Pernah Telanjang Dilihat Korban, Jadi Senjata Penjaga Sekolah Cabuli Siswi SMP Berkali-kali - Bima News

Thursday, 26 August 2021

Pernah Telanjang Dilihat Korban, Jadi Senjata Penjaga Sekolah Cabuli Siswi SMP Berkali-kali

Pelaku
AR, terduga pelaku pencabulan siswi  SMP saat saat menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Dompu
 

BimaNew.id, DOMPU-Unit PPA Satreskrim Polres Dompu masih menyelidiki kasus pencabulan siswi SMP oleh penjaga sekolah, AR. Dari hasil pemeriksaan awal, rupanya AR mencabuli korban sudah berulang kali (bukan 2 kali).

Dihadapan penyidik, AR yang berstatus duda itu sudah mengakui perbuatannya. Ia mencabuli korban yang masih berusia 13 tahun itu, sekitar 10 kali selama satu bulan terakhir.

"AR sering kali mencabuli korban karena dipengaruhi nafsu. Ia tidak tahan ketika melihat korban," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polres Dompu Aipda Ahmad Rimawan mengutip pengakuan AR saat menjalani pemeriksaan di ruang PPA, Kamis (26/8).

Sementara korban juga mengaku, seringkali digauli AR. Perbuatan itu kerap dilakukan di ruang kelas SMA swasta tempat AR bekerja.

AR mencabuli korban pertama kali pada pertengahan Juli lalu. Bermula AR mengancam akan memberitahukan pada warga karena korban sempat melihatnya sedang telanjang bulat saat keluar dari kamar mandi.

"Rumah korban dengan sekolah tempat AR berkerja, dekat. Jadi, korban tidak sengaja melihat AR telanjang sehabis mandi saat itu," jelas Rimawan.

Ancaman tersebut dijadikan senjata oleh AR memperdaya korban. Kerena takut, korban terpaksa melayani nafsu bejat pelaku.

Sebelum berhubungan, korban sempat mengaku takut hamil. Namun, AR berhasil meyakinkan korban sembari mengancam.

"Tenang, kamu tidak akan hamil," kata korban mengingat jawaban AR saat pertama kali mereka berhubungan.

Merasa keenakan, AR kembali mengajak korban dengan modus yang sama beberapa hari kemudian. Bahkan, AR tidak sungkan mendatangi korban di rumahnya  untuk mengajak berhubungan di ruang kelas.


Korban yang takut dengan ancaman mengiakan ajakan pelaku. Kemudian diam-diam masuk ke sekolah. Menemui AR yang sudah menunggu.

"Perbuatan itu sering dilakukan saat sore hari, ketika guru dan siswa sudah tidak ada di sekolah," ungkapnya.

Terakhir, AR mencabuli korban Selasa (24/8) sekitar pukul 17.40 Wita. Modusnya sama. AR meminta korban untuk masuk ke sekolah dan menuju ruangan tempat biasa mereka berhubungan.

Melihat anaknya sering keluar masuk ke sekolah, dicurigai bapak korban. Kerena penasaran, sang bapak pun mengikutinya.

Tiba di halaman sekolah, sang bapak sudah tidak melihat korban. Ia pun berteriak memanggil anaknya. Mendengar panggilan sang bapak, korban pun keluar dari ruang kelas. AR yang masih berada di ruangan, tak berkutik.

"Setalah mengetahui anaknya dicabuli AR, orang tua korban langsung melapor kasus itu pada Polres Dompu," ujar Rimawan.

Perbuatan bejat AR terendus warga setempat. Sejumlah warga yang geram sempat menghakimi pelaku. Namun, reaksi warga berhasil diredam setelah dilakukan pendekatan oleh anggota.

"Pelaku diamankan Rabu pagi (25/8)," pungkasnya. (jw)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda