Malisah, PMI Asal Bima Delapan Tahun Hilang Kontak Dengan Keluarga - Bima News

Tuesday, 21 September 2021

Malisah, PMI Asal Bima Delapan Tahun Hilang Kontak Dengan Keluarga

Fatahullah
Kepala Disnakertrans Kabupaten Bima, Fatahullah SPd menerima pengaduan dari keluarga PMI, Malisah yang hilang kontak sejak tahun 2013 lalu
 

BimaNews.id, BIMA- Kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bima yang hilang kontak di luar negeri kembali terjadi. Kini, Malisah binti Mansur asal Desa Kale'o, Kecamatan Lambu dengan negara tujuan Arab Saudi. Wanita kelahiran 1986 ini putus komunikasi dengan pihak keluarga sejak 2013 lalu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima, Fatahullah SPd mengatakan,  kasus ini dilaporkan pihak keluarga Malisah pada 2018 lalu. Pasca dilaporkan, pihaknya sudah dua kali bersurat ke Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). Pertama di tahun 2018, kedua tahun 2020. Namun keberadaan Malisah belum juga diketahui.

"Sekarang kita mau bersurat untuk ketiga kali. Mudah-mudahan keberadaan Malisah diketahui," harap Fatahullah saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/9).

Malisah diberangkatkan ke Arab Saudi secara prosedural oleh PT Bumen Jaya Eka Putra, tahun 2008. Di negara timur tengah itu, Malisah bekerja di sektor informal.

"Selama  bekerja di Arab Saudi, komunikasi dengan pihak keluarga, lancar. Terakhir, sekitar tahun 2012 dia kirim uang pada keluarganya Rp 26 juta," ungkapnya.

Fatahullah akan terus berkoordinasi dengan Kemenaker tentang kabar keberadaan Malisah. Sebab, Malisah termasuk PMI dengan status non prosedural. Dia tidak memperpanjang pasport setelah 3 tahun selesai masa kontrak.

"Pasport itu hanya berlaku tiga tahun. Seharusnya 2011 dia sudah memperpanjang pasport," ungkap pria asal Desa Naru Kecamatan Sape ini.

Berbeda jika Malisah memperpanjang pasport. Namanya akan terdata pada sistem di kementerian. Ketika bermasalah di negara penempatan, keberadaannya bisa dilacak.

"Kalau tidak memperpanjang pasport, kita anggap dia sudah pulang atau berstatus non prosedural," jelasnya. (jul)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda