Tergiur Harga Tinggi, Petani di Donggo Panen Jagung Lebih Awal - Bima News

Kamis, 15 April 2021

Tergiur Harga Tinggi, Petani di Donggo Panen Jagung Lebih Awal

Panen

Petani panen jagung lebih awal di So (kawasan) Mpada Rangga Desa Mpili, Kecamatan Donggo.


BimaNews.id,BIMA-Tergiur harga tinggi, sejumlah petani jagung di Kecamatan Donggo panen lebih awal. Meskipun, belum cukup umur.

Seperti dilakukan Yanto, petani asal Desa Mpili, Kecamatan Donggo.  Tenaga kontrak Pendamping Lokal Desa (PLD) ini mengaku, tanaman jagung miliknya dipanen lebih awal. Untuk mendapatkan harga jual tinggi.

"Mumpung harga jagung Rp 4.250 perkilogram, saya spekulasi saja," kata Yanto ditemui di lahan jagung miliknya  di So (kawasan) Mpada Rangga, Desa Mpili.

Idealnya, jagung baru bisa dipanen satu bulan ke depan atau berusia 6 bulan. Ia juga menyadari, panen jagung belum cukup umur hasilnya tidak maksimal. Baik dari segi kadar air maupun kualitas biji jagung.

"Kualitas bijinya tentu beda dengan jagung usia 6 bulan. Bijinya lebih ringan," kata bapak dua anak ini.

Rata-rata petani di Desa Mpili kata dia, memilih panen lebih awal. Selain tergiur harga tinggi, dikhawatirkan harga jagung turun beberapa minggu ke depan, ketika hasil panen melimpah.

Apalagi, kebanyakan para petani di desa setempat kata dia, tanam dengan modal pinjaman. Baik di bank maupun pada rentenir.

"Biasanya, harga jagung awal-awal memang naik, tapi lama kelamaan turun. Itu yang kita takutkan. Mumpung harga masih tinggi,  cukuplah untuk menutupi utang dan sedikit ada untung," ujarnya.

Yanto juga merasa bersyukur, tanaman jagung petani di Mpili tahun ini lumayan bagus. Dibanding tahun lalu, banyak yang rusak akibat serangan hama dan angin.

Yang dikuatirkan sekarang, cuaca masih tidak menentu. Sering diguyur hujan. Sehingga  mempengaruhi kualitas biji jagung. Seperti berjamur.

"Sebelum dijual, jagung harus dijemur lebih dulu sekitar tiga sampai empat hari. Itupun kalau tidak hujan," pungkasnya. (ar)

 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda