Sukardin Ternyata Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan di Malaysia, Bebas Penjara Balik ke Bima - Bima News

Thursday, 7 October 2021

Sukardin Ternyata Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan di Malaysia, Bebas Penjara Balik ke Bima

Bupati
Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri ketika berkunjung ke rumah keluarga korban pembacokan di Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Rabu Malam (6/10)
 

BimaNews.id, BIMA-Sebelum kejadian berdarah di Desa Sondosia, Kecamatan Bolo Rabu (6/10). Pelaku pembacokan tiga bersaudara, Sukardin, 46 tahun ternyata pernah terlibat kasus pembunuhan. Ketika bersangkutan menjadi TKI di Malaysia.

Saat itu Sukardin divonis hukuman mati. Namun hanya dijalani selama 20 tahun penjara.

Usai menjalani hukuman di Negeri Jiran, Sukardin kembali ke Sondosia. Kabarnya, oknum baru tiga bulan bebas dari penjara.

Belum diketahui pasti motif Sukardin membacok tiga bersaudara yang berujung tewasnya korban Rahmayati alias Yanti. Sementara ini, polisi menduga pelaku mengalami gangguan jiwa.

Kabagops Polres Bima AKP Herman mengatakan,  pihaknya masih menyelidiki penyebab pelaku mengamuk hingga membacok korban. ’’Masih didalami,’’ katanya, kemarin.

Awal mula pelaku mengamuk hingga membunuh korban Yanti. Saat itu, kata Herman, korban Yanti bersama kakaknya Nursadah dan Mukmin sedang nonton TV di rumahnya.

Tiba-tiba datang pelaku Sukardin dengan membawa parang dan mengamuk. Pelaku membacok para korban. ’’Nursadah dan Muhaimin yang  berteriak minta tolong didengar warga sekitar,’’ ungkapnya.

Warga pun mengejar pelaku yang kabur ke jalan raya sambil menenteng parang.  Melihat ada keributan, anggota Polsek Bolo yang dipimpin Bripka Suhendra datang untuk mengamankan pelaku. Negosiasi dengan pelaku agar pelaku menyerahkan diri berjalan alot. Sukardin malah berupaya bunuh diri dengan cara menikam perutnya.

Meski demikianBripka Suhendra mampu meyakinkan pelaku, sehingga mau menyerahkan parang. ’’Saat pelaku hendak dievakuasi masyarakat melempar ke arah pelaku,’’ beber Herman.

Pelaku berontak dan merampas senpi anggota. Lalu menembak ke arah Bripka Suhendra, mengenai lengannya.

’’Karena pelaku sudah menguasai senpi dan menghindari jatuhnya korban yang lebih banyak,  anggota lain melumpuhkannya,’’ ungkap Herman.

Setelah dilumpuhkan, anggota langsung mengamankan senpi dari tangan pelaku. Hanya saja, saat Sukardin hendak di bawa ke rumah sakit Sondosia, masyarakat memukuli pelaku. ’’Pelaku meninggal dunia di halaman rumah sakit Sondosia," jelasnya.

Sementara, korban Nursadah dan Muhaimin masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan, Bripka Suhendra dirawat di RSUD Bima dan rencananya akan dirujuk ke RSUP NTB.

Bupati Imbau Warga Jaga Konduksifitas Daerah

Pascainsiden berdarah, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri mengunjungi rumah duka, Rabu malam (6/10). Dia didampingi Staf Ahli Ishaka dan Iwan Setiawan, serta Kepala DPMD Bima Tajudin.

Bupati menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moril kepada keluarga korban, bersabar atas musibah yang terjadi.  Umi Dinda, sapaan akrab bupati ini, meminta kepala desa dan masyarakat setempat tetap menjaga situasi kondusif daerah. Membantu aparat keamanan menjaga keamanan dan ketertiban.

"Karena kasus ini sudah ditangani Polres Bima, mari kita mendukung aparat untuk menuntaskannya," imbau bupati.

Bupati mengatakan akan membantu keluarga korban. "Pemerintahan daerah akan menanggung semua biaya perawatan para korban yang saat ini dirawat di rumah sakit," katanya. (red)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda