PPKM Diterapkan, Warga Terpapar Covid-19 di Kabupaten Bima Malah Tambah Banyak - Bima News

Tuesday, 3 August 2021

PPKM Diterapkan, Warga Terpapar Covid-19 di Kabupaten Bima Malah Tambah Banyak

H Rifai
H Rifai MAP
 

BimaNews.id, BIMA-Meski saat ini diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kasus Covid-19 di Kabupaten Bima justeru meningkat. Bahkan tiga hari terakhir jumlah pasien positif baru sebanyak 66 orang.

Dari grafik penyebaran Covid-19 Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima, jumlah pasien per 28 Juli 1.009 orang. Tanggal 29 Juli ada penambahan pasien baru 14 orang.  Tanggal 30, 23 orang dan 31 Juli sebanyak 13 orang.

"Untuk data bulan Agustus belum ada yang masuk," jelas Plt Sekrertaris Dikes Kabupaten Bima, H. Rifai MAP, Senin (2/8).

Kegiatan 3T oleh Nakes belakangan ini dilakukan secara masif. Mulai dari Tracing ( penelusuran kontak erat ), Testing dengan Antigen/ PCR serta Treatment ( upaya tindak lanjut bagi yang positif ).

Lonjakan kasus tersebut kata dia, karena tingkat kesadaran tentang bahaya Covid-19 masih rendah. Hal ini dilihat dari mininya penerapan protokol Covid-19, saat masyarakat beraktivitas di luar rumah.

"Misalnya ketika masyarakat belanja di pasar, jarang sekali yang menerapkan protokol Covid-19," bebernya.

Termasuk saat acara resepsi pernikahan. Tidak jarang ditemukan tamu undangan melanggar Prokes. Padahal sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Bima, jika Standar Operasional (SOP) pernikahan di masa pandemi Covid-19 dianjurkan standing party.

"Susah untuk menekan kasus Covid-19 kalau begini terus. Karena untuk menangkal virus itu, dengan memperketat protocol kesehatan," tegas pria asal Desa Kalampa, Kecamatan Woha ini.

Upaya vaksinasi dan penerapan PPKM percuma, jika protokol Covid-19 diabaikan. Kendati begitu, pemerintah bersama Satuan Tugas (Satgas) Covid tetap kerja maksimal, menyosialisasikan ke masyarakat.

"Kita tetap turun ke lapangan untuk sosialisasi. Karena pengaruh penurunan angka kasus Covid-19 selama PPKM diterapkan, belum ada.  Malah ada peningkatan kasus baru," terangnya.

Rifai optimis pengaruh PPKM suatu saat dapat menekan angka pasien Covid-19. Karena PPKM ini lebih kepada perubahan perilaku manusia dari kebiasaan sebelumnya.

"Butuh waktu yang lama untuk mengubah perilaku masyarakat. Baru kita bisa lihat hasil dari PPKM ini. Kita banyak berdoa saja, semoga masyarakat sadar sehingga Covid-19 berakhir," tandasnya. (jul)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda