Sekda Datangi Kantor PWI Kota Bima, Sampaikan Permohonan Maaf pada Seluruh Wartawan - Bima News

Kamis, 06 Oktober 2022

Sekda Datangi Kantor PWI Kota Bima, Sampaikan Permohonan Maaf pada Seluruh Wartawan

PWI
Sekda Kota Bima, Drs. H. Mukhtar saat silaturrahmi dengan insan pers di Kantor PWI Kota Bima, Kamis (6/10)
 

bimanews.id, Kota Bima- Sekda Kota Bima H.Mukhtar mendatangi Kantor PWI Kota Bima, Kamis (6/12) bertemu dengan sejumlah organisasi pers dan wartawan. Kehadiran Pembina ASN Kota Bima ini untuk memberikan klarifikasi dan permohonan maaf atas pernyataannya saat apel pagi pada Senin (3/10).

Kehadiran Sekda di saat para jurnalis menggelar rapat, membahas sikap organisasi pers atas  pernyataan Sekda yang dinilai telah merendahkan profesi wartawan.

Pada kesempatan itu Sekda mengaku, tidak ada niat untuk melecehkan atau merendahkan profesi wartawan dan LSM. "Saya sama sekali tidak ada niat melecehkan profesi LSM dan wartawan," ujarnya.

Pernyataannya saat apel pagi itu, mengimbau kepada ASN dan kepala OPD untuk tidak alergi dengan LSM dan wartawan. Karena kesan yang dia tangkap  selama ini banyak yang alergi.

"Masih ada kepala OPD yang tidak mau bertemu, ketika didatangi wartawan,’’ jelasnya di hadapan sejumlah organisasi pers Kota dan Kabupaten Bima, Kamis (6/10).

Harusnya tidak perlu seperti itu. Tidak ada yang perlu ditakuti terhadap 2 profesi itu. Seperti dirinya, jika ada rejeki, ia diberikan kepada LSM dan wartawan.

"Maksud saya seperti itu. Bukan bermaksud melecehkan," terangnya.

Jika pernyataannya tersebut telah melukai dan melecehkan  profesi wartawan dan LSM. Pada kesempatan itu Sekda menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

Pada pertemuan itu, sejumlah pekerja media menyampaikan pandangan. Diawali dari Ketua PWI Kota Bima Indra Gunawan, menyampaikan terima kasih kepada Sekda karena sudah datang ke Kantor PWI dan menyampaikan permohonan maaf.

Terkait pernyataan Sekda, menurut Gunawan uni masalahnya tidak hanya menyangkut satu organisasi, tapi semua profesi wartawan. Namun Sekda telah datang dan menyampaikan klarifikasi.

"Terjawab sudah apa maksud Sekda menyampaikan pernyataan itu," katanya.

Nasruddin selaku Ketua AWPI Bima berharap semoga ada hikmah dari peristiwa ini. Pihaknya juga mengutarakan sudah banyak diskusi dari pertemuan para wartawan. Meski belum ada kesimpulan akhir, namun pada moment rapat semua sepakat melapor Sekda ke polisi.

Di tempat yang sama, Ketua AJI Bima Sofiyan Asy'ari menjelaskan, meskipun Sekda merasa tidak ada niat melecehkan, namun secara tidak langsung telah merendahkan profesi wartawan.

"Seolah-olah profesi ini gampangan," tegasnya.

Pernyataan Sekda tersebut tegas Sofiyan, telah menggerus profesi ini. Sebab, kalimat itu tidak hanya didengarkan ASN, tapi publik di luar karena menggunakan pengeras suara.

"Ini menjadi pembelajaran untuk kita semua. Perlu pak Sekda juga ketahui, menjaga profesi ini tidak hanya Jurnalis, tapi semua stakeholder yang ada," pungkasnya.

Ketua IPJI Bima Doni juga menyampaikan terima kasih kepada Sekda yang sudah berbesar hati datang dan menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi.

"Tapi secara pribadi dan kelembagaan, kami tetap akan melaporkan ke ranah hukum," ujarnya.

Ketua MIO Sukirman juga memandang pernyataan Sekda melalui apel pagi tersebut sangat memukul dan menciderai profesi ini. Maka jika dilihat dari sisi hukum, jelas memenuhi unsur pidana.

"Maka kami meminta kepada Wali Kota Bima untuk mencopot Sekda ini. Karena Wali Kota juga sangat bersinergi dengan media," bebernya.

Ketua PWI Kabupaten Bima Firmansyah pada moment pertemuan itu meminta kepada Sekda agar menyampaikan kembali klarifikasi dan permohonan maaf di hadapan ASN, saat apel gabungan mendatang, menggunakan pengeras suara seperti saat menyampaikan pernyataan sebelumnya di hadapan ASN.

"Pertimbangannya, apa yang disampaikan Sekda hari ini, belum tentu didengarkan oleh para ASN," sarannya.

Sekda Kota Bima kembali mengatakan, kedatangannya ini murni dengan niat baik, agar informasi tidak membias. Pernyataannya saat itu, dengan niat untuk membina ASN. Tidak ada maksud lain.

Ia berjanji, pada moment apel gabungan nanti, dia akan menyampaikan kembali ke ASN terkait permohonan maaf dan klarifikasi terhadap para jurnalis ini. 

"Nanti akan saya sampaikan kembali ke ASN," tukasnya.

Sekda juga mengungkapkan, tidak ada satupun wartawan selama ini yang meminta uang secara paksa padanya. Namun, jika ada rejeki, akan diberikan ke LSM dan wartawan. 

Terhadap sikap apa yang akan diputuskan dari rapat wartawan, Sekda akan menghormatinya. Jangan karena kedatangannya di Kantor PWI, menganggu hasil rapat dan keputusan wartawan.

"Intinya permasalahan ini jadi pelajaran berharga bagi saya ke depan," tambahnya. (red)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda