Tolak Kasek Dimutasi, Guru SMKN 1 Dompu Mogok Kerja, Sekolah Disegel - Bima News

Wednesday, 11 August 2021

Tolak Kasek Dimutasi, Guru SMKN 1 Dompu Mogok Kerja, Sekolah Disegel

Demo
Guru dan pegawai SMKN 1 Dompu menggelar aksi demo dan menyegel sekolah sebagai bentuk protes mutasi Kasek setempat.
 

BimaNews.id, DOMPU-Seluruh Guru dan pegawai SMKN 1 Dompu kompak mogok kerja dan menyegel sekolah, Selasa (10/8). Mereka menolak Kepala SMKN 1 Dompu, Eko Sutrismi SPd dimutasi ke sekolah lain.

Pada mutasi itu Eko Sutrismi SPd menjadi  guru biasa di SMK 1 Woja Kab Dompu. Sementara penggantinya, Faturrahman, guru pada SMKN 1 Woja.

Aksi protes tersebut berlangsung di halaman sekolah setempat. Selain berorasi, beberapa guru juga membawa poster bertuliskan "Meminta Dikbud NTB untuk menetapkan Eko Sutrismi tetap menjadi kepala SMKN 1 Dompu".

"Kami minta Dikbud NTB untuk mempertimbangkan kembali untuk tidak memutasi ibu Eko Sutrismi," harap perwakilan Guru setempat, Iwan Ermansa MPd.

Guru dan pegawai menyesalkan mutasi tersebut, karena secara tiba-tiba dan sepihak. Tanpa ada koordinasi lebih awal. Padahal, Eko Sutrismi baru satu tahun menjabat sebagai Kepala SMKN 1 Dompu.

"Kami tidak menolak adanya Kasek baru. Tetapi adanya indikasi kecurangan membuat kami menolak mutasi itu," tegasnya.

Kepala Dikbud Cabang Dompu, Drs Muhammad Gunawan SPd MPd yang mendengar aksi penolakan tersebut langsung turun  ke sekolah setempat. Dihadapan para guru dan pegawai, Gunawan memberikan pencerahan terkait mutasi di jajaran SMA dan SMK.

"Mutasi merupakan hak prerogatif pimpinan. Kita di tataran bawah hanya mengamankan dan melaksanakan kebijakan tersebut," tegas Gunawan pada pertemuan terbatas bersama guru dan Wakasek setempat.

Mutasi menurut dia, hal yang biasa terjadi dalam sebuah lembaga. Bukan semata-mata hukuman maupun hadiah. Tetapi, untuk memberikan penyegaran organisasi.

"Mari kita sikapi secara arif dan bijaksana.

SK Gubernur terkait penetapan promosi, demosi, mutasi, maupun rotasi ASN harus kita junjung tinggi dan wajib untuk diamankan," tuturnya.

Siapapun Kaseknya kata dia, guru dan pegawai harus diterima. Menunjukkan loyalitas, komitmen dan integritas dalam melaksanakan berbagai program sekolah.

"Semua yang terjadi, pasti ada hikmahnya," pungkasnya. (jw)

 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda