Pedagang Keluhkan Tidak Ada Petugas Kebersihan, Sementara Iuran Tiap Hari Ditagih - Bima News

Monday, 10 May 2021

Pedagang Keluhkan Tidak Ada Petugas Kebersihan, Sementara Iuran Tiap Hari Ditagih

Pasar Sila
Kondisi Pasar Sila yang terlihat tidak ditata dengan baik 
 

BimaNews.id, BIMA-Kondisi pasar Sila di Kecamatan Bolo, dari tahun ke tahun selalu terlihat semakin sembrawut dan kumuh. Padahal, pasar ini letaknya di tempat yang sangat strategis yakni di jalur negara yang menghubungkan antar provinsi.

Kekumuhan ini tidak hanya terlihat dari fisik bangunan saja, tapi juga di bagian dalam pasar. Kondisi pasar tersebut dikeluhkan para pedagang setempat.

Mukminah pedagang sayuran mengaku, tiga tahun juala di pasar tidak pernah melihat petugas membersihkan pasar. "Tiap hari, kita hanya melihat orang yang datang nagih iuran, " ungkapnya, saat ditemui Sabtu (8/5) pagi.

Wanita asal Desa Kara ini mengaku, pernah protes ke pengelola pasar soal layanan kebersihan. Saat itu ia mendapatkan jawaban, jika petugas kebersihan ada.

"Sampai sekarang saya tidak pernah lihat ada yang petugas kebersihan pasar. Padahal,  setiap hari kami membayar iuran Rp 2.000 pada petugas penagih, " aku Mukminah.

Ia berharap, pengurus pasar tidak hanya rajin menagih iuran, tapi juga membersihkan pasar. Sehingga tidak terlihat kumuh. Membuat pedagang dan pembeli nyaman saat belanja.

Dibanding pasar lain kata dia, kondisinya jauh lebih bersih dan tertib."Saya pernah jualan di pasar Soro Kempo. Di sana tidak capek bersih-bersih, karena sudah ada petugasnya. Di sini (Sila, red) saya bersihin sendiri. Tanya saja pedagang lain," tandasnya.

Salmah, pedagang sayuran lain juga mengaku, selama ini mereka membersihkan tempat jualan masing-masing. "Makanya tempat ini kelihatan lumayan bersih," akunya.

Apalagi musim hujan, pasar dipenuhi lumpur. Praktis hampir setiap pedagang harus belepotan lumpur.

"Alhamdulillah sekarang kondisinya mendingan, karena sudah tidak turun hujan. Kalau hujan, kita bermain lumpur. Tapi mau gimana lagi," katanya.

Tukang ojek, Firdan asal Dusun Lara, Desa Tambe membenarkan kondisi pasar Sila  yang kotor dan kumuh."Pengurus pasar hanya ada di tempat sekitar pukul 08.30 pagi. Itupun, mereka datang untuk menagih iuran. Setelah itu, mereka pulang," sebutnya

Pengelola pasar yang hendak dikonfirmasi tidak berhasil ditemui karena kantor sudah tutup pada pukul 09.30 wita. Informasi diperoleh dari sejumlah tukang ojek yang mangkal di sekitar kantor pengelola pasar, petuga hanya berada di kantor pukul 08.00 pagi. (ar)



Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda