Kebakaran di Desa Renda, Warga Sesalkan Mobil Pemadam Terlambat - Bima News

Minggu, 01 Mei 2022

Kebakaran di Desa Renda, Warga Sesalkan Mobil Pemadam Terlambat

Kebakaran
Anggota Pol PP membantu membersihkan sisa kebakaran rumah warga di Desa Renda, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Minggu (1/5).

BimaNews.id, BIMA-Kebakaran di Desa renda, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima menghanguskan 57 unit rumah warga pada Sabtu sore (30/4). Saat musibah terjadi, sebagian besar pemilik rumah sedang tidak ada di tempat. Mereka berada di Kabupaten Sumbawa untuk bertani.

Kebakaran itu juga diperparah terlambatnya petugas pemadam kebakaran turun ke lokasi.  Dari pengakuan warga setempat, mobil pemadam sampai di tempat kejadian sekitar dua jam setelah kebekaran terjadi.

Kondisi itu dikeluhkan sejumlah  warga korban kebakaran di Desa Renda. Seperti Erlina, warga yang rumahnya pertama kali terbakar. Dia menyesalkan lambanya mobil pemadam kebakaran turun ke lokasi.

Padahal kata Erlina, begitu rumahnya terbakar, warga langsung menghubungi Damkar.

"Saat kami hubungi katanya lagi di jalan. Mereka baru sampai  di lokasi sekitar dua jam setelah kebakaran terjadi. Api sudah mulai padam," keluhnya saat ditemui di lokasi, Minggu (1/5).

Keterlambatan Damkar itu membuat warga setempat kecewa. Begitu mobil Damkar tiba di lokasi, warga melemparinya dengan  batu dan kayu.

"Mobil Damkar yang turunn saat kejadian itu milik Kecamatan Monta. Damkar milik Kecamatan Belo  masih rusak," sebutnya.

Musibah kebakaran katanya, tidak akan separah ini jika mobil pemadam cepat datang ke lokasi. Apalagi  pemukiman warga yang terbakar tidak jauh dari jalan raya. Memudahkan pekerjaan petugas pemadam kebakaran.

Saat kebakaran kata Erlina, ia tidak bisa berbuat banyak. Situasi di perkampungan  sedang sepi. Warga setempat banyak bertani di Kabupaten Sumbawa. Tiupan angina juga kencang, sehingga api cepat merembet ke rumah warga lain.

"Rumah warga yang terbakar rata-rata kosong. Pemiliknya sedang bertani di Kabupaten Sumbawa, ‘’ terangnya.

Korban lain Rosmani, mengaku kaget ketika mendapat kabar rumahnya terbakar. "Saat kejadian saya bersama suami lagi tanam bawang di Kabupaten Sumbawa," terangnya.

Begitu menerima kabar ada meusibah, mereka langsung bertolak dari Sumbawa."Rumah saya sudah hangus dan rata dengan tanah,’’ keluh  ibu 3 anak ini ditemui di lokasi kejadian.

Akibat musibah tersebut, Erlina menderita kerugian sekitar Rp 500 juta. Dua unit rumahnya hangus terbakar.

"Selain rumah, uang tunai Rp 50 juta, 50 karung gabah, sarung tenun 30 lembar, empat unit mesin dan dokumen penting  semua terbakar,’’ katanya.

Senada juga disampaikan korban Yunita. Saat kebakaran terjadi ia berada di Sumbawa.

"Kerugian saya lebih kurang Rp 600 juta. Selain rumah, juga 4 ton bawang dan sejumlah barang berharga lain ikut terbakar,’’ keluhnya.

Tidak banyak yang diharapkan Yunita atas peristiwa yang dialami. Berharap pemerintah membantu biaya pembangunan rumah dan memudahkan pengurusan dokumen yang terbakar.

"Kami sekarang bingung,  mau tinggal di mana," keluhnya.

Pantauan di lokasi,  tampak puluhan Pol PP dan masyarat sedang membersihkan sisa kebakaran.

Begitu juga dengan pihak kepolisian, tim inavis diturunkan untuk melakukan penyelidikan penyebab kebakaran 57 unit rumah tersebut  (jul)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda