Pengerjaan Jembatan Rabasalo Mandek, Usaha Warung dan Kios Sekitar Gulung Tikar - Bima News

Monday, 20 September 2021

Pengerjaan Jembatan Rabasalo Mandek, Usaha Warung dan Kios Sekitar Gulung Tikar

jembatan
Kondisi jembatan Raba Salo di Kota Bima yang pekerjaannya terlihat mandek.
 

BimaNews.id,KOTA BIMA-Pengerjaan jembatan Rabasalo di Kota Bima terlihat mandek. Dampaknya, sejumlah usaha sekitar jembatan, terpaksa gulung tikar.

Penyebabnya, penutupan akses jalan karena pekerjaan jembatan tersebut. Sehingga usaha warung dan kios sembako sepi pembeli.

Seperti diakui Burhan Nurdin, seorang warga Penatoi, Kecamatan Raba. Ia mengatakan, hampir semua toko dan warung sekitar jembatan Rabasalo sudah tutup.

"Mereka (Pengusaha,red) sepertinya pindah tempat usaha, karena di sini sepi," katanya ditemui Radar Tambora di sekitar pengerjaan jembatan setempat, Minggu (19/9).

Kalaupun masih membuka usaha, jelas rugi. "Mau gak mau harus pindah memang," ujar pemilik rumah sekitar jembatan tersebut.

Pemilik rumah sebelah barat jembatan Rabasalo ini mengaku, pengerjaan jembatan sudah sekitar lima bulan. Namun, belum sama sekali terlihat progresnya.

"Seharusnya dengan waktu itu, paling tidak  kelihatan jembatannya. Sekarang, masih pengerukan,’’ sorotnya.

Pemilik toko Kurnia, Kelurahan Penaraga yang enggan menyebutkan namanya menyesalkan mandeknya pengerjaan jembatan Rabasalo. Karenna semenjak jembatan itu dikerjakan, jalan depan tokonya ditutup, omzetnya turun drastis.

"Pembeli sepi sekali," kata nenek 70 tahun ini.

Pemilik toko  timur perempatan SMAN 4 Kota Bima, terus membuka jualan, karena mereka tinggal langsung di toko. Dengan harapan, barang jualannya dibeli warga sekitar.

"Setiap hari  paling laku Rp 100 ribu rupiah. Bahkan kurang," sebutnya.

Sedangkan sebelumnya, omzetnya bisa jutaan rupiah setiap hari. Kalaupun pun ada pembeli, hanya warga yang berolahraga di lapangan depan tokonya. Itupun tidak seberapa.

Karena sepi sambungnya, banyak penyewa toko dan ruko di sekitar usahanya tutup. Pendapatan mereka turun drastis, sedangkan pajak dan iuran tetap harus dibayar.

"Beruntung kami punya sendiri. Hanya beban membayar pajak saja," tandasnya.

Pantauan Radar Tambora, pengerjaan jembatan di Jalan Gajah Mada  yang menghubungkan Kelurahan Penatoi dan Penaraga di Kota Bima ini masih tahap penggalian dan pengerukan. (ar)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda