Hidup Susah Tidak Ada Air, Warga Relokasi Kadole Banyak Balik ke Rumah Lama - Bima News

Wednesday, 19 May 2021

Hidup Susah Tidak Ada Air, Warga Relokasi Kadole Banyak Balik ke Rumah Lama

Kadole
Warga di perumahan relokasi Kadole II, Kelurahan Oi Foo menumpuk jerigen untuk menampung air   

          

KOTA BIMA-Pemerintah Kota Bima telah membangun ratusan unit rumah untuk relokasi warga bantaran sungai dan terdampak banjir.  Hunian itu dibangun di Kelurahan Oi Fo’o, Kecamatan Rasanae Timur.

Warga yang dipidahkan ke pemukiman relokasi, bukannya mendapatkan kehidupan lebih baik, justru sebaliknya. Seperti dirasakan warga yang menetap di kawasan relokasi Kadole I dan Kadole II.

Sani, warga yang menempati rumah relokasi Kadole II mengaku, sejak mereka pindah  sudah kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Selama ini kata dia, mereka menadah air dari pipa PDAM yang bocor, di jalan lintas Rontu-Nitu.

‘’Bagi warga yang memiliki kendaraan  tidak terlalu berat. Beda dengan kita yang tidak memiliki kendaraan, harus jalan kaki satu kilometer  sambil membawa air,’’ keluhnya.

Kondisi kesulitan air itu kata Sani, telah dirasakan sejak pertama menempati rumah relokasi di Kadole. Selama ini tidak terlihat ada upaya dari pemerintah Kota Bima untuk memenuhi kebutuhan air warga di pemukiman relokasi.

"Kami hanya mengandalkan air dari pipa PDAM yang bocor di selama ini,’’keluh  warga asal Kelurahan Dara ini ditemui di perumahan relokasi Kadole II, Rabu (19/5).

Keluhan sama juga disampaikan Rosidah, warga yang menempati rumah relokasi di Kadole II. Kata dia, pernah awal-awal di sekitar wilayah mereka dipasang tandon air. Tapi hanya disimpan begitu saja.

‘’Kalau ndak salah, hanya sempat diisi air satu kali. Selebihnya tidak pernah lagi,’’ bebernya.

Pemerintah sebutnya, pernah berusaha membuat sumur bor dalam. Tapi hasilnya, tidak ada air yang keluar.

"Bagaimana bisa ada air, mereka ngebor di atas tebing batu," kata Rosidah sambil menunjuk lokasi pengeboran air dimaksud.

Karena kesulitan air, warga banyak kembali ke rumah mereka sebelumnya. Mereka mengaku tidak sanggup hidup tanpa air. "Banyak yang kembali karena merasa sulit hidup di Kadole. Terutama kesulitan air," tegasnya

Dia pun mengaku, terpaksa tinggal di Kadole, sebab rumahnya di Rontu telah hancur dihantam banjir beberapa waktu lalu.

Herman, warga Kadole I mengaku, sempat ada air mengalir  pada akhir tahun lalu. Sayangnya, setelah dibangun bak penampung,  air tidak lagi mengalir.

"Saat pipa disambung langsung dari mata air Ringi Ncanga sekitar November tahun lalu, air  sempat mengalir. Tapi begitu bak dibangun,  air malah tidak keluar," cerita warga asal Kelurahan Dodu ini.

Bagi warga di relokasi Kadole I akunya, masih bisa numpang ambil air di sumur warga setempat. Diangkut dengan jerigen, kemudian ditampung di rumah masing-masing.

Selain soal kesulitan air, Herman juga keluhkan soal kualitas bangunan rumah relokasi yang dinilainya sangat buruk. (nk)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda