Sebelum Diperkosa, Diduga Gadis Belia Dijemput dari Sekolah Dibawa ke Kale'o - Bima News

Selasa, 23 November 2021

Sebelum Diperkosa, Diduga Gadis Belia Dijemput dari Sekolah Dibawa ke Kale'o

Perkosa
Ilustrasi Google
 

BimaNews.id, BIMA-Kasus dugaan pemerkosaan terhadap RD, 16 tahun oleh empat pelaku berkembang beberapa versi yang berbeda, tentang kronologis kejadian tersebut.  Satu versi menyebutkan korban bersama pelaku sempat tenggak Miras bersama. 

Namun informasi terakhir diperoleh ,  korban awalnya dijemput seorang pelaku di sekolahnya. Dijanjikan untuk diantar pulang.  Korban sempat menolak, karena diancam, akhirnya RD menuruti keinginan pelaku.

Percakapan antara korban dengan seorang pelaku ini didengar  oleh rekan korban. Dia kemudidn membuntuti mereka dari belakang. Korban buaknnya diantar ke rumahnya, tapi di bawa  ke area persawahan.

Sementara di lokasi tersebut sudah ada tiga pelaku lain yang menenggak minuman keras, sudah menunggu kedatangan mereka. Para pelaku mengajak korban berhubungan badan. Namun ditolak.  Namun empat pelaku memaksa korban.

Rekan korban yang melihat kejadian itu menyelamatkan korban. Adu pukul pun tak terelakkan. Akhirnya mereka berhasil meloloskan diri dari  para pelaku, sembari berteriak minta tolong. Korban dan rekannya diselamatkan oleh seorang satu pengendara yang melintas sekitar lokasi kejadian.

Nenek korban FT ditemui di tempat yang sama mengaku, tidak tahu pasti bagaimana kejadian yang menimpa cucunya RD. Yang dia tahu,  Senin (22/11) pagi,  korban yang masih duduk di kelas 3 SMP pamitan pergi sekolah.

"Saya baru dengar kabar cucu saya diperkosa, sekitar pukul 10.00 Wita," katanya, ditemui saat mendampingi korban RD di unit PPA, Polres Bima Kota, Selasa (23/11).

Tentu saja kejadian menimpa cucunya tersebut membuatnya kaget. Begitu dengar kabar ada kejadian itu, dia bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), hingga mendampingi korban saat diamankan di Polsek Lambu.

"Saya tidak tahu jelas. Hanya dengar kata warga, cucu saya diajak sama pelaku ke sana untuk bakar jagung. Selebihnya saya tidak tahu," katanya.

Atas kejadian itu, FT berharap, kepolisian memproses pelaku sesuai UU yang berlaku. Supaya memberikan efek jera, sekaligus menjadi pelajaran bagi remaja lain untuk tidak melakukan tindakan serupa di kemudian hari.

"Ujian ini cukup berat yang harus di tanggung. Sudah tidak tinggal sama orang tua, ditambah lagi kasus ini," keluhnya.

Korban RD kata dia, sudah tiga tahun tinggal bersamanya. Setelah kedua orang tua pisah ranjang. Ayah korban kini bekerja di NTT, sementara sang ibu hingga kini belum diketahui berdomisili di mana.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu M Rayendra mengatakan laporan dugaan kasus pemerkosaan tersebut diterima hari ini, Selasa (23/11) sekitar pukul 12.00 Wita.

Saat ini, korban dan satu orang pelaku sedang dimintai keterangan. Untuk pelaku lain masih kabur. Kini sedang diburu oleh tim Polres.

"Kami belum bisa pastikan berapa jumlah pelaku, termasuk kronologis kasus pemerkosaan ini,"  ujarnya.

Informasi selengkapnya akan disampaikan, setelah melalui pemeriksaan awal dan pengembangan kasus dua atau tiga hari ke depan. Termasuk kronologis lengkap dan inisial pelaku akan diungkap.

"Sabar, tunggu pengembangan kasusnya dulu," pungkas Rayendra. (jul)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda