Naikkan Tarif Parkir Gambarkan Pemerintah yang Malas, Rakyat Justru Disuruh Kerja - Bima News

Selasa, 25 Mei 2021

Naikkan Tarif Parkir Gambarkan Pemerintah yang Malas, Rakyat Justru Disuruh Kerja

Dedy
Dedy Mawardi
 

BimaNews.id, KOTA BIMA-Pemerintah Kota Bima, dianggap malas kerja. Ini terlihat, dari kebijakan menaikkan tarif parkir. Bukan perbaikan sistem kinerja.

Hal Ini disampaikan Sekretaris Solud NTB, Dedy Mawardi kepada wartawan, Selasa (25/5). Dedy menjelaskan, untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah memiliki dua pilihan yakni, perbaikan kinerja dan menaikkan tarif.

"Nah, pemerintah Kota Bima justru memilih menaikkan tarif retribusi, " kata Dedy.

Seharusnya kata Dedy, pemerintah menargetkan retribusi atau pajak. Kemudian, melihat capaiannya berapa. Jika tidak sesuai target, system kerja dievaluasi.

Faktanya, Pemerintah Kota Bima lebih memilih menaikkan tarif dan membiarkan rakyat yang bekerja. Ironisnya, kenaikan tarif parkir tidak diikuti dengan performa kerja yang baik.

"Jika naiknya tarif parkir dibarengi dengan jaminan motor hilang akan diganti, itu terobosan. Tapi ya sampai sekarang belum ada," tandasnya.

Sebelumnya warga Kota Bima mengeluhkan naiknya tarif parkir. Untuk kendaraan roda dua Rp 2.000 dan Rp 4.000 untuk kendaraan roda empat.

Paa sisi lain Dedy menyoroti kinerja pemerintah yang belum juga bisa mengatasi krisis air bersih. Padahal anggaran untuk itu sudah dialokasikan.

Hal krusial lain kata dia,  terus berulang ternak berkeliaran di tengah kota.

"Itu semua menggambarkan pemerintahnya malas bekerja, " pungkasnya. (tin)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda