Oh Ternyata! Ini Alasan Pelaku Tikam Korban AW Berkali-kali di Dompu - Bima News

Tuesday, 4 May 2021

Oh Ternyata! Ini Alasan Pelaku Tikam Korban AW Berkali-kali di Dompu

Iptu Ivan Roland
 Iptu Ivan Roland Christofel STK
 

BimaNews.id, DOMPU-Motif aksi penikaman AW, 56 tahun, warga Desa Madaprama, Kecamatan Woja oleh terduga pelaku WW, 30 tahun, terungkap. Di hadapan penyidik, WW mengaku menikam korban karena, kecewa tidak dibayar.

"Pelaku dan korban sempat oral seks di kios milik korban. Karena tidak dibayar, pelaku geram lalu menikam korban berkali-kali," ungkap Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivan Roland Christofel STK, Selasa (4/5).

Terduga pelaku WW kata dia, merupakan duda asal Desa Mumbu, Kecamatan Woja. Sebelum menikah, dia pernah menjadi waria atau suka sesama jenis.

"Pelaku juga mengaku memiliki hubungan asmara dengan korban," terangnya.

Kasus penganiayaan itu terjadi pada Selasa 27 Aprilia lalu, sekitar pukul 22.30 di kios milik korban. Korban ditikam secara brutal oleh pelaku hingga dilarikan ke RSUD Dompu.

Akibatnya, korban mengapa luka tusuk pada lengan kiri, satu luka tusuk di dada, satu luka tusuk di bawah ketiak bagian kiri. Selain itu, korban juga ditikam di bagian rusuk dan rahang kanan serta luka robek pada bagian telinga kanan dan luka memar pada mata kanan.

Usai menikam korban, WW kabur. Dia baru ditangkap aparat Polsek Woja pada Kamis malam (29/4) di Desa Mumbu. Atas perbuatannya, WW dijerat dengan pasal 351 KUHP atas tindakan penganiayaan.

Kasus penganiayaan korban AW pertama diketahui tetangganya, Wahab Sulaiman yang mendengar suara korban. Saat ke rumah korban, melihat seorang laki-laki yang diduga  pelaku lari ke arah permandian kolam renang Madaparama.

Wahab saat itu berteriak minta tolong pada warga tersebut. Warga yang mendengar teriakan  itu berdatangan ke lokasi kejadian. Mereka kaget melihat korban tergeletak berlumuran darah di lantai kios.

Saat itu korban menyebut pelaku yang menganiayanya  adalah oknum WW. Warga yang geram, melampiaskan dengan membakar motor terduga pelaku. Sebagian warga lain membawa korban ke RSUD. (jw)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda