Wali Kota Ajak Semua Elemen Komitmen Jadikan Kota Bima Kota Layak Anak - Bima News

Monday, 8 March 2021

Wali Kota Ajak Semua Elemen Komitmen Jadikan Kota Bima Kota Layak Anak

Launching

Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE memukul gong saat launching Kota Bima sebagai Kota Layak Anak (KLA) 

 

BimaNews.id,KOTA BIMA-WAli Kota Bima H Muhammad Lutfi SE melaunching Kota Layak Anak (KLA). Launching ini dilakukan di tengah tingginya kasus kekerasan seksual pada anak selama dua bulan terakhir.

Pemkot Bima juga sosialisasikan Perda Nomor 11 tahun 2020, tentang Kota Layak Anak  Kota Bima. Kegiatan itu dilaksanakan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPA) Kota Bima, di Gedung Seni Budaya,  Senin (8/3).

Hadir pada acara itu Kepala DPPA Provinsi NTB, Sekretaris daerah Kota Bima, Asisten, Staf Ahli, Kepala perangkat daerah, Camat dan Lurah lingkup Pemkot Bima. Ketua Organisasi wanita Kota Bima, Perwakilan Kapolres dan Dandim 1608/Bima.

Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPA) Kota Bima,  H Ahmad SE mengatakan, launching sekaligus sosialisasi ini untuk meningkatkan komitmen antara pemerintah daerah dan stakeholder terhadap perlindungan dan kesejahteraan anak.

"Kegiatan ini dimaksudkan pula untuk mengintegrasikan potensi SDM, keuangan, sarana dan prasarana untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak. Sekaligus menjadi dasar bagi OPD mengiplementasikan KLA melalui program dan kegiatan," tambahnya.

Diakhir sambutannya Kepala DPPA Kota Bima mengharapkan terwujudnya Kota Bima menjadi kota layak anak ke depan.

Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi dalam sambutannya menyampaikan, anak merupakan aset yang sangat penting. Sebagai generasi penerus masa depan bangsa, penentu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan menjadi pilar utama pembangunan.

Karena itu kata dia, anak harus mendapatkan perlindungan dan perhatian sungguh-sungguh dari semua elemen masyarakat.

"Untuk mewujudkan KLA harus dimulai dari keluarga, RT, RW, kelurahan, kecamatan, dan seterusnya hingga Nasional,’’ jelas wali kota.

Selain tentang perlindungan dan hak-hak anak, juga tentang kewajiban orang tua juga perlu dikedepankan. Pengawasan bersama menjadi hal penting, demikian pula pola asuh dan pengajaran kepada anak-anak.

Dengan lahirnya kebijakan KLA, Lutfi berharap dapat menciptakan keluarga yang sayang anak. Rukun tetangga atau lingkungan peduli anak. Kelurahan dan kecamatan layak anak, yang pada akhirnya tercipta Kota yang layak bagi anak.

Apalagi kasus kekerasan seksual terhadap anak selama dua bulan terakhir telah mencetak rekor baru dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Selama 2 bulan, telah terjadi 17 kasus kekerasan seksual terhadap anak. (tin)

 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda