Warga Diminta Tidak Panik, Banjir Mulai Surut - Bima News

Jumat, 01 Januari 2021

Warga Diminta Tidak Panik, Banjir Mulai Surut

Jalan Digenangi Banjir
Jalan Soekarno Hatta Kota Bima digenangi air akibat luapan air dari Sungai Padolo, Jumat (1/1)
 


BimaNews.di, KOTA BIMA-Banjir kiriman melanda sejumlah titik di Kota Bima, mulai dari Kelurahan Rontu, Panggi, Sambinae hingga Paruga. Paling parah di Kelurahan Paruga.

Hampir sebagian besar wilayah tersebut terdampak luapan air dari sungai Padolo. Banjir mulai melanda 15.02 Wita, wilayah pertama terdampak di RT 08, RW 03. Dalam waktu 35 menit banjir merata hingga ke 13 RT lain yang dekat bantaran sungai.

Wilayah paling parah terdampak di RT 08 dan RT 09. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Air juga meluap hingga ke Jalan Soekarno Hatta. Mulai dari pertigaan Cabang Malake hingga pertigaan Yasin Harapan.

Akibatnya jalan utama tersebut ditutup. Arus lalu lintas dialihkan ke jalan lain.

Kabid Darlog BPBD Kota Bima Irfan Faruk mengatakan, banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Bima. Tapi, mulai sekitar pukul 17.47 Wita air sudah mulai surut.

Saat ini pihaknya masih mendata berapa rumah yang terdampak banjir ini. Secara visual, sebanyak 13 RT di Kelurahan Paruga.

"Kami juga masih menunggu laporan kelurahan lain yang terdampak banjir," kata Purna Praja IPDN ini.

Faruk sapaan akrabnya ini juga mengutarakan, tidak ada korban jiwa dari musibah banjir ini. Tapi, kerugian material pasti ada. Sebab, banyak rumah warga digenangi air.

Warga diharapkan tidak panik. Tidak mudah percaya informasi yang tidak jelas. Karena ketika terjadi bencana dengan segera mereka akan menginformasikan pada warga.

Selain Kelurahan Paruga, sawah di sepanjang Kelurahan Lampe dipastikan terendam banjir. Namun Faruq belum bisa  memastikan total luas sawah yang terdampak. Saat ini seluruh tenaga kebencanaan sedang berpencar mengantisipasi korban dan dampak pada lingkungan tempat tinggal.

"Belum tahu pasti luasan yang terdampak, karena kita masih keliling pantau ini, " aku Faruq.

Faruq menyebut, banjir di Kota Bima merupakan kiriman dari wilayah pegunungan seperti di Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Karena katanya, hujan di Kota Bima sendiri tidak terlalu lebat.

Sejauh ini, jumlah kerugian belum dihimpun. Namun untuk korban luka atau pun korban jiwa, tidak ada. "Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada korban jiwa atau luka. Kalau kerugian materi, belum kami himpun, " tandasnya.

Faruq mengimbau kepada warga yang berada di sepanjang DAS, untuk tidak panik namun tetap waspada. Curah hujan yang tinggi, membuat resiko banjir juga besar sehingga butuh kesiapsiagaan semua pihak, terutama warga yang tinggal di sepanjang DAS Padolo atau pun DAS Melayu

Ketua PTTB Kots Bima Jauhar Mahbub mengutarakan, banyak warga di lingkungan Kampung Sigi, Bara, Suntu yang dievakuas. Karena rumah mereka digenangi air.

"Kami tadi sudah membantu warga dievakuasi di titik aman.  Seperti di Masjid Sultan Muhammad Salahuddin dan jalan protokol," kata staf KONI Kota Bima ini.

Jauhar sapaan akrabnya ini mengutarakan kendati air surut, warga belum berani kembali ke rumah. Khawatir akan datang banjir susulan. Kemudian rumah mereka masih digenangi air.

"Selain membantu warga, kami juga masih terus memantau kondisi air," pungkasnya. (nk/tin)

 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda