AKJ akan Aktifkan Salat Berjamaah di Setiap Kantor - Bima News

Rabu, 13 Januari 2021

AKJ akan Aktifkan Salat Berjamaah di Setiap Kantor

AKJ

Abdul Kader Jaelani (baju merah)) saat menerima kunjungan Forum Umat Islam (FUI) Dompu di kediamannya di Kelurahan Karijawa Kecamatan Dompu, Senin malam.

 

BimaNews.id,DOMPU-Bupati Dompu terpilih pada Pilkada Dompu 2020, Abdul Kader Jaelani (AKJ) menerima kunjungan Forum Umat Islam (FUI) Dompu, Senin malam (11/1). Kedatangan para ustadz tersebut disambut hangat Aba Kade, sapaan akrab AKJ.

Anggota FUI yang berkunjung malam itu berasal dari berbagai profesi.  Mulai guru ngaji, tokoh agama, guru madrasah, guru sekolah dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes).

Selain silaturahmi Bupati Dompu yang baru, kunjungan itu sekaligus menyampaikan beberapa aspirasi. Pada umumnya, FUI berharap dengan terpilihnya AKJ sebagai Bupati Dompu Dompu bisa merubah wajah Dompu jadi daerah yang religius, sejahtera dan berakhlatul karimah.

"Kemakmuran suatu daerah itu tergantung pada sosok pemimpin dan kebijakannya dalam menegakan agama Islam," tegas Ketua FUI Dompu, Ir H M Amin M MPd.

Pada momen tersebut, FUI menginginkan adanya perhatian dari pemerintah sebagaimana era Bupati Domou, H Abubakar (Ompu Beko). Di mana saat itu, hubungan ulama dan umara sangat kuat. Keberadaan para ulama, ustadz, guru ngaji betul-betul diperhatikan sebagai pejuang keagamaan di masyarakat.

"Selama ini keberadaan mereka tidak pernah diperhatikan. Baik bantuan maupun insentif lain dari Pemda," ujarnya.

Karena itu, FUI menawarkan TPQ setiap desa bisa diaktifkan kembali. Memberikan pelatihan ceramah dan khutbah di setiap Masjid hingga mengajarkan cara mandi mayat pada masyarakat.

Mengaktifkan TPQ menurutnya, sangat efektif untuk menekan angka buta baca Qur'an bagi anak-anak desa. Langkah ini dianggap sebagai cara ampuh dalam memutuskan rantai penyebaran narkoba, pornografi yang marak terjadi belakangan ini.

"Degradasi moral anak-anak Dompu saat ini bukan lagi menjadi rahasia umum. Penangkapan narkoba di mana-mana, pencabulan hingga kriminalitas," ungkapnya.

Abdul Kader Jaelani menyampaikan terimakasih atas kunjungan FUI Dompu. Setidaknya, kedatangan FUI ia bisa mengetahui secara detail keinginan para alim ulama lewat kegiatan silaturahmi.

“Banyak sumbangsih pemikiran yang dapat saya tangkap dari FUI. Pada dasarnya, bagaimana ada hubungan yang erat antara ulama dan pemeirntah," katanya.

Mengembalikan marwah Dompu yang Islami kata dia, sudah menjadi langkah prioritas sebelum terpilih sebagai Bupati. Seperti kegiatan pengajian rutin, mengentikan semua aktifitas kantor ketika azan berkumandang, sholat dhuhur berjamaah di kantor dan semua kantor wajib memiliki Mushola.

"Program yang ditawarkan FUI saya kira sangat efektif untuk memahami persoalan yang ada di masyarakat. Kegiatan seperti ini juga sebagai wujud kesinambungan komunikasi antara pemerintah dengan ulama," katanya.

Program tersebut nantinya akan diperkuat dengan Perda. Bukan hanya ASN, seluruh elemen masyarakat yang muslim harus menghentikan aktivitas saat azan berkumandang. Kemudian, merapat ke masjid untuk shalat berjamaah.

"Perintah salat berjamaah, bukan hanya menunaikan kewajiban pada sang khalik, tapi melatih kita untuk hidup disiplin. Jika salat berjamaah itu dijalankan, InsyaAllah seluruh aspek kehidupan yang lain akan demikian," sebut AKJ.

AKJ juga memastikan tidak ada batasan waktu bagi ulama dan ustadz untuk berkunjung ke Pemda. Wejangan dari alim ulama sangat dibutuhkan dalam membangun daerah.

"Jika ada program Pemda yang salah atau melenceng dari norma-norma agama, datang dan tegur. Ruangan saya terbuka lebar untuk hal-hal semacam itu," pungkasnya. (jw)

 

 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda