Pencarian Asruddin, Pertani Diduga Tertimbun Longsor Dihentikan - Bima News

Wednesday, 5 January 2022

Pencarian Asruddin, Pertani Diduga Tertimbun Longsor Dihentikan

Tim SAR
Tim SAR dan BPBD Kabupaten Dompu juga menyisir sungai untuk mencari Asruddin, petani asal Donggo yang diduga tertimbun longsor di So (kawasan) Sori Mango, Desa Sukadamai Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu 
 

BimaNews.id, DOMPU-Medan yang sulit, sering diguyur hujan menghambat upaya pencarian Asruddin yang diduga tertimbun longsor di So (kawasan) Sori Mango, Desa Sukadamai Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu. Hal itu menjadi alasan bagi tim untuk menghentikan pencarian terhadap petani asal Desa Doridungga Kecamatan Donggo Kabupaten Bima ini.

Apalagi kata Kapolsek Manggelewa  Dompu Ipda Abdul Malik, keluarga sudah mengikhlaskan dan setuju pencarian korban tidak dilanjutkan.

"Pencarian direncanakan sampai 6 Januari. Karena pihak keluarga sudah ikhlas dengan kepergian korban, sehingga sepakat pencarian tidak dilanjutkan," sebutnya  saat dihubungi, Rabu (5/1).

Tim SAR, BPBD dan Polsek Manggelewa sudah berupaya mencari jasad bapak 50 tahun. Selain menggali meterial longsor, tim juga sudah menyisir sungai. Namun tidak membuahkan hasil.

Selama pencarian sejak Sabtu pekan lalu,  tidak ada tanda-tanda korban akan ditemukan. Hanya ditemukan selembar tarpal dan sejumlah karung pupuk di bawah timbunan longsor.

“Kabar tercium bau busuk di lokasi longsor yang beredar,  itu tidak benar,” terang Abdul Malik.

Pertimbangan lain sebutnya, pengemudi excavator dan tim juga was-was dengan medan yang cukup miring. Khawatir akan terjadi longsor susulan.

“Kalau ada anjing pelacak mungkin bisa cepat ditemukan. Sayangnya, di Dompu belum ada anjing pelacak,” katanya.

Asruddin, diduga tertimbun longsor pada Jumat lalu (31/12).  Berdasarkan pengakuan keluarganya, sebelum terjadi longsor korban menginap di lahan miliknya untuk memupuk  tanaman jagung.

Pasca longsor korban tidak ditemukan di lokasi. Kuat dugaan korban tertimbun longsor bersama pupuk yang disimpan di pinggir sungai.

Anggota yang mendengar kabar tersebut langsung menuju ke lokasi sekitar pukul 17.00 Wita. Bersama sejumlah warga, anggota berusaha mencari keberadaan korban. Namun, tidak membuahkan hasil. (red)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda