Lumba-lumba Diangkut Pakai Motor, Jadi Sorotan Netizen - Bima News

Saturday, 11 September 2021

Lumba-lumba Diangkut Pakai Motor, Jadi Sorotan Netizen

Lumba-lumba
Satu ekor Ikan Lumba-lumba yang mati akibat terdampar di Pantai Panda Kabupaten Bima diangkut warga dengan sepeda motor 
 

BimaNews.id, BIMA-Sebuah video yang memperlihatkan seekor lumba-lumba diangkut menggunakan sepeda motor, viral di media sosial. Netizen se Indonesia menyorotnya. Bahkan ada yang mencari dua pemuda yang mengangkut mamalia pintar tersebut.

Informasi yang beredar, lumba-lumba tersebut terdampar di Perairan Panda Kabupaten Bima, Jumat (10/9) sekitar pukul 14.00 wita.

Video pertama kali diunggah akun Wawan Setiawan di Facebook, Jumat (10/9). Kemudian direpost oleh akun mbojoinside pada Sabtu (11/9).

Terlihat Ikan lumba-lumba diapit oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor. Ada seorang laki-laki lain yang membantu mengangkat mamalia tersebut ke sepeda motor.

Video ini pun viral, hingga kembali direpost oleh akun IG Christian_Joshuapale. Menambahkan informasi didapat dari koleganya di Bima.

Informasi yang dihimpun, lumba lumba itu ditemukan terdampar di bebatuan pinggir pantai dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya telah mengeluarkan darah. Sudah ada usaha untuk mendorong tubuh mamalia cerdas itu ke laut. Namun diduga hewan sudah tak kuat.

Akhirnya diangkut ke darat dan jadi tontonan warga. Informasi terakhir yang diperoleh media ini, jika lumba-lumba tersebut sudah dipotong-potong dan dikonsumsi warga sekitar karena sudah mati.

"Jadi ada sekitar sepuluh ekor kawanan lumba-lumba yang terdampar. Hanya satu ekor  yang nggak mau pergi. Tubuhnya udah lecet-lecet, sehingga mati.

Ikan Lumba-lumba tersebut dibawa ke kampung. Dagingnya dibagikan ke warga, " ungkap seorang warga yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Kepala BKSDA NTB, Joko Iswanto yang dikonfirmasi, mengaku sudah menerjunkan tim ke lokasi Lumba-lumba terdampar.

"Kawan-kawan di Seksi Wilayah Bima sudah ke lokasi untuk mencari informasi terkait beredarnya video tersebut," kata Joko.

Soal lumba-lumba yang telah dipotong-potong dan dikonsumsi, Joko mengaku pihaknya masih melakukan Pulbaket (pengumpulan bahan keterngan). (tin)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda