakupan vaksinasi anak baru menyisir dua sekolah. Yakni SDN Bajo dan SDN Sarita Desa Punti.

"SDN Bajo sebanyak 73 orang, sedangkan SDN Sarita 39 siswa," sebutnya, Senin (31/1).

Sementara jadwal bagi 20 sekolah lain akan dimulai Rabu (2/2) hingga Rabu (23/2) mendatang. Sesuai jadwal, mereka akan menyisir satu atau dua sekolah  dalam sehari.

"Semoga vaksinasi anak ke depan tidak ada kendala," harapnya.

Selain itu, Agus juga membeberkan selama sosialisasi ke setiap sekolah. Masih ada orang tua wali murid yang tidak mengizinkan anak mereka divaksin.

"Hampir rata setiap sekolah, tetap ada orang tua siswa tidak berikan persetujuan," akunya.

Mereka beralasan, khawatir terjadi apa-apa terhadap anak.Terprovokasi dengan informasi hoaks di media sosial. (jul)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda