Cerita Lima ABK Selamat dari Kapal Tenggelam, Dua Hari Terombang Ambing Hanya Minum Air Laut - Bima News

Wednesday, 19 January 2022

Cerita Lima ABK Selamat dari Kapal Tenggelam, Dua Hari Terombang Ambing Hanya Minum Air Laut

ABK
Kepala Dinas Sosial Andi Sirajudin dan  Kabid Linjamsos Hj Siti Damrah bersama lima ABK yang selamat di kediaman pak Woto di Kabupaten Badung, Bali.

Lima ABK KM Belvah yang tenggelam di Perairan Sape, selamat setelah menunggangi papan gabus. Kini, lima ABK sudah dievakuasi ke Benoa Bali setelah ditemukan kapal penangkap ikan KM Millenium Jaya 88 di Perairan Sumbawa, Sabtu sore (15/1). Lima warga Desa Bugis, Kecamatan Sape itu akan dipulangkan Pemda Bima pada Kamis (20/1).

------------------------------

 Jumat pagi (14/1) menjadi hari naas bagi lima ABK KM Belva. Yakni, M Ali 57 tahun, Nuriansyah, 23 tahun, Agus, 20 tahun, Taufik, serta Iskandar 30 tahun. Kapal yang mereka tunggangi tenggelam di Perairan Sape akibat dihantam gelombang tinggi.

Untungnya, lima ABK itu selamat setelah menunggangi gabus. Perjuangan mereka untuk hidup tidaklah mudah. Selama dua hari, M Ali Cs harus berjuang di laut lepas dengan terjangan  ombak yang mengganas.

“Alhamdulillah, kami bersyukur diselamatkan kapal ikan yang melintas di perairan Sumbawa,” aku M Ali saat dihubungi via HP, Selasa (18/1).

Peristiwa tenggelam itu kata dia, terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 02.00 Wita. Ia bahkan tidak menduga kapal yang dikemudikannya itu sampai terbalik dihantam gelombang tinggi.

Awalnya, mereka berlayar dari Pelabuhan Syahbandar Sape pada Kamis sekitar pukul 23.00 Wita. Kapal ukuran GT 15 mengangkut 11 ton buah-buahan dan ikan kering.

Awal perjalanan tidak kata dia, aman tidak ada kendala. Bahkan hingga di tengah perjalanan air laut tampak tenang. Tidak ada tanda akan cuaca buruk.

Namun, sekitar pukul 01.30 wita seketika cuaca berubah. Keadaan semakin mencekam. Kecepatan kapal mulai diturunkan, mengingat tiupan angin semakin keras dan gelombang tinggi.

“Kami sempat ingin putar balik saat itu. Karena khawatir buah-buahan membusuk, terpaksa terobos,” ucap M Ali.

Tepat pada pukul 02.00 wita, yang ditakutkan itu akhirnya terjadi. Gelombang setinggi dua meter membuat kapal mereka terbalik hingga akhirnya karam.

M Ali dkk berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada badan kapal. Sementara barang seperti HP hingga makanan tidak satupun diselamatkan. Setelah 20 menit berpegangan, mereka menemukan gabus ukuran 1,2 meter dan dua gabus boks.

Akhirnya, mereka selamat dengan menaiki gabus. Namun belum aman. Sesekali mereka terlempar akibat hantaman ombak. Belum lagi situasi gelap gulita membuat mereka tidak tau arah.

Saat itu mereka hanya berfikir bagaimana bisa bertahan hidup. Dengan harapan ada bantuan yang datang.

Ketika fajar mulai menyingsing perasaan mereka mulai sedikit tenang. Setidaknya mereka sudah mengetahui kemana arah harus mendayung. Cuaca juga sudah tampak normal kembali. Hanya saja, posisi mereka sudah makin menjauh ke arah barat karena terbawa arus.

“Tida ada gunung yang terlihat saat itu. Mendayung juga percuma,” ujar M Ali, warga Dusun Jala Desa Bugis ini.

Jumat siang mereka berinisiatif untuk berhenti berdayung untuk menghemat tenaga. Mengingat kondisinya sudah mulai lemah, karena tidak makanan. Sesekali mereka meminum air laut sebagai pengganjal perut dan haus.

Jumat sore mereka sempat melihat kapal melintas. M Ali dkk mencoba melambaikan tangan hingga mengayungkan pakaian. Namun tidak berhasil, karena terhalang oleh tingginya gelombang.

Selama dua hari dua malam, mereka terus bertahan di lautan. Stamina yang lemah membuat mereka akhirnya pasrah dengan keadaan.

“Kami terus berdoa pada Allah SWT agar diberikan kekuatan dan pertolongan,” harap bapak 57 tahun ini.

Sabtu sore, mukjizat itu datang. Doa mereka dikabulkan. Rasa lelah dua hari itu langsung hilang seketika. Mereka ditemukan kapal pencari ikan yang sedang melintas dari Sumba menuju Pelabuhan Benoa Bali. Wajahnya langsung sumringah dan bahagia.

“Dalam hati saya hanya berkata terimakasih ya Allah,” ucap M Ali. 

Setelah ditolong, lima ABK tersebut dibawa ke Benoa Bali. Senin sore (17/1), mereka dijemput oleh Woto, pengusaha asal Bima  untuk dibawa ke rumahnya di Taman Griya, Bukit Dua Nomor Satu, Kabupaten Badung, Bali.

Selamatnya lima ABK tersebut direspon cepat Pemda Bima. Kepala Dinas Sosial Andi Sirajudin bersama Kabid, Linjamsos Dinas Sosial Kabupaten Bima, Hj Siti Damrah sudah menemui lima ABK tersebut.

Rencananya mereka akan dipulangkan Kamis pagi (20/1) menggunakan pesawat.

"Sekarang saya dan umi Damrah sedang bersama mereka (ABK) di kediaman pak Woto. Tadi, kami star dari Bima menuju Bali pukul 07.00 Wita dan tiba sekitar pukul 09.30 Wita," kata Kadis Sosial Kabupaten Bima, Andi Sirajudin, Selasa pagi (18/1).

Lima ABK saat ini menginap di rumah pak Woto di Kabupaten Badung, Bali. Sebelumnya mereka  dijemput  di Pelabuhan Benoa Senin siang.

"Pak Woto ini pengusaha asal Bima. Dia juga sering temani ketika ibu bupati berkunjung ke Bali," ujar Andi.

Kelima ABK saat ini dalam kondisi sehat. Mereka dilayani dengan baik oleh keluarga pak Woto. Hanya satu orang yakni, Iskandar sedang sakit karena kelelahan.

"Nanti sore kita periksakan ke dokter," katanya.

Sebelum dipulangkan Kamis, KTP  lima ABK tersebut sudah dicetak ulang. Kemudian Rabu (19/1) mereka akan menjalani swab antigen sebagai syarat booking tiket pesawat.

"Semua KTP mereka sudah kita cetak ulang di Dukcapil, Senin (17/1). Karena KTP yang mereka punya sudah hilang saat kapalnya tenggelam," ujarnya. (Juwair Saddam)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda