Dikeroyok, Korban Ngaku Salah Seorang Pelaku Anak Pejabat di Kota Bima - Bima News

Tuesday, 7 September 2021

Dikeroyok, Korban Ngaku Salah Seorang Pelaku Anak Pejabat di Kota Bima

Dikeroyok
Kondisi korban pengeroyokan yang diduga melibatkan oknum anak pejabat di Kota Bima.


BimaNews.id, KOTA BIMA-Kasus penganiayaan dan pengeroyokan  tejadi pada Senin (6/9) dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Korban Muh. Aminullah, 29 tahun diduga dikeroyok pemuda berinsial Alf,  anak salah seorang pejabat Kota Bima.

Korban yang akrab disapa Mhin itu, kepada media ini mengungkap awalnya ia bersama teman-temannya duduk di sekitar Paruga Nae Kota Bima. Tiba-tiba, datang sekelompok pemuda dengan mobil Pick Up Hilux warna hitam dan beberapa sepeda motor.

Salah seorang dari sekelompok  pemuda tersebut dia kenal Alf, anak salah seorang pejabat di Kota Bima bersama sejumlah temannya. Saat itu kata Mhin, Alf menanyakan temannya bernama Dewa.

“Saya menjawab, Dewa tidak ada. Baru saja pergi. Saya juga bilang, tunggu saja karena motornya Dewa ada bersama kami,” ungkap Mhin.

Saat itu  kata dia, Alf justeru menjawab dengan ketus dan menuding mereka menyembunyikan Dewa. Mhin sendiri mengaku, tidak mengetahui ada masalah apa antara Dewa dan Alf.

“Ain cili la Dewa. Ain cowa nggomi doho. Nahu hambu sara’a nggomi doho pede re (Jangan sembunyikan si Dewa. Saya hantam kalian semua nanti,red),” kata Mhin meniru ucapan Alf saat kejadian.

Melihat kondisi yang tidak baik itu, Mhin mengaku sempat mendatangi  teman-temannya untuk meminta bantuan. Apalagi kata dia, ada teman Alf membawa senjata tajam jenis parang. Saat itu sempat memanas, namun ada teman Alf yang melerai. Sehingga mereka pun  pergi.

Beberapa saat kemudian, Alf dan kawan-kawannya kembali lagi dengan mobil Pick Up Hilux hitam sebelumnya. Di dalam mobil Mhin melihat ada lima hingga enam orang yang kemudian mengeroyoknya.

“Saya sendiri saat itu, sedangkan mereka banyak. Saya lari meminta bantuan teman-teman yang lain. Setelah temannya datang, Alf dan kawan-kawannya sudah melarikan diri,” ungkapnya.

Kasus dugaan pengeroyokan itu telah dilaporkan pada Polsek Rasanae Barat, Kota Bima. Mhin mengaku menderita luka robek pada bagian bawah mata, siku susah digerakkan dan kaki yang lebam.

“Saat saya lapor, saya langsung visum,” tambahnya.

Mhin memastikan, tidak ada kata damai terhadap kasus yang menimpanya. Mhin merasa tidak berbuat salah apapun kepada Alf, sehingga dia dikeroyok.

“Tidak ada damai. Meskipun anak pejabat, tapi sama-sama makan nasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Rasanae Barat Polres Bima Kota AKP Suhatta dikonfirmasi via ponsel, mengaku belum bisa memastikan laporan tersebut. Sejak Senin ia tidak masuk kantor karena sedang berduka.

“Silahkan, bisa dicek ke kantor kepada anggota yang berjaga,” jawabnya mengarahkan. (tin)

 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda