Chatingan di Mesengger, Ajak Jalan-jalan, Remaja Pengangguran Cabuli Siswi SMP - Bima News

Sunday, 24 October 2021

Chatingan di Mesengger, Ajak Jalan-jalan, Remaja Pengangguran Cabuli Siswi SMP

BB
Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Candra S.I.K memperlihatkan Barang Bukti (BB), berupa pakaian yang disita polisi untuk mengungkap kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pelaku anak di Kelurahan Kolo Kota Bima
 

KOTA BIMA-Pelajar SMP, 14 tahun diduga dicabuli remaja tanggung pengangguran. Korban dan pelaku sebelumnya chatingan di facebook.

Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Candra S.I.K saat konferensi pers akhir pekan kemarin mengungkap, dugaan pencabulan terjadi pada Jumat (15/10).  Kejadiannya, sekitar pukul 19.00 Wita di Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima.

"Kasus ini dilaporkan orang tua korban dari Kecamatan Rasanae Barat pada Kamis (21/10)," ungkap Kapolres.

Kasus dugaan pencabulan ini berawal pelaku berinisial MW, 17 tahun, asal Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima, mengajak korban jalan-jalan ke Kolo melalui mesengger Facebook. Korban pun menuruti ajakan pelaku tersebut.

Tiba di rumah temannya di Kolo, pelaku mengajak korban berhubungan badan. Tapi ditolek korban, dengan alasan sedang haid. Meski demikian, pelaku sempat mencabuli korban.

"Korban kemudian melaporkan kejadian itu pada orang tuanya. Tidak Terima, orang tua korban langsung lapor ke polisi. Kini pelaku ditetapkan tersangka, telah diamankan di Mapolres," tuturnya.

Atas kejadian ini, kapolres meminta kepada orang tua untuk senantiasa menjaga dan mengontrol anak-anaknya. Karena, kejadian persetubuhan dan pencabulan seringkali dilakukan oleh orang-orang terdekat. Baik yang ada hubungan keluarga maupun tetangga terdekat.

Orang tua juga kata kapolres, harus bisa membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak. Sehingga bisa mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak, baik dari lingkup keluarga, pendidikan serta masalah sosial.

Membatasi pergaulan anak-anak dengan menerapkan waktu-waktu larangan. Serta membiasakan anak-anak, untuk lebih fokus dalam pelajaran terutama agama.

"Orang tua juga harus sedini mungkin mengajarkan ke anak-anak tentang cara menyikapi, apabila ada yang menyentuh, memegang, memeluk serta melakukan hal yang tidak baik terhadap anak," pungkasnya. (tin)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda