Dewan Kota Bima Sebut Kolam Renang Lawata Proyek Totak Loss - Bima News

Monday, 9 August 2021

Dewan Kota Bima Sebut Kolam Renang Lawata Proyek Totak Loss

Kolam
Kondisi kolam renang di Pantai Lawata  tidak terusrus
 

BimaNews.id, KOTA BIMA-Anggota DPRD Kota Bima Edy Ikhwansyah, menilai proyek kolam renang di Lawata telah merugikan negara. Bahkan ia menyebut, proyek tersebut total loss karena tidak ada keuntungan diperoleh daerah.

Terbukti, saat ini proyek yang menghabiskan anggaran Rp 850 juta itu tidak bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. “Itu proyek gagal dan tidak bisa dimanfaatkan,” tegas Edy, Senin (9/8).

Merujuk kondisi proyek tersebut kata dia, membuktikan tidak adanya perencanaan yang matang dari pemerintah. Membangun fasilitas umum, namun tidak memikirkan pemanfaatannya.

“Sumber air untuk kolam renang itu juga tidak jelas. Mestinya itu dipikirkan sejak awal,” katanya.

Kini ujar politisi PPP ini, fasilitas yang telah menghabiskan anggaran yang tidak sedikit itu jadi onggokan wahana yang tidak bisa difungsikan dengan baik. Anggaran seperti dibuang percuma.

Apalagi tegasnya, telah ada audit dilakukan Inspektorat Kota Bima dan menyatakan ada kerugian negara yang ditimbulkan. Disisi lain, aparat kepolisian juga membidik kasus tersebut. Artinya kata Edy, proyek kolam renang tersebut harus segera diungkap siapa yang diuntungkan.

“Kami meminta polisi serius tangani proyek total loss itu, karena negara sudah dirugikan dengan membangun fasilitas yang tidak bisa dimanfaatkan dengan baik,” tegas Edy.

Wakil rakyat dua periode ini menambahkan, jika pemerintah, khususnya dinas pariwisata tidak mampu mengelola tempat wisata. Sebaiknya mempertimbangkan untuk menyerahkan ke pihak swasta untuk mengurusnya.

“Karena kebanyakan tempat wisata-wisata di luar dikelola swasta, pemerintah tinggal support dari belakang, cukup sebagai regulator,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Senin Tanggal 6 Juli 2020, kolam renang Pantai Lawata diresmikan Wali Kota Bima HM Lutfi.

Namun kini, kondisi kolam renang sungguh memprihatinkan. Tempat pemandian itu tidak terurus. Airnya menguning, berbusa dan berbau. Beberapa keramik di pinggir kolam, juga terlihat rusak. (tin)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda