Tidak Dapat Ijazah SD Hingga SMP, Suci Ramdani Pilih Keluar dari SMKN 3 Kota Bima - Bima News

Kamis, 17 Maret 2022

Tidak Dapat Ijazah SD Hingga SMP, Suci Ramdani Pilih Keluar dari SMKN 3 Kota Bima

Putus Sekolah
Suci Ramdani bersama keluarganya di Kelurahan Penato’i, Kecamatan Mpuda, Rabu (16/3).
 

BimaNews.id, KOTA BIMA-Keinginan Suci Ramdani melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi pupus sudah. Siswi yang sempat duduk di kelas 2 SMK ini memilih keluar, lantaran tidak memiliki ijazah sejak SD hingga MTs.

Diceritakan Abdul Hamid,  anaknya Suci Ramdani sekolah di SDN 10 Penato’i. Saat tamat tahun 2017  tidak menerima ijazah seperti siswa lain.

"Pihak sekolah saat itu beralasan ada kesalahan data yang diinput. Sehingga anak saya belum diberikan ijazah," tutur Abdul Hamid ditemui di kediamannya, Rabu (16/3).

Hingga tiba waktunya mendaftar di MTsN 2 Kota Bima ijazah tak kunjung keluar. Agar diterima di sekolah setempat, Suci Ramdani mendaftar dengan surat keterangan lulus. Begitu juga saat masuk di SMKN 3 Kota Bima.

"Di SMKN 3 Suci sampai kelas 2, lantas keluar. Karena merasa percuma sekolah, toh tidak dapat ijazah sama dengan waktu SD dan SMP,’’ keluhnya.

Terhadap persoalan itu, Abdul Hamid mengaku sering mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima. Mempertanyakan soal ijazah yang tidak diperoleh putrinya dari SD hingga SMP.

"Solusi dari mereka, saya diminta membuat buat keterangan hilang di kantor polisi, agar bisa diterbitkan surat keterangan pengganti ijazah," terangnya.

Namun, Abdul Hamid ngotot tidak mau repot mengurus surat keterangan hilang di kepolisian sementara putrinya tidak pernah pegang ijazah.

"Itu lucu buat saya. Kenapa saya direpotkan, sementara mereka yang bermasalah," sesalnya.

Kecuali ijazah tersebut hilang di tangan putrinya, ia menyanggupi mengurus surat keterangan kehilangan untuk mendapatkan surat keterangan pengganti ijazah.

Selain putrinya, Abdul Hamid mengaku ada satu orang siswi di kelurahan setempat bernasib sama. Namun siswi tersebut telah menikah setelah tamat SD tahun 2017 lalu.

Suci Ramdani mengaku malu melanjutkan pendidikan di SMKN 3 Kota Bima, pada akhirnya tidak memegang ijazah saat tamat nanti.

Sementara dokumen itu sebagai syarat utama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau mau melamar pekerjaan.

"Kalau sudah ada ijazah SD dan MTs, insyaAllah saya mau lanjut sekolah," katanya.

Kepala SDN 10 Kota Bima Jufrin SPd yang dikonfirmasi membenarkan jika Suci Ramdani belum menerima ijazah bersamaan denga satu siswa lain.

Untuk mendapatkan ijazah siswa itu, ia sudah sering sampaikan ke Dikbud agar diajukan cetak ulang ke pemerintah pusat.

"Mereka bilang tidak bisa. Solusinya hanya satu, orang tua siswa diminta  buat surat kehilangan," terangnya, Rabu (16/3).

Namun sampai hari ini, mereka tidak kunjung membuat surat kehilangan tersebut. Padahal, itu sebagai alternatif untuk dapatkan surat keterangan pengganti ijazah.

"Fungsi dan legalitas sama dengan ijazah, tidak ada bedanya," tandas Jufrin. (jul)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda