Berteduh Saat Hujan, Petani di Bima Meninggal Disambar Petir - Bima News

Tuesday, 17 January 2023

Berteduh Saat Hujan, Petani di Bima Meninggal Disambar Petir

Jasad krban Faharudin tergeletak setelah disambar petir saat berteduh di gubuk sawah ketika hujan, Senin (16/1)

bimanews.id, Bima-Peristiwa tragis dialami Faharudin, 36 tahun, warga Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Bapak dua anak ini meninggal secara mengenaskan akibat disambar petir ketika berteduh di gubuk saat hujan sekitar pukul 15.30 Wita, Senin (16/1).

Kapolsek Bolo AKP Hanafi dikonfirmasi mengatakan, siang hari Faharudin pergi ke sawah untuk menjaga tanaman padi dari burung, karena tidak lama lagi akan dipanen.
Saat hujan, Faharudin beteduh di gubuk miliknya. 

Naasnya, korban disambar petir hingga jatuh dari gubuk. Bahkan gubuk juga ikut hancur disambar petir tersebut.

Jasad Faharudin pertama kali ditemukan warga bernama Hadijah, 60 tahun. Saat itu Hadijah hendak melihat tanaman padi yang lokasinya bersebelahan dengan sawah korban.

Melihat korban sudah meninggal dunia, Hadijah bergegas balik ke kampung. Melaporkan kejadian yang menimpa Faharudin pada warga maupun ke ke Polsek Bolo.

‘’Warga kemudian berbondong-berbondong ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian mengevakuasi jasad korban ke rumah duka di RT 13 Desa Rasabou. Jasad korban sempat divisum luar oleh pihak Puskesmas Bolo,’’ sebutnya.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menolak jasad Faharudin diotopsi, menganggap kematian korban merupakan musibah.
Nur, warga Desa Rasabou mengaku, korban meninggalkan dua orang anak dan isteri yang sedang mengandung anak ketiga. (red)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda