Kesulitan Layani 39 Desa di Bima Dilanda Krisis Air, BPBD Ajukan Status Darurat Kekeringan - Bima News

Selasa, 28 September 2021

Kesulitan Layani 39 Desa di Bima Dilanda Krisis Air, BPBD Ajukan Status Darurat Kekeringan

Angkut Air
Seorang warga mengangkut air dengan sepede motor di Kecamatan Donggo akibat krisis air yang terjadi
  

BimaNews.id, BIMA-Krisis air melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bima telah menetapkan status siaga kekeringan.

Untuk menangani krisis air yang terjadi, BPBD mulai kewalahan. Anggaran yang tersedia tidak mendukung.

Plt kepala BPBD Bima Muhammad Chandra Kusuma AP menjelaskan status krisis air bersih di Bima masih status siaga. Ini menyebabkan BPBD tidak bisa menganggarkan dana khusus.  "Kita tetap upayakan dengan biaya operasional seadanya," ungkapnya, kemarin (27/9).

Menurut Chandra, penanganan krisis air bersih yang paling menyedot anggaran. Terutama saat droping air bersih ke sejumlah wilayah Kabupaten Bima. Apalagi, jika permintaan itu masuk serentak dengan jumlah banyak. "Operasional anggota, BBM dan lain-lain butuh biaya semua, " kata mantan Kabag Prokopim Setda Pemkab Bima ini.

Dengan kondisi itu, Chandra sudah mengusulkan status darurat krisis air bersih ke Pemkab Bima maupun Pemprov NTB.  Jika status darurat ini disetujui, BPBD bisa mengalokasikan anggaran khusus. ’’Sehingga penanganan krisis air bersih, terutama droping air bersih bisa berjalan lancar,’’ sebutnya.

Bahkan BPBD tidak perlu menunggu permintaan masuk dari masyarakat untuk mendroping air. Bisa langsung didroping sesuai pemetaan wilayah kekeringan.

"Sudah kami ajukan perubahan status itu. Saya berharap didukung dan direspon oleh pemerintah. Dengan status darurat, petugas tidak lagi menunggu permintaan. Begitu memasuki musim kemarau langsung menyasar ke wilayah kekeringan," harap Chandra. 

Saat ini, ada 39 desa dari 10 kecamatan di Kabupaten Bima yang terdampak kekeringan. Yakni Kecamatan Donggo terdiri Desa Doridungga, Desa Mpili, Desa O'o dan Desa Mbawa.

Kecamatan Soromandi terdapat di Desa Bajo dan Desa Kananta. Kecamatan Bolo di Desa Sanolo dan Rada. Kecamatan Madapangga di Desa Madawau, Rade, Woro dan Desa Monggo. "Kekeringan di Kecamatan Woha  pada empat desa. Yakni, Desa Samili, Kalampa, Tenga, Naru, Dadibou dan Waduwani," rincinya.

Di Kecamatan Monta, krisis air terjadi Desa Monta dan Desa Simpasai. Kecamatan Wawo di Desa Ntori, Pesa, Kombo, dan Raba. Kecamatan Palibelo di Desa Ragi, Tonggondoa, Tonggorisa, Panda, Belo, Dore, Bre, Ntonggu, Teke, Nata, Padolo dan Desa Roi.

"Di Kecamatan Belo, yakni Desa Ngali dan Desa Cenggu. Sedangkan Kecamatan Parado hanya Desa Rato saja," sebutnya.

Untuk penanganan, BPBD telah menyalurkan 105 ribu liter air bersih yang didroping tahun ini. Jumlah itu hanya untuk lima kecamatan. Dengan rincian, Kecamatan Donggo sebanyak 15 ribu liter, Kecamatan Soromandi 20 ribu liter, dan Kecamatan Bolo 10 ribu liter. "Kemudian di Kecamatan Woha sebanyak 50 ribu liter dan Kecamatan Palibelo sebanyak 10 ribu liter," tambah dia. (red)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda