Silaturrahim Dengan Warga Donggo, H Herman Jawab Keluhan Petani - Bima News

Wednesday, 8 July 2020

Silaturrahim Dengan Warga Donggo, H Herman Jawab Keluhan Petani


BIMA-H Herman Alfa Edison (HAE), Selasa malam (7/7) menghadairi acara Mbolo Weki di Dusun Kamunti, Desa Mpili, Kecamatan Donggo.  Kehadiran bakal calon Wakil Bupati Bima  yang berpasangan dengan dr Irfan ini disambut hangat warga setempat.





Meski kehadiran pengusaha muda ini murni urusan keluarga, tetap saja didaulat untuk memberikan sambutan keluarga. Sekaligus menjawab uneg-uneg warga setempat yang mengeluhkan soal ketimpangan pembangunan. Hingga persoalan jalan, kelangkaan pupuk yangkerap dihadapi petani di Kabupaten Bima.





Saat memberikan sambutan keluarga, H Hae sapaan akrabnya mengakui kehadirannya di Bima untuk maju mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati  Bima berpasangan dengan dr Irfan (IMAN).





Kehadirannya kata dia,
bukan sekadar maju pada Pilkada Kabupaten Bima atau hanya ingin mengganti
bupati. Tapi ingin melakukan perubahan, agar masyarakat Kabupaten Bima lebih
sejahtera.





Karena disadari, Kabupaten
Bima memiliki potensi besar, tetapi tetap menjadi daerah tertinggal.





‘’IMAN hadir dengan konsep
perubahan, jika pada Pilkada nanti terpilih,’’ katanya di hadapan warga.





Menjawab keluhan warga
soal jalan lintas Mpili-Tumpu yang sempit dan sering terjadi kecelakaan. H Hae
mengaku, akan mengkomunikasikan persoalan itu dengan Gubernur NTB. Apalagi kata
dia, di Donggo Gubernur Dr Zul menang.





‘’InsyaAllah soal jalan
ini akan saya sampaikan kepada pak Gubernur,’’ ujarnya.





Soal kelangkaan pupuk
maupun anjloknya harga jagung. H Hae secara gamblang membeberkan konsep yang
akan IMAN laksanakan untuk menjawab persoalan itu dengan memberdayakan
perusahaan milik daerah yakni, BUMD.





Perusahaan daerah inilah
kata dia yang akan membantu petani di Bima mulai dari hilir hingga ke hulu.





‘’Untuk urusan bibit,
pupuk, hasil pertanian mulai dari jagung, bawang dan garam, akan dikelola oleh
BUMD. Sehingga kebutuhan petani terpenuhi,’’ jelasnya.





Polanya, BUMD akan
menyediakan semua kebutuhan petani, mulai tanam hingga panen. Termasuk
menyiapkan dana pinjaman untuk petani, sehingga tidak lagi meminjam uang dari
rentenir.





‘’Untuk harga jual
komoditi pertanian akan mengikuti pasar. Yang bisa kita lakukan, dengan
menghadirkan industry untuk mengolah hasil pertanian seperti jagung, garam dan
lain-lain supaya harga tidak anjlok,’’ bebernya.





Sehingga dari sejumlah
komoditi andalan ini memberi efek domino terhadap peningkatan kesejahteraan
petani di Bima. Apalagi diakui, mayoritas masyarakat Kabupaten Bima adalah
petani.





Soal kelangkaan pupuk,
diakui ada ketidaksingkronan data antara luas lahan dengan jumlah usulan pupuk
melalui RDKK. Pada sisi lain, pengawasan pemerintah terhadap distribusi pupuk
subsidi tidak maksimal.





‘’BUMD yang akan kita
berdayakan ini bekerjasama dengan pihak ketiga, sehingga pengelolaannya
benar-benar professional,’’ tandasnya. (gun)


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda