Tolak Pindah ke Los Baru, Penjual Daging dan Ayam Bersitegang dengan Petugas Pasar Ama Hami - Bima News

Friday, 23 April 2021

Tolak Pindah ke Los Baru, Penjual Daging dan Ayam Bersitegang dengan Petugas Pasar Ama Hami

Pedagang

Sejumlah penjual daging dan ayam, ribut dengan petugas di pasar Amahami Kota Bima. Mereka keberatan untuk dipindahkan ke los pasar yang baru, Kamis (22/4).

BimaNews.id,KOTA BIMA-Keributan terjadi di Pasar Ama Hami, sekitar pukul 09.00 Wita, Kamis (22/4). Penyebabnya, penjual daging  dan ayam tidak mau dipindahkan ke los pasar yang baru, dengan alasan pembeli sepi.

Pengurus pasar bersikeras  ingin memindahkan pedagang tersebut ke los yang baru dibangun. Dipisahkan dengan penjual ikan laut.

"Apa salahnya kita jual di sini (los lama, red)," tanya  Khairudin, penjual daging.

Pedagang lain, David memprotes  karena yang dipindahkan hanya penjual daging  dan ayam. Sedangkan penjual ikan tidak.

Menurut  dia, jika penjual ayam dan daging dipisahkan dengan pedagang ikan. Mereka akan rugi, karena pasti sepi pembeli.

Pria yang sudah 20 tahun menjadi pedagang ini menilai, pengelola pasar tidak adil. Karena los pasar lama sampai sekarang tidak ada yang tempati.

"Makanya kami ngeyel, tidak mau pindah dari tempat  sekarang," tegasnya.

Hal yang sama dikatakan Nita, penjual ayam. Kata dia, persoalan ini sudah berlangsung sekitar setahun lebih.

"Kami tidak mau dipindahkan ke los baru," tegas Nita.

Sebelumnya mereka pernah dipindahkan ke tempat baru, tapi pengunjung  sepi. Sehingga pendapatan mereka turun, apalagi saat pandemi Covid-19 sekarang.

Nita berharap, pengelola pasar dan pemerintah adil mengambil kebijakan. Tidak memunculkan protes seperti ini.

"Semoga keinginan kami didengar pemerintah dan  pengelola pasar," harapnya.

Kepala Pasar Amahami, Sariman dikonfirmasi mengaku, pemindahan penjual daging dan ayam ini atas perintah Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi SE.

Wali kota kata Sariman, ingin menata pedagang agar lebih teratur sehingga nyaman untuk pembeli dan pedagang.

"Pembangunan los baru itu untuk ditempati penjual daging dan ayam," jelasnya.

Mereka dipisahkan dengan penjual ikan, supaya teratur. Sehingga semua los pasar bisa dimanfaatkan. Karena dengan cara itu pembeli merasa nyaman saat belanja. Tidak amburadul seperti sekarang.

"Kalau pedagang masih bandel, kami akan paksakan untuk pindah. Apalagi sebelumnya, para penjual ini sudah memberikan pernyataan tertulis siap dipindahkan," tandas Hariman. (ar)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda